🚨 Pengabdian 27 tahun 3 bulan seorang ASN. Lenyap begitu aja..
Dari Eselon 3a, di mutasi ke Maluku Utara & jabatannya turun menjadi Pelatihan Teknis — yg setara dg golongan 2d.
Semua karena Menteri PU yang dzalim 🤡☠️
Hallo, pengguna X Kalau berangkat dan pulang kerja ketemu saya dengan kertas hasil mri di jepit di tas, itu saya.. Maaf ya.. Bukan maksud mau pamer hasil mri atau biar apa gitu. Saya penderita saraf kejepit. Dan, saya kepaksa banget harus jepit kertas kayak gitu di tas. Karena, dari luar saya keliatan baik2 aja. Tapi didalem, subhanallah sakit+nyeri banget... Tujuannya kalau ada yang minta bangku,jd tau tanpa dijelaskan
Karena, ada ibuk hamil yang minta bangku ke saya. Dan saya sudah bilang "maaf, gak bisa kasih. Saya lagi saraf kejepit" Dan respon nya seperti gak percaya saya sakit saraf kejepit.. Dia hanya liatin saya aja, dan gak mau cari lagi bangku lain. Dan kejadian juga ada ibuk2 minta bangku buat anak nya, saya jelaskan kayak tadi.. Dia cuman oh.. Sambil liatin saya aja haha dan minta tolong kesaya buat bangunin mba2 disebelah saya. Kan bisa ya dia bangunin sendiri heh
Udah ajuin isi form buat bikin pin disabilitas, tapi belum jadi juga. Karena krg surat keterangan saya sakit saraf kejepit dari RS. Saya udah minta, katanya gak bisa keluarin. Dan pihak KAI juga udah email saya, dan saya balas, kalau tidak ada atau tidak dapat surat keterangan saya sakit saraf kejepit gimana. Blm ada balasan,saya jg kepaksa pasang hasil mri seperti itu. Lalu gimana, saya juga bingung hehe. Saraf kejepit butuh waktu untuk penyembuhan dan waktunya gak sebentar.
ulis seperti ini cuman mau kasih tau aja hehe. , takut banget di julidin atau di foto (pd banget saya hehe) pas lagi tidur. Gak ada maksud apa2 pasang hasil mri seperti itu. Dan ada faedahnya juga pasang seperti itu. Dengkul saya udah gak di teken lagi hehe. Mungkin baca dan cari tau. Sekian itu aja, maaf sekali lagi buat bumil, lansia, atau ibuk bawa anak gak bisa kasih bangku saya☺🥲
cc : sspro01
Gondol besi fasilitas umum yang ada di area ramai di tengah kota, pakai alat pemotong besi sampai linggis. Aksi para "rayap besi" yang curi pagar taman di bawah Flyover Kampung Melayu, Jaktim.
Pantauan kumparan pada Selasa (7/7) kemarin, nyaris semua area yang sebelumnya dipasang besi, kini raib. Dinding beton penyangga pagar pun rusak.
Kasatpol PP Kecamatan Jatinegara, Teguh Nurdin Amali, sebut aksi pencurian pagar besi ini sudah terjadi sejak April lalu. Sementara saksi mata cerita, pencurian itu terjadi di waktu yang berbeda-beda. Ada yang sore, ada yang jelang tengah malam, bahkan dini hari. Katanya, pelaku pun tak langsung ambil semua pagar besi di sana.
Kejadian ini sudah dilaporkan ke polisi. Polisi pun sudah ke lokasi, tapi para pelaku itu tak ada, kucing-kucingan.
📸: Dok. kumparan/Pradya.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: focus | rayapbesi | news | svl | R169 | E164 | E103 | V179 | V165
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Hasil otopsi jenderal Ahmad Yani.
Tidak ada pemotongan kelamin, tidak ada disilet-silet. Blio meninggal karena luka tembak.
Narasi 1965 versi pemerintah, jelas BOHONG.
Nadira Az-Zahra (21), mahasiswi Telkom University dilaporkan hilang sejak Selasa (30/6). Keluarga pun mengungkap kejanggalan yang terjadi sebelum Nadira dinyatakan hilang yang mana dia tiba-tiba keluar dari semua grup WhatsApp (WA).
Budhi Purwa, paman Nadira, mengatakan sekitar pukul 10.00 WIB, Nadira berpamitan ke orang tuanya untuk berangkat ke kampus Telkom University, Bandung. Sekitar 20 menit setelah itu, Nadira masih sempat chat WA ke ibunya, mengabarkan dirinya telah tiba di kampus.
