Guyss kalo kalian ke Uluwatu jangan lupa mampir ke Thirst Trap, ramein reviewnya, soalnya kemarin dapat bad review sama zionist karna pasang bendera palestine di cafenya
UPDATE:
Pelaku SP ternyata melakukan pemerkosaan terhadap anaknya hampir tiap hari selama 2 bulan. 🤬 BIADAB!
Pelaku juga cekoki anaknya untuk mengkonsumsi pil KB, agar korban tak hamil & tak ketahuan warga. 🤬
Pelaku adalah duda yg ditinggal mati istrinya.
Motif utamanya karena pelaku kecanduan konten pornografi. Menjijikan. 🤮
Kekerasan seksual selalu terjadi pada malam atau dini hari saat korban tidur, pelaku memanfaatkan kondisi rumah yg sepi. Keterbatasan ruang juga yg membuat korban & pelaku tidur di area ya sama.
Semoga pelaku segera mendapatkan hukuman terberat!!
TW // Kekerasan seksual terhadap anak
Biadab! Lagi-lagi ada ayah kandung yg bejat, malah jadi pelaku KS! 🤬
Di Sidoarjo, seorang laki-laki berinisial SP, usia 58 thn, ditetapkan sbg tersangka karena melakukan pemerkosaan terhadap anak kandungnya sendiri yg berusia 13 thn!
Laporan masuk pada 1 Mei 2026. Polisi langsung melakukan penyelidikan & menangkap pelaku.
Kekerasan seksual tersebut diduga terjadi pada Maret–April 2026, berulang kali, di lingkungan rumah, di wilayah Kec. Wonoayu.
Indonesian backrooms would be an old shopping mall when all the shops are closed and you’re not sure where each alley leads to. it’s not GI or any modern-looking mall. think pasar senen, thamrin city
“Kaget dengar dia 17 tahun.”
Seorang WNA Jepang mengunggah video di YouTube pada 26 Agustus 2025 yang mengaku telah menyewa layanan seksual dari seorang gadis Indonesia berusia 17 tahun di lokasi yang dikenal sebagai “Royal”, lokalisasi di pinggir rel kereta api, Jakarta Utara.
pramono anung can you plagiarize it. there are SO many free and affordable activities in jakarta all the time. do it and drive people away from padel and hyrox and dubai chewy cookies or whatever overhyped overpriced gentrified stuff jakartans are unhealthily obsessed with
https://t.co/rBJsZ3zX4G
Indonesia has kidnapped and threatened Mama Yasinta Moiwend (Mama Sinta), one of the Marind tribe featured in the documentary Pesta Babi, into denying the film and its message.
Pesta Babi, which focuses on the Merauke sugarcane megaproject, reveals a simple fact: that Indonesia is destroying West Papua’s ancestral forest for profit. It is a moderate film, which does not show the real truth – that all West Papuans want freedom and independence instead of colonial ‘development’. Despite this, Indonesia has done everything they can to destroy it.