JADWAL PIALA DUNIA 2026 🌎🏆
Bookmark postingan ini biar gak ada pertandingan yang kelewatan! 🔥
Repost dan share ke teman, tongkrongan, dan grup keluarga. Siap-siap begadang selama sebulan penuh 😅
- Thread tentang Twist -
Kemaren pas kondangan ketemu temen yg lagi apply kerja untuk content creator sebagai kreatif dan nanya;
“Waktu kerja bareng Bang Raditya Dika selama 5 tahun kemarin, day to day tasknya ngapain aja, sih?”
Saya setiap hari adalah nyari ‘twist’.
"Ko, kok bisa elu bikin si Ibu itu setuju ya? Padahal dia udah bilang bener-bener ga bisa lho"
Ini cerita detail taktik saya dapet YES, padahal sudah berkali-kali diinfoin NO! dengan tegas.
Jadi gini...
Adik ku, Amel, diloloskan saat dia memilih jurus IPA. Nih anak sebenarnya udah pernah konsul ke gue soal jurusan, and I know, dia itu sebenarnya butuh 2x effort dibanding temen-temen lainnya utk mata pelajaran eksakta.
I suggested her to go for IPS.
Tapi ya namanya anak SMA, pengen masuk IPA. Konon lebih keren ketimbang IPS. Bahkan di SMA ku, IPS itu kayak warga kelas 2, ga dapet prioritas.
Fast forward, tahun ajaran baru dimulai, dia masuk IPA dan langsung menyesal di hari pertama. 🙃 IPA itu berat. Kimia dan Fisika terutama. Amel was not that kind of girl. Dia bisa, tapi effortnya harus gede untuk paham untuk bisa.
Bu Maria udah warning jauh sebelum beberapa anak "berulah". Dia udah tau penyesalan ini akan terjadi. Ini udah makanan tahunan Beliau lah.
"Ga ada yang boleh pindah lagi. Pokoknya ga bole", ultimatumnya.
Amel stress, sangat stress. Dia menyesal, sangat menyesal.
"Ko, bisa ke sekolah ga, bantu ngomong sama Bu Maria"
Gue males sebenarnya. Konsekuensi itu harusnya dia tanggung aja. Tapi... kalo dia kerepotan di sekolah, ya di rumah gue yang repot juga musti bantuin kimia dan fisikanya dia. 🙃
Ini kaya cerita membiarkan ular yang masuk ke peternakan dan ingin memangsa tikus. Tikus minta bantuan, tapi ga ada yang peduli. Akhirnya semua hewan mati karna peternak dipatok ular. Tikus malah baik-baik saja. Silakan googling cerita itu, bagus banget.
Akhirnya gue temui Bu Maria di sekolah. Amel menunggu persis di luar ruangan bareng beberapa temennya. Saat itu jam istirahat.
"Saya udah bilang ke anak-anak, ga bole pindah jurusan lagi Pak, mohon dimengerti. Ga gampang lho Pak kami ini set kelasnya"
Setelah saya sampaikan maksud saya, selanjutnya saya fokus mendengar Bu Maria aja, tanpa perlawanan.
"Iya Bu, saya juga sudah cape bilang sama Amel, kalo sudah diputuskan jangan berubah-ubah"
Gue berada di pihak yang sama dengan Bu Maria. Amel itu musuh kami berdua.
"Kami harus menjaga agar nilai anak-anak ini tetap bagus Pak. Jadi peringkat keseluruhan sekolah kita gak jelek"
Ini kata kunci, gue simpen dulu.
"Ya, Bu, saya tau kemampuan Amel, makanya dari awal saya itu minta dia pilih IPS saja, dia itu ngeyel mau ikut teman-temannya. Susah dibilangin".
Lagi-lagi Amel gue jadiin musuh kami berdua.
Ok, setelah we both are standing on the same side, it's time to do the job.
"Saya kebayang repotnya pindah-pindahin anak-anak ini Bu. Ga gampang ya kerjanya Bu"
"Iya Pak"
"Amel juga sudah kasi tau kalo Bu Maria sudah jauh-jauh hari mengingatkan dan antisipasi hal ini sebelum terjadi"
"Iya Pak"
"Saya setuju Bu, itu bagus agar anak-anak kita ini bisa memutuskan dengan lebih baik kan ya"
"Iya Pak"
"Apalagi kan sekolah mau nilai anak-anak bagus dan bikin peringkat sekolah tetap baik, ya Bu"
"Iya Pak"
Sudah dapet beberapa "Iya Pak", saatnya closing statement.
