jatuh cinta banget sama qoutes ini :
"tuhan tidak akan menciptakan sedih, tanpa merencanakan bahagia setelahnya"
one day you will be the best version of you
"Lebih pilih mana, sama dia sakit atau ngga sama dia jauh lebih sakit?"
Kataku pilih ngga sama dia jauh lebih sakit. Iya sakit banget, tapi kan diawal aja. Harus bisa merelakan yang menurut kita baik demi mendapatkan seseorang yang benar-benar baik, bukan?-
Teruntuk wanita:
Jika di masa gadismu tidak seberuntung wanita lain, tidak seperti kebanyakan wanita lain yang apa-apa dirayakan, semoga nanti kamu dimuliakan, dibahagiakan dan dirayakan ketika sudah menjadi istri.
Hidup lebih lama untuk siapa nanti yang akan memberimu bunga pertama, menemani belanja, menunggu kamu berdandan, mendengarkan ceritamu, untuk siapa nanti yang tak siap kalo melihat kamu menangis. Jadi, bertahan ya? perjalanan kita masih panjang 🫶
Ternyata setelah banyaknya tangisan dan overthinking yang berkepanjangan, akhirnya aku bisa ngajarin hati aku untuk ikhlas menerima semuanya dan menjadi perempuan tenang tanpa membenci apapun maupun siapapun.
lu ga akan pernah nemuin kebahagiaan yang sama pada tiap orang yang berbeda, everyone has a different warmth and sense of comfort. so, please appreciate orang yang ada buat lu sekarang. karena, lu belum tentu nemuin dirinya dalam diri siapapun lagi.
setelah aku melepaskanmu dengan ikhlas?
aku mulai menyadari bahwa wajahmu biasa saja, feedbackmu tidak ada, playing victimmu hebat, rasamu tak seberapa, kelebihanmu hampir tidak ada. tapi ntah mengapa aku dulu begitu tergila-gila,
Sebelum menjadi perempuan yang setenang ini, aku pernah menjadi perempuan berisik yang menuntut keadilan dan kesembuhan atas lukaku. Sampai akhirnya aku memilih berdamai dengan keadaan, dan benar saja semuanya membaik secara perlahan.-
“Stop menormalisasi ngomong sesuka hati”
Ingat, nggak semua orang hidupnya lagi baik-baik aja. Kadang yang dilihat baik-baik aja, bisa saja jauh di dalam lubuk hatinya dia lagi berantakan dan lagi berusaha keras untuk bertahan.-
Segila apa pun kamu terhadap seseorang. Jika dirinya tak pernah menaruh minat padamu, kamu hanya akan menjadi gelandangan di matanya.
Sehebat apa pun kamu memperjuangkan seseorang. Jika dirinya tak pernah ingin hatinya kamu menangkan, maka kamu hanya akan menjadi seorang pecundang di hadapannya.
Setulus apa pun perasaanmu terhadap seseorang. Jika dirinya menyengaja buta dan tuli kepadamu, maka kamu hanya seorang pengemis di pandangannya.
Mulai sekarang berusaha menerapkan mindset “berdamai dengan hidup”, karena banyak hal yang diluar kendali kita. Tidak semua hal bisa diubah, oleh sebab itu mari belajar ikhlas dengan apa yang sudah terjadi dan terus melanjutkan hidup dengan versi terbaik.-