kayaknya masih banyak yang belum tau deh kalo di seberang fX Sudirman ada perpustakaan yang bisa dikunjungi umum. namanya Koryu Space, perpustakaan milik The Japan Foundation. tempatnya nyaman dan zen banget.
koleksi bukunya cukup beragam, tapi tentu aja lebih banyak yang berkaitan dengan Jepang. ada koleksi manga juga! terus ada pojok informasi buat kalian yang tertarik cari tahu soal beasiswa dan kesempatan belajar ke Jepang.
Koryu Space buka weekdays pukul 09.30 - 16.30. tapi perlu dicatat, pukul 12.30 - 13.30 perpustakaan tutup sementara dan pengunjung diminta keluar karena jam istirahat.
gak perlu bingung mau ke mana selama sejam itu, kalian bisa sekalian ISHOMA. di gedungnya ada musola dan FamilyMart juga.
📍The Japan Foundation
@diparaditya Belajar bahasa baru secara otodidak. Ini serius.
Belajar bahasa itu mengaktifkan banyak banyak neuron. Semakin banyak jaringan neuron yang terhubung, otak semakin dapat diandalkan.
bagi yg mau cari tukang AC aku saranin pak subarudin dr list @pundingin (di pinned twitnya) blio beneran jujur, baik, dan penyabarrr sesuai namanya. sebagai orang yg pernah kena scam pasang 3 AC jd 7.5jt 😇🙏🏼
dengan dibukanya perpus ini nambah list perpustakaan di jakarta dan sekitar
1. Taman Ismail Marzuki & HB Jassin
jam buka : 09.00-22.00
akses : bisa turun di stasiun krl cikini atau gondangdia
2. Perpustakaan Nasional RI
jam buka : 08.00-19.00
akses : naik krl bisa turun stasiun gondangdia lanjut jalan atau naik tj koridor 1 turun halte kebon sirih
3. Perpustakaan Nyi Ageng Serang
jam buka : 09.00-22.00
akses : naik lrt turun stasiun rasuna said, lokasi deket trinity tower yang ada family mart view lrt, nah di sini juga nanti ada spot deket kaca yang view lrt (bakal jadi best spot dan rebutan kek TIM view planetarium)
4. Perpustakaan Jusuf Kalla
jam buka : 09.00-21.00
akses : bisa turun di stasiun krl pondok cina atau UI terus lanjut naik D11. untuk umum htm 10rb
5. Perpustakaan AAJI
jam buka : 08.00-17.00
akses : bisa turun di stasiun mrt cipete raya tuku, lokasinya di gedung grha AAJI lantai 2. best view meja sambil ngeliat mrt lewat
btw, hilangnya warna-warna ini hasil dari minimalism, pencitraan merek, dan pengaruh pinterest terhadap selera.
di bawah ini adalah grafik dari studi di inggris yang memetakan saturasi piksel pada foto-fito dari tahun 1900an sampai 2020an.
grafik menunjukkan apa yang mungkin dirasakan oleh beberapa orang di antara kita; dunia kehilangan warnanya.
penurunan saturasi warna secara massal ini bukan cuma bersifat visual, tapi juga mencerminkan suasana hati masyarakat.
sebab terlalu banyak rangsangan dari layar dan notifikasi, banyak dari kita pengen lihat warna yang lebih tenang, kalem, dan ga terlalu agresif.
selain itu, di era visibilitas kritik yang berlebihan, berbaur terasa kayak cara bertahan hidup.
gerakan ramah lingkungan yang bikin kita menyenangi warna alami karna terasa berkelanjutan juga berpengaruh, padahal segalanya ga berubah kecuali warna yang kita pilih.
terakhir, ketidakpastian ekonomi juga turut bikin warna-warna hilang, sesuatu yang memiliki warna mencolok cenderung lebih singkat masa pakainya, akhirnya kita pilih warna yang netral supaya lebih aman.
ironisnya, pencarian akan ketenangan dan minimalisme justru berubah jadi lingkungan yang steril tanpa karakter.
sumber lain yang bisa dibaca:
https://t.co/oFRfZ90rQD
https://t.co/749hgUD2z4
https://t.co/N8yYMLAjDj
menurut gw, ada faktor bahwa di Indonesia, sekadar jadi white collar, decent salary, kelas menengah, itu belum cukup untuk sejahtera.
harus jadi top 1% baru bisa sejahtera, bayar aparat, kemana2 dikawal, ada masalah tinggal bayar2
karena kita sadar, terlalu banyak uncotrollable factor dan sistem yang ada ga reliable untuk kasih fairness
jadi, semua terdorong hustling, cari cuan, ngolah sana sini
karena kita insecure, when shit happens, ga banyak yg bisa diandelin ini negara.
lu kerja tiba2 dipecat? pesangon belum tentu dapet, kalo ada dispute malah repot, unemployment benefit ga ada
safety net warga tuh ga banyak, kalo shit happens beneran bisa free fall
No one informed me that the coolest looking movie ever made is a dramatization of a 1,000 year old epic poem from Kyrgyzstan.
The Universe of Manas (1995), Melis Ubekyev
“Mengkritik harus santun” tuh akal akalan penguasa didikte seolah kalau gak santun gak valid isinya, digeser ke tatakrama, jadi gak fokus ke kritiknya.
Lagian ya ngapain santun sama orang brengsek dan jahat.
Lu disuruh santun supaya gak menganggu stabilitas supaya bisa mereka cuekin karena gak menganggu.
kemarin tante gw (boomer) bilang staffnya "gen zs" pada lebih milih ngontrak dari beli rumah.
gw bilang "ya rumah aja harganya udah kegoreng karena lahannya habis dibeliin semua sama boomers buat "investasi". kan "tanah adalah aset" jargonnya boomers. milenial kebagian ampas. gen z lebih susah lagi."
staff2nya kek 😬😬😬 "mbak ini berani banget ngomong gitu ke ibu"
🤣 mumpung ada privilege ponakan.
Diluar betapa inklusifnya film Indonesia tahun 2000an, variasi genre dan narasinya juga jauh lebih beragam
Kita pernah punya film orang yang nantangin Tuhan, cewek yang punya Cinderella Syndrome, gigolo yang anunya digigit piranha sampai trauma dari diskriminasi minoritas
the answer is simple: indo digital economy run on deindustrialization. it didnt grow on production but on consumption. the result is pseudo growth triggered by hyperbolic valuation.