no komen soal isu diluar toko/didalam toko... tpi Almaz mmg scr empirik lg fase turun—koreksi nilai. Alami saja dlm bisnis... tp karna kemarin dia bawa isu-isu sensitif utk dagang. jadi ya pas turun banyak kena colek sana sini.
1). Produk viral umumnya melompat terlalu cepat ke puncak, lalu jatuh drastis. Banyak bisnis kuliner yang viral gagal menjaga stabilitas saat tren media sosial mulai meredup. Jika tidak ada inovasi, pelanggan akan bosan. Mirip Licester City lah, kalau di sepakbola abis juara kembali jadi semenjana. dan bisa jadi burger Aldi Taher mengalami hal serupa.
2. Kepuasan Pelanggan (Expectancy Disconfirmation) tidak terpenuhi. ada ketimpangan antara Harapan vs. Kenyataan. Video viral menciptakan ekspektasi yang sangat tinggi. Jika saat dicoba ternyata rasa biasa saja atau harga terlalu mahal, konsumen akan merasa tertipu dan tidak akan kembali lagi (no repeat order).
3. Abai terhadap fundamental bisnis, yaitu Teori Marketing Mix (4P). Bisnis harus seimbang antara Product (Rasa), Price (Harga), Place (Lokasi), dan Promotion (Viralitas).
🌱 Ayam Almaz sangat kuat di Promotion, namun jika Product (Rasa tidak konsisten) dan Price (Harga tidak kompetitif) diabaikan, pondasi bisnis akan goyah.
4. Kalau kata admin @_AmandaBrownies & Tosiba TV (ga bisa ditag akunnya). ada namonyo Strategi Samudra Merah (Red Ocean Strategy). Persaingan di bisnis ayam goreng sangatlah ketat dan berdarah-darah. dan artinya, Konsumen punya banyak pilihan. Jika rasa dan harga tidak lebih unggul dari kompetitor (seperti waralaba besar atau kaki lima lainnya), pelanggan akan dengan mudah berpindah ke merek lain.
pendapat lain coba tanya @bardanslm / @MikaelDewabrata / guru atau dosen FEB kalian.
Imagine if Iran bombed Washington and killed students in schools, what would you call it? Terrorists
The U.S. and Israel bombed Tehran and killed students in schools. Why do you call it a "pre-emptive strike"?
Bombing a school is a war crime under international humanitarian law