: lo sendiri tujuan travelingnya kemana?
: modelan traveling ku chill aja haha
: kaya keliling kota aja gitu?
: iya begituuu. lumayan 20k steps
: itu bukan traveling dong wkwkw
: you may have a different type of travelling yourself. so fuck off
si paling traveling tuh 🙂
Pernah denger quotes ini?
"Perihal lekuk tubuh, siapa yang tak doyan? Tapi, kecerdasan membuat penasaran. Karena isi celana itu-itu saja, sedangkan isi kepala ada-ada saja"
Gw suka banget lagi sama quotes itu.
Sampai gw bisa ambil kesimpulan bahwa yang sebenernya kita butuhkan dalam hubungan itu adalah “connection”. Nah menurut gw, “connection” yang ideal itu baru bisa tercapai di antara 2 orang yang punya level kecerdasan yang setara.
Kecerdasan di sini macem2 bentuknya ya, gak cuma soal kecerdasan intelektual. Bisa kecerdasan emosional, kecerdasan spiritual, dll. Kalo level kecerdasannya setara, ngobrol apapun jadi nyambung (either small talk or deep talk).
Karena sebagian besar waktu yang kita habiskan sama pasangan itu ujung2nya ya ngobrol, terutama buat yang tujuannya LTR ya. Jadi kalo udah ketemu seseorang yang level kecerdasannya setara dan energinya “match” sama kita, sebisa mungkin jangan sampe lepas 😬
korang malaysian, kalau an indonesian kata “gak pedes sama sekali” tu sebenarnya pedas nak mampos menggelepur bagi kita. jangan percaya!!! ini lah penipuan terbesar rakyat Indonesia
: jauh mainnya mbak ke alam sutera
sutera
: iya pak ketemu temen di tengah²
: tengahnya aja baru alam sutera? jauh banget temannya mbak
: hahahahaha gapapa pak. namanya juga saling mengusahakan
What makes Remus Lupin such a great character is that he saw Harry as a person, not as a prophecy or a replacement for James. Dumbledore often treated Harry like someone who had a role to play in a bigger plan, while Sirius loved Harry but sometimes saw too much of James in him.
Lupin saw what Harry really was: a lonely, traumatized kid who needed someone to listen to him, teach him how to protect himself, and treat him like a normal human being.
When Lupin taught Harry the Patronus Charm, he wasn’t preparing a soldier for war. He was helping a grieving kid face his worst memories and giving him a way to protect himself from them. That’s what made Lupin’s kindness so meaningful, he helped Harry without expecting anything from him.
demi Allah gua benci banget kalau bete tanpa sebab begini. mau dicari akar penyebabnya juga kaga nemu. mau curhat ke orang malah ngasi energi negatif. mau dipendem kena penyakit.