"Amel ini Bu, saya mau dia jadi juara 1 di IPS, bukan paling bontot di IPA. Saya stress Bu tiap ngajarin dia IPA. Bisa saya marahin, ga jarang dia nangis. Ga kebayang kalo dia tetap di IPA, bisa-bisa malah bikin peringkat sekolah jadi buruk. Ibu juga ga mau kan kalo itu terjadi"
"Iya sih Pak"
"Jadi saya minta tolong, agar kita gak sama-sama stress gara-gara Amel ini Bu, bantu dia sekali ini aja untuk pindah ke IPS. Setelah itu saya ga mau lagi datang ke sini untuk membujuk Ibu balikin dia ke IPA. Dia harus tetap pada keputusannya. Boleh Bu?".
Bu Maria setuju.
Amel tersenyum lebar.
"Ko, temen-temen ku kagum karna elu bisa bikin Bu Maria yang killer itu berubah pikiran", dia ngasi tau saat pulang sekolah.
I actually tried a tiny communication trick I learned from "How to talk to anyone" by Leil Lowndes. If you haven't read that book, go get one.
Tapi gue juga percaya, butuh luck di proses itu. Momennya pas aja. The universe conspired to my favor.
Make sense ya.
Kalo mau mulai sesuatu yang baru di 2024 nanti, saran ku, coba fokus personal branding. Jual diri itu paling gampang karna kita ga punya kompetitor. Trus cukup ngasi value aja ke orang lain. Simple.
Step-by-stepnya gini lho:
Satu, pilih paling nyaman sharing di platform apa. Satu aja dulu, ga usah berusaha hadir di semua social media. Yang kita bisa bikin contentnya dengan mudah. Ga butuh waktu banyak, ga ribet.
Dua, coba kenali diri sendiri dulu. Apa saja peran kita dalam hidup ini? Biasanya kita itu punya beberapa profesi/keahlian/peran. Contohnya gue: programmer, pengusaha di IT dan media, automation enthusiast, speaker, husband, father, dll.
Ketiga, dari persona di step ke-2, tentuin kita pengen bahas topik apa? Pilih beberapa topik yang mau dijadikan content. Kita pengen dikenal sebagai apa? Contohnya gue milih: tech, business, social media, and life lessons.
Keempat, tentuin kita mau dapet "uang" dari mana aja jika sudah dikenal orang nanti? Sales funnelnya ke mana? Misalnya: pengen jualan online course, pengen jual produk/jasa, dll. Jadi ada tujuan untuk profit.
Kelima, mulai bikin content dari topik-topik yang udah ditentukan tadi. Bikin judul-judul spesifik.
Contoh:
3 kesalahan awal saya ketika merintis bisnis
Pengalaman menang project padahal harga paling mahal
Cara saya grow akun dari 0 sampe 10K followers
Tips Instagram yang 99% orang ga nyadar
Ada banyak banget content yang bisa dibuat. Bahkan untuk ngebicarain 1 point yang sama, bisa ada 10 bahkan 100 cara ngebahas yang berbeda.
Gue biasanya "menangkap" ide-ide yang muncul dengan cara mencatatnya di Telegram. Jadi bikin 1 channel dengan nama My Thoughts yang isinya saya sendiri, trus semua pikiran yang lewat saya simpan di sana.
Ide-ide itu gue kembangkan jadi tulisan/video/gambar.
Setiap hari juga diusahakan mengkonsumsi content orang lain. Dari kegiatan membaca/menonton content-content lain terkait topik kita, biasanya akan mudah spark ide-ide untuk content kita sendiri.
Keenam, analisa performance content-content yang kita buat. Mana yang perform, mana yang engga. Kira-kira kenapa content tertentu bisa viral? Sadari apa yang dicari oleh audience. Jadi personal branding game kita makin lama akan makin "tajam".
Coba simple framework ini. Jangan kebanyakan mikir.
Mulai besok, 5 Desember 2023, kumpulin aja dulu ide-idenya. Lempar aja dulu. Apapun yang muncul di kepala, catet.
