Bedanya program bener dan enggak: liat kalau dicabut, yang protes yang nerima manfaat.
***
Kalau BPJS dihentikan yang protes rakyat yang berobat
Kalau KIPK dihentikan yang protes mahasiswa penerima
Kalau Subsidi BBM dikurangi yang protes rakyat kecil
***
Kalau MBG dihentikan, yang protes siswa dan ortunya?
Nggak. Bukan.
Yang protes pegawai SPPG.
***
Jadi siapa penerima manfaat MBG?
@Jakartalk izin nambahin bang
ketiga: (video ini diambil tadi siang) di aceh tamiang, rumah dan sekolah masih banyak yang hancur, tp sppg dan kopdes merah putih udah berdiri kokoh.
βKehadiran Satgas PKH atau militer sangat salah arah. Masak kami dibenturkan dengan TNI. Kami bukan perampok,β kata Jerome.
βKami lebih dulu ada. Masyarakat sudah bayar pajak ke negara. Apakah kami yang punya SHM lebih dulu yang harus keluar?β kata Fajri. https://t.co/CemPfpmQnv
Pemerintah Indonesia sering banget menggunakan berbagai definisi kesejahteraan yang berbeda-beda.
Untuk menunjukkan keberhasilan pembangunan, digunakan angka kemiskinan ekstrem yang sangat rendah, yg bahkan jauh di bawah kriteria lembaga global seperti Bank Dunia.
Untuk program bantuan sosial digunakan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dengan desil tertentu.
Untuk subsidi rumah digunakan kategori MBR yang jauh lebih luas.
Untuk program lain digunakan kategori rentan miskin, hampir miskin, atau masyarakat menengah rentan.
Akibatnya satu keluarga bisa tidak dianggap miskin untuk menerima bansos tertentu, tetapi dianggap berpenghasilan rendah untuk memperoleh subsidi rumah, sekaligus dianggap kelas menengah dalam laporan ekonomi.
Ini contoh nyata fragmentasi indikator kesejahteraan.
gue baca di threads, UMKM banyak merugi gara2 pemadaman listrik dr PLN.
adonan mereka gagal, ikan nila jualan mereka mati. Ini baru sebagian, aslinya masih banyak lagi org2 yg usahanya terganggu.
Sedangkan info pemadaman cuma ada di medsos.
Pernah kebayang ga fasilitas publik se-vital stasiun Kereta Api kena pemadam listrik juga??
Itu yang terjadi malam ini di Stasiun Surabaya Gubeng.
Untung aja ada backup genset. Kalau ga, gimana ngatur sinyal perjalanan ratusan KA dan proses boarding ribuan penumpang?? πͺ
@aik_arif Ini yg korban banjir Aceh 2025 mau ke sekolah aja harus nyeberang sungai, meanwhile ada yg buang-buang duit utk keperluan nggak krusial.
https://t.co/c2vDvsEK2U
Logika Fatimah ini jauh lebih bener. Lagi pula, anak-anak di daerah yg akses sulit kebanyakan jg nggak dapat MBG. Aku share lagi deh gambar anak2 di Pulau Kera, NTT, yg belajar di bawah pohon krn nggak ada ruang kelas, dan mrk sama sekali nggak dapat MBG. Tapi, yg mrk butuhkan justru bangunan sekolah dan guru-guru.
Sebaliknya, MBG itu lebih banyak di kota, utk anak-anak yg sebenarnya nggak butuh makan lg. Dan akhirnya banyak yg nggak dimakan. Bahkan, yg sudah aku lihat sendiri di desa-desa Indramayu, anak-anak buruh tani pun enggan makan MBG. Kebanyakan dibawa pulang dan diberikan ke itik atau ayam.
@ardisatriawan Di mk pertarungannya beneran pake data, argumen hukum yang rapi, dan semua terdokumentasi dengan transparan.
Gerakan turun ke jalan itu krusial buat bangun kesadaran publik, tapi jalur formal berbasis data kayak gini emang menohok banget buat desak perubahan segera.
Pantesan nggak ada TNI ternyata demo buzzer, duit pajak di pake buat bayar buzzer demi program laknat, lahan basah koruptor
Dari demo buzzer ini, fix guys, MBG HARUS STOP, koruptor nggak mau kehilangan lahan basahnya
MBG/ KOPDES HARUS STOPPP
#demo#indonesiagelap
Gw muak banget apa2 yg musti latihan Militer. Inikan kopdes katanya nanti mirip Retail. Gw ajarin sini gw 10 taun di FMCGππ»
1. Belajar management Inventory
2. Sourching barang yg mau dijual kan katanya barang Umkm.
3. Display & FIFO. Yang full fill dan full assortment. Jangan tuh kayak toko mau bangkrut.
4. Belajar management Shrinkage, yahh meskipun yg nyolong bukan rakyat/pembeli.
5. Belajar supaya didalem Toko gak panas soalnya bangunanya Seng πππ»
Kalian sadar gk ?
banyak daerah yg udah mulai demo tapi gk disiarkan media
Daerah yg sudah mulai Demo:
- Jakarta (Cikini Raya & Badan Gizi Nasional)
- Bandung (DPRD Jabar)
- Medan (Lapangan Merdeka)
- Kendari (Bundaran Tank)
- Semarang
Katanya mulai merembet ke Sulawesi & Sumatera juga π
Teman-teman, di umur berapa kalian baru tahu kalau secara Fisika pendinginan, kita tidak bisa membedakan penggunaan air mentah atau air matang dari visual bening atau keruhnya es batu yg dihasilkan? π²
Yak, karena memang tidak begitu hubungannya! π
Eh ini di daerah lain juga banyak yang mati listrik ya? Duh ada apa ini π Nunggu besok ada yg bikin teori konspirasi. In this era nggak bisa nggak curiga.
INI MAL-ADMINISTRASI GAK SIH?
PRABOWO BENER-BENER GAK PAHAM TATA KELOLA UANG NEGARA YA?
Masak,
Menteri minta anggaran 5 triliun, dikasih 10 triliun.
Minta 100 triliun, kalau bisa dikasih 335 triliun. (MBG)
Nyambung juga,
ditanya sumber uang plesiran darimana, kalo ada lebihnya ditanggung sndiri.
Lah emg bisa campur2 gtu?
Sembarangan banget..
Terlepas dari itu,
Rakyat cuma minta satu hal:
Uang sebanyak itu hasilnya apa? Kalau sekolah masih rusak,
jalan masih berlubang,
harga kebutuhan terus naik,
dan korupsi masih jalan,
yang dibutuhkan bukan anggaran lebih besar, tapi pengawasan yang lebih besar.
Karena yang membuat negara maju bukan seberapa banyak uang yang dibelanjakan,
melainkan seberapa besar manfaat yang dirasakan rakyat.
Global investors are rapidly losing confidence in Indonesia as the nationβs stocks tumble at the fastest pace worldwide and its currency sinks to all-time lows https://t.co/laOzvsf8t2
Nyungsepnya rupiah sampai jebloknya IHSG tak bisa dilepaskan dari kepercayaan investor terhadap iklim investasi Indonesia termasuk persoalan tata kelola Danantara itu sendiri.
Lewat PP 19/2026, holding investasi di bawah Danantara bisa dapat suntikan modal dari APBN yang kita tahu semua, sumber utamanya dari pajak rakyat.
Pertanyaannya sekarang, di mana laporan keuangan Danantara yang bisa diakses rakyat? Nihil!