Kenapa MBG dan KDMP kacau? Karena sistemnya komando.
Mereka gak mau tau, yg penting bisa ngebangun 19 ribu SPPG dan 80 ribu kopdes dlm waktu yg singkat. Akhirnya semua serba dipaksakan.
Proyek yg dihasilkan pun jadi prematur dan jadi ladang korupsi. Tinggal nunggu waktu aja, mega proyek ini jadi benalu yg menggerogoti APBN dan ngerusak pelan2.
SEJARAAAAAAAHHHHH!!!!!
Untuk pertama kali, Timnas Futsal Indonesia mengalahkan Jepang di laga resmi.
Untuk pertama kali, Timnas Futsal Indonesia lolos ke FINAL Piala Asia.
Sebuah hasil yang membanggakan. Sebuah perjuangan yang sangat-sangat membanggakan!
Exactly, sebenernya tolak ukur pinter itu bukan dilihat dari tingkat pendidikan formal, tapi dari NYAMBUNG ATAU ENGGA ketika ngobrol.
> Gimana dia narik kesimpulan
> Gimana dia menentukan akar masalah
> Gimana dia cari solusi
Banyak kok orang yang sekolahnya tinggi tapi kalo diajak ngobrolin suatu masalah malah ga nyambung. Gagal menilai suatu fakta, boro-boro ngasih solusi. Di medsos juga keliatan banyak.
Ada juga yang sekolahnya cuma sampe SD tapi bisa berpikir kritis.
Saya harus akui, jantung saya berdetak kencang, ingatan saya kembali menyergap tajam saat melihat berita bencana di Sumatera pekan ini.
Dulu, hampir dua dekade lalu, saya ada di sana. Bukan sebagai pengacara, melainkan penerbang sipil yang dipanggil negara, berdesakan di lambung pesawat tua. Ya, pesawat TNI AU uzur.
Kami terbang gila-gilaan, hampir tidak kenal pagi, siang, atau malam. Seringkali, kami sudah harus take off dari Halim sebelum subuh. Tujuannya: Banda Aceh.
Kami bawa Hercules C-130 yang sudah sepuh itu. Pesawat itu, Bapak-Ibu sekalian, adalah potret jujur bangsa ini: tua, berisik, kurang terawat, tapi untungnya sangat andal dan pekerja keras.
Di dalam perutnya yang gelap, kami duduk di jaring samping. Telinga berdengung raungan Allison T56.
Jika Anda mau tau, bau di dalam kabin itu adalah campuran unik: solar, minyak mesin yang bocor halus, keringat relawan yang tidak mandi tiga hari, dan aroma timpahan mi instan basi.
Intensitasnya? Luar biasa. Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) mendadak menjadi terminal paling sibuk di dunia. Ada Hercules TNI, ada C-17 Amerika, ada Ilyushin dari Rusia, semua berebut slot. Air Traffic Controller (ATC) kita seperti pesulap. Semua ingin cepat, semua jadi pahlawan tanpa berharap bintang.
Ironinya adalah pada sistem logistik kita.
Di satu sisi, kita punya Hercules TNI yang bertempur mati-matian, mengangkut puluhan ton barang. Di sisi lain, muncul pahlawan yang datang dari sektor yang paling tidak kita duga: Maskapai Sipil.
Ya, maskapai-maskapai besar seperti Lion Air dan Batavia Air ikut menyumbangkan free lift dari Jakarta. Mereka menggunakan pesawat komersial, kursi dilepas, diisi karung beras. Mereka bergerak karena kemanusiaan, mendahului banyak surat izin dan nota dinas yang mungkin masih diketik di kantor-kantor pusat.
Dan pahlawan sejati di udara adalah Susi Air. @susipudjiastuti Saat pesawat-pesawat besar TNI dan asing fokus ke Banda Aceh, Meulaboh dan Simeulue masih jadi titik buta. Landasan hancur, Susi dengan dua pesawat kecil Cessna Caravan-nya mengangkut obat-obatan dan susu bayi. Susi dan crew pilot asingnya terbang nekat, masuk ke landasan perintis. Mereka adalah antitesis dari birokrasi yang kaku. Contoh nyata bagaimana rule of law itu sejenak harus tunduk pada rule of need. Kebutuhan lebih dulu, baru administrasi.
Saya ingat, interaksi kami dengan crew Susi itu terasa sangat kontras. Di dekat Hercules yang penuh serdadu, mereka berdiri di samping Caravan kecil, mengenakan kaos, mengangkut sendiri kardus-kardus tanpa forklift mewah. Salah satu pilot asingnya pernah menyindir, "Saya pikir tugas saya hanya lobster, ternyata saya juga delivery harapan kemanusiaan." Tawa kami pecah. Tawa terdengar pahit tapi kejujurannya nyata hanya berharap pahala.
Saat ini, kita kembali menghadapi bencana di Sumatera. Apa yang berubah? Infrastruktur mungkin lebih baik. Teknologi komunikasi pasti lebih canggih. Namun, saya khawatir, jiwa gotong royong yang non-bureaucratic itu justru semakin menipis. yang jelas saya tidak dipanggil lagi menerbangkan pesawat, mungkin pilotnya sudah banyak. Mungkin juga karena memang tak ada landasan yang bisa didaratin fix wing. Mungkin juga kita makin terbiasa menunggu instruksi pusat, menunggu dana cair, menunggu SOP selesai dicetak.
Padahal, semangat yang dibutuhkan saat bencana adalah semangat Susi Air: bergerak cepat, tidak bertanya izin, dan langsung menuju titik yang paling terluka. Semangat yang harusnya diwarisi oleh setiap aparatur sipil dan militer.
Sudah saatnya kita belajar dari Hercules tua dan Cessna kecil.
Aset terbaik bangsa ini bukanlah pesawat baru atau regulasi yang tebal, melainkan keberanian mengambil risiko dan keikhlasan untuk bergerak tanpa menunggu tepuk tangan.
Jika tidak, setiap bencana hanya akan jadi pengulangan tragedi birokrasi yang mematikan.
#ethadisaputra #majalahforumkeadilan #tsunamiaceh #operasikemanusiaan #hercules #susiair #dahlaniskan #hukumdanlogistik #militersipil #bencanaindonesia
#intinyadeh
> Buntut reply admin Somethinc yg nimbrung ke tweet "Indy Barends", bbrp Army nyerang host live Somethinc di TikTok
> Video para host minta maaf pas live & ketakutan dipecat manajemen viral
> Byk yg ngecam & callout tindakan sebagian Army tsb, termasuk Pras
(1/3)
✅Petenis Indonesia pertama yang meraih kemenangan di Grand Slam sejak Angelique Widjaja di Roland Garros 2003.
✅Petenis Indonesia pertama yang mengalahkan pemain Top 30 sejak Angelique Widjaja mengalahkan Patty Schnyder di Indian Wells 2003.
✅Petenis Indonesia pertama yang memenangkan pertandingan babak utama US Open sejak Angelique Widjaja mengalahkan Anna Kournikova di babak pertama 2002.
✅Mei 2024 tanpa peringkat, Agustus 2025 No. 147 dunia.
✅Dalam 16 bulan menang 100 dari 113 pertandingan, meraih 13 gelar ITF.
Ditunggu laga-laga berikutnya, Janice Tjen🇮🇩!
Tadi malam, lifter Indonesia Rahmat Erwin Abdullah mempertajam rekor dunia C&J kelas 73kg di Kejuaraan Asia 2025. Dari 204kg menjadi 205kg.
Selain itu, Rahmat masih jd pemegang rekor dunia C&J kelas 81 kg (209kg).
Maestro!