Namun, sekitar pukul 12.30 WIB, keluarga menerima notifikasi yang menunjukkan Nadira keluar (left group) dari seluruh grup WA keluarga. Merasa ada yang tidak biasa, keluarga langsung mencoba menghubungi Nadira melalui telepon dan WA, namun sudah tidak aktif.
Budhi mengatakan teman-teman Nadira juga mengalami hal serupa. Saat mencoba menghubungi korban, mereka mendapati Nadira telah keluar dari seluruh grup percakapan yang selama ini diikutinya. Tak hanya itu, keluarga juga menemukan akun media sosial Nadira sudah tidak dapat diakses.
Keluarga turut menyampaikan ciri-ciri Nadira, yakni memiliki tinggi badan sekitar 165 cm, berkulit sawo matang cenderung putih, serta berambut lurus. Saat terakhir pamitan ke kampus, ia pakai kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, kerudung krem, serta membawa tas ransel kuliah berwarna krem.
📸: Dok. Istimewa, Shutterstock/Ilustrasi.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.
📝: newsupdate | update | news | videonews | R169 | E164 | V165
#bicarafaktalewatberita #kumparan
2 santri ini korban kekerasan seniornya d ponpes NTB, sbrnya korban ada 3 tp yang satu meninggal dunia, 17 orang diperiksa polisi namun blm ada yg ditetapkan tersangka.
Biaya operasi ditanggung oleh keluarga, pihak pemerintah daerah sampai saat ini tak kunjung berikan bantuan hingga tetangganya buka donasi. Bahkan sempat diundang di podcast DC namun di cancel entah apa alasannya.
Menteri agama harus turun tangan benahi seluruh pesantren yg bermasalah dgn kasus kekerasan yg tinggi dan juga harus cepat berikan bantuan kepada korban.
Seorang perempuan bernama Nadira Az Zahra (21), warga Bandung, dilaporkan hilang sejak Selasa, 30 Juni 2026. Saat terakhir terlihat, Nadira mengenakan kemeja putih lengan panjang, celana jeans hitam, dan kerudung berwarna krem. Ia juga membawa ransel, laptop, tablet, serta telepon genggam.
Nadira memiliki tinggi badan sekitar 165 sentimeter, berat badan 50–55 kilogram, berkulit putih, dan berambut lurus. Keluarga mengimbau masyarakat yang mengetahui keberadaan atau memiliki informasi terkait Nadira agar segera menghubungi pihak keluarga atau kepolisian terdekat.
Meluruskan pemberitaan dari pihak keluarga bahwa Nadira ditemukan di rumah bibinya di Majalaya, Kabupaten Bandung diduga terjadi missed information pada sejumlah pihak yang turut membantu pencarian Nadira sehingga informasinya menjadi keliru.
Jika ada yang melihat harap hubungi Radio Elshinta 0215869000 / 0811806543
#InfoOrangHilang
NANGIS LIATNYA😭💔
warga aceh pasti bingung gimana. mereka sedih, kecewa, marah, hilang harapan, tapi mau gimana lagi hidup masih terus berlanjut dengan keadaan mereka yg kaya gini
udh 8 bulan berlalu tapi aceh masih jauh dari kata pulih 🥀
🚨 Rakyat Papua di Intan Jaya melakukan long march atas kejadian pembantaian beruntun oleh TNI. #PapuaDaruratMiliter
- Ibu Merkina Duwitau & bayi tujuh bulan dalam kandungan meninggal kena peluru TNI nyasar
- Bapak Pendeta Elianus GKII dan Okto Tigau usia 19 tahun tewas ditembak aparat,
- Pastur Gereja Katolik Yanuarius dan 2 pekerja gereja yang mobilnya ditembaki.
This is so heartbreaking 💔💔
#IndonesiaGelap
Begitu parahnya Indonesia, aparat bertengkar dgn seorg sipil yg menegur dia berkendara di atas trotoar. Ia lalu turun dari motornya mau menghajar penegur wanita tsb. Apa bisa dicek wajah aparat ini?
Lokasi: dari Stasiun Depok ke arah Jl. Pemuda. Saat di dekat Steak Moen-Moen
BREAKING: Dugaan Pungli Santunan Korban Kecelakaan di Cirebon Timur.
Seorang pengguna Threads membagikan kisah pilu tentang kepergian ibunya akibat kecelakaan kereta api.
