Justru ini yg bikin eksploitasi dosen perempuan berlapis2. Kerjaan admin birokratik seremonial perawatan dititipin ke dosen perempuan tanpa upah yg layak. Logikanya: ya kan mrk bukan pencari nafkah utama~~
Pekerjaan2 ini kami beri label “bureaucatic housework”. Mampir ya ke sini
Gak wajar anying kemarin lihat banyak banget nemu psikolog dan ilmuwan psikologi, malah mendukung persekusi terhadap kelompok rentan.
Artinya selama ini keterbukaan lo thd keragaman dinamika psikologis orang itu palsu dan evidence based practice lo gak beneran diterapkan?
homofobia gk bisa lepas dari misogini. ‘boti’ dihukum karena menanggalkan maskulinitas. kebenciannya ada pada laki-laki yang mengubah diri menjadi perempuan.
patriarki gak bisa menerima laki-laki lemah. kita harus tangguh, ampuh, dan tidak bercerita. masyarakat ingin laki-laki tetap diam sampai titik darah penghabisan, lalu
🚨UPDATE:
26 Juni di Palu ada demo tolak anti lgbt
Jujur janggal, baru kali ini terkait lgbt bs semasif itu di bbrp daerah. Dugaan gua ini sengaja dibenturkan sm demo mahasiswa kmrn dan menggantikan demo dukung program Prabowo kmrn jga.
the dead cat theory is happening in Indonesia right now 🫤🫤
y'all are too busy attacking lgbtqia that you guys are ignoring what's ACTUALLY happening in this country...
Buset, HIV itu awalnya dari zoonosis karena kebiasaan masyarakat Afrika berburu simpanse. Akhirnya gegara zoonosis tsb SIV nya pindah ke manusia dan jadilah yang namanya HIV. ini pelajaran ada di kurikulum SMA loh padahal dan ada di penyuluhan loh.... But semoga menambah ilmu ya
Penelitinya sendiri sampai klarifikasi loh gegara si dokter di bawah ini ngawur. Yuk bisa yok jangan dibiasakan misinformasi.
Faktanya homoseksualitas punya faktor genetik yg bersifat polifgenik dan punya pengaruh dari 8-25%
Jangan dibiasakan nyebarin hoax ya apalagi sbg dokter
Misleading ini.
Salahnya di "bukan bawaan genetik", tapi "bukan satu gen doang". Harusnya ya multifaktorial polygenic, non-shared environment. Paper-nya sendiri ngakuin genetics play a role, cuma nggak 100%.
Genetik disini ada kontribusi, dari Gwas heritability ~8-32%, twin studies lebih tinggi ~30-50% dan polygenic, bukan satu gen.
Non-shared environment (termasuk prenatal hormones, early development, stochastic factors) Ini yang persenan gede banget pengaruhnya. Bedakan dengan lingkungan sosial pasca lahir atau shared environment kek keluarga, teman, sosmed justru malah bukti untuk itu lemah.
Kesimpulannya ya, orientasi seksual muncul dari interaksi kompleks gen, biologis prenatal, faktor non-shared. Bukan juga born this way, tapi juga bukan pure choice atau lingkungan sosial doang, intinya kompleks.
Buat yang bingung koq membandingkannya identitas etnis dengan identitas seksual, pointnya bukan di identitasnya, tapi cara diskriminasi oleh status quo yang bisa menggunakan patologisasi & medikalisasi aktivitas dan perilaku yang gak menimbulkan disfungsi psikis tapi jadi dilabel dan dianggap bisa membawakan bahaya ke psikis. Patologisasi dan medikalisasi ini bisa digunakan dengan atau tanpa otoritas keilmuan psi-, tapi biasanya akan pakai tekanan dan penyalahgunaan otoritas psi- agar lebih terdengar menyakinkan seolah2 berpijak pada kebenaran ilmiah yang sulit dibantah.
Patologisasi ke identitas marjinal ini juga pernah dilakukan ke budak kulit hitam di Amerika yg hendak bebaskan diri dengan diagnosis drapetomania di DSM dan narasi “perempuan gila” ke ibu hijab pink yg ngelawan polisi taon lalu di Indo, perempuan2 yg ngelawan pemaksaan hijab di Iran, sampai perempuan yg kena label hysteria di jaman Freudian (some even argued dari jaman Mesir kuno udah ada semacam diagnosis hysteria khusus buat perempuan).
Jadi, semua identitas marjinal pada dasarnya bisa aja kena patologisasi & medikalisasi ini. Makanya yah kita perlu kritis sama interpretasi “temuan” ilmiah, pernyataan “organisasi/individu” profesional, terutama yang metode nya questionable dan penarikan simpulannya tidak mempertimbangkan konteks sosial dimana individu hidup & respons wajar apa yang bisa muncul untuk hadapi tantangan dalam konteks tersebut.
@BarcaBandidos Klo poin 2-8 itu debatable,tapi poin 1 fakta. Ronaldo adlh pemain satu-satuny yg dapet suspensi 2 match bannednya. Blm ada sejarahnya hukuman 3 match banned,diubah jadi 1 match banned + 2 suspended,baru aktif klo 1 tahun ini dpt merah. Match nasional jarng,mknya gmpang hangus