Mulai 1 Januari 2024, luangkan 1 jam setiap harinya untuk bikin content. 1 jam aja, ga usah lama-lama. Block your time. Pilih 1 ide content dari yang sudah dicatet. Kembangin jadi caption, jadi video, jadi gambar. Bebas.
Posting konsisten setiap hari selama 1 tahun. Ga usah ada jeda. Show up every day.
Make sense ya.
[THREAD]
Setelah 10 tahun lebih gw di dunia kerja,
mulai pas jadi intern, executive, senior exec, junior manager, senior manager, dan Lead,
..inilah semua patah hati terbesar gw di dunia kerja.
Mudah2an loe semua bisa belajar dari sini.
Feel free to share yours.
Let's start.
Slow Living! Apaan sih slow living?👋🏻
Hidup seperti Larry?
Harus pindah ke desa? NO!
Goler-goler malas? Procrastinate? NO!
Akhir-akhir ini sering banget denger Slow Living? Aku sebagai penganut slow living sejak 5 tahun lalu mau berbagi pengetahuan tentang Slow Living lifestyle
Tujuan karir selanjutnya belum tentu soal naik gaji
Bisa juga gaji sama tapi
- Ngerjain yang kita suka
- Dikelilingi orang yang asik
- Lebih ngasi work life balance
Lebih banyak gaji belum tentu yang kita butuhin saat ini
The Little Book of Deep Learning, François Fleuret, University of Geneva
Arguably one of the most concise deep learning books on the web. Covers a range of topics from fundamentals, efficient computation, training deep models, architectures, applications, and generative tasks.
The book is also designed to fit on phone screen!!
Free copy: https://t.co/ayzhKWCt7j
(The author of the book, @francoisfleuret, also has a fantastic deep learning course and its materials are publicly accessible: https://t.co/lVMAzytc1s)
Langganan F1 TV Pro. Pakai VPN.
Lalu pakai F1 Multiviewer, disitu ada transkrip radio kalau saat balapan. Atau kalau ingin tahu komunikasi radio di race sebelumnya, bisa cek kamera onboard tiap pembalapnya. Bisa dengar pembalap bicara dengan race engineer di situ.
Buat yang ke Jepang dengan mental, "ngapain makan brand X, di Indo juga ada"
Please, pikir ulang deh. Mau coco curry, yoshinoya maupun Gindaco jauuuh lebih enak daripada yang dari di Indo.
Kualitas bahannya, dan food knowledgenya menurutku yang bikin beda.
Harga jg ga beda2 amat
Beberapa tahun lalu, sempat punya kedekatan emosional dengan orang yang cara komunikasinya dalam menyelesaikan konfik adalah dengan ngasih silent treatment
berhari-hari, berminggu-minggu, bahkan beberapa bulan.
Akhirnya ada satu titik yang harus membuat kedekatan itu putus.
Efeknya: mental breakdown 😂
Karena—dan baru tersadarkan bahwa—selama berada dalam kedekatan itu, saya menggantungkan rasa bahagia dan perasaan fulfillment ke faktor eksternal; orang tersebut.
Kemudian berusaha menghibur diri dan mengalihkan pikiran dengan cari kesibukan:
👉🏻 Aktif grinding skill ngoding
👉🏻 Ikut kursus bahasa inggris
👉🏻 Olahraga; dan
👉🏻 Bikin setup kerja yang selama ini cuma bisa pengen aja
Efeknya, sekarang bisa merasa bahwa diri ini sudah sepenuhnya lengkap. dengan atau tanpa orang lain. Nggak punya attachment berlebihan ke orang lain.
Dan jadi belajar bahwa sampai kapanpun, tetap akan selalu ada momen kita kehilangan hal, orang, atau apapun yang kita cintai.
dan itu sepenuhnya normal.
Yang nggak boleh adalah, kehilangan diri sendiri.
✨
Banyak punggawa media sosial dan artis yang beberapa hari ini rame tentang polusi udara. Terus di grup kantor, ada yang share foto ini. Gw gak tahu ini punya siapa, kalau ada yang punya kasih tahu ya. Nah Gw cerita dari apa yang gw tahu.
Utas / A Thread
MOVE TO SINGAPORE FOR FREE 2024
NO IELTS, TOEFL, GRE, GMAT
Tuition + stipend + Airfare + Settling in Allowance for BA, MA & PhD students to NUS, Singapore
Deadline: December 1
I have helped 11+ students in 2023 get scholarships abroad. If you want to work with me, DM me