Di tengah suasana duka, keluarga korban diduga menghadapi pemerasan oleh oknum aparat kepolisian dan satgas perangkat desa. Oknum tersebut menghubungi korban untuk meminta uang muka sebesar 3,5 juta rupiah.
Tim BNFI sudah menghubungi korban secara langsung untuk mengonfirmasi seluruh kronologi kejadian tersebut. Melalui konfirmasi ini, korban menjelaskan bahwa oknum perangkat desa itu berdalih uang tersebut berguna untuk pengurusan santunan Jasa Raharja.
Pelaku juga menyatakan akan ada potongan lanjutan sebesar 15 juta rupiah setelah santunan senilai 50 juta rupiah cair. Oknum mengklaim uang belasan juta rupiah tersebut untuk pihak kepolisian setempat.
Total dugaan pungutan liar mencapai 18,5 juta rupiah.
Korban merasa bingung dan ketakutan karena awam hukum. Namun korban berhasil merekam seluruh percakapan rincian biaya tersebut sebagai bukti kuat.
BNFI juga sudah memberikan saran kepada korban untuk mengamankan file rekaman ke penyimpanan digital. Identitas korban akan terjaga sepenuhnya demi keamanan dari dugaan intimidasi lokal.
Kabar baiknya, pihak KAI @KAI121 melalui akun resmi sudah memberikan respons cepat. Mereka menyampaikan rasa prihatin mendalam dan meminta kronologi lengkap kejadian.
Korban kini sedang mengirimkan detail waktu, tanggal, dan lokasi kejadian melalui pesan langsung ke akun resmi KAI.
Masyarakat perlu tahu bahwa pengurusan santunan Jasa Raharja @pt_jasaraharja sepenuhnya gratis. Dana santunan masuk langsung ke rekening ahli waris tanpa ada potongan sepeser pun.
Publik harus terus memantau kasus ini bersama agar proses investigasi berjalan transparan dan objektif.
Tangis Pilu Ibunda dr. Icha: Perpisahan Terberat Seorang Ibu untuk Anaknya
Testimoni langsung Ibunda Dr. icha:
“Kamu catat, saya anggota dewan komisi 3 yang membawahi kementerian kesehatan bla bla bla……..”
“Saat ini juga saya bisa berhentikan praktek kamu”
“Panggil wartawan”
“Mukanya ditunjuk tunjuk….”
Bayangin suasana suram di IGD tersebut, dan dr. Icha sudah mengaku ke ibunya dalam kondisi sangat ketakutan dan terintimidasi.
Tolong Saya.ibu saya mengalami kecelakaan kereta api meninggal dunia tapi pihak kepolisian meminta uang 3 juta 500 ribu di katakan oleh pihak desa. Tolong yang mengerti hukum bantu saya😭😭😭kami orang desa yang tidak tau apapun uang Asuransi dari pihak KAI mengatakan 50 juta namun di potong oleh pihak polisi 15 juta berkata untuk biaya transportasi dan uang 3 juta 500. Tolong saya mohon😭nyawa di negri inj seperti ini ya allah.
Tolong bantu saya siapa pun😭😭🙏🙏kecelakaan ibu saya meninggal dunia tertabrak kereta api kami belum menerima apapun jenis pertanggung jawabaan malah kami harus keluar uang di depan sebesar 3 juta 500 untuk proses jasaharja di katakakan oleh prangkat desa dan yang meminta itu polisi setempat dengan rincian uang 15 juta untuk biaya transportasi urus urus oleh polisi dan uang muka di depan 3 juta 500 keluarga kami berduka namun seperti ini ya allah harus keluar uang lagi untuk proses ny
cc : eylisa_liz
dr. Icha, 27 tahun, dokter di TTU, NTT.
Tangani pasien gigitan ular.
IDI konfirmasi: sesuai SOP medis.
Tapi tiga anggota DPRD TTU , kerabat pasien , datang, membentak, dan memicu bullying berat di media sosial.
Ironisnya , dua dari tiga pelaku diduga datang dalam pengaruh alkohol
Gubernur NTT mengaku sudah tahu sejak awal.
Responsnya? Berharap "diselesaikan secara baik-baik."
Hasilnya:
dr. Icha pergi selamanya di usia 27 tahun.
Dengan surat wasiat yang isinya satu pesan:
"Jangan ada tenaga kesehatan lain yang jadi korban."
Dokternya benar. Prosedurnya benar.
Yang dilindungi sistem justru yang salah.
Ini bukan sekadar tragedi.
Ini kegagalan negara melindungi para pahlawan kesehatannya sendiri.