@parlefeu Kemarin ketemu pak Soes, sudah ngga bisa denger kanan kiri. Matanya jadi rabun setelah operasi prostat. Kemarin curhat dari keluarga, saat 100 tahun Pram, diundang 20 kota. Hanya 3 kota/komunitas yang ngasih upah pembicara. Lainnya tidak. Kelelahan bikin pak Soes sakit.
Melihat ucapan-ucapan belasungkawa atas kepergian Vidi Aldiano, I think we can tell that he was loved because he was present for them. Dulu ada yang sampai becanda, "Kita semua tuh temennya temen Vidi Aldiano," saking dia ada dimana-mana. Hadir itu butuh waktu dan energi, dan nggak semua mampu mengusahakannya. Apalagi di zaman sekarang yang serba online dan buru-buru, kehadiran jadi jauh lebih istimewa 🤍
A personal reminder for myself.
Pulang dari bandara pagi buta. Driver ojol ngomongnya nyerempet2 , langsung buru2 nempelin sidiki jadi ke kaca, cabutin rambut buat ditebar di mobil, biar paling enggak nanti pelaku gampang ditemukan kalo aku mati. Dia baru mau diem pas aku pura2 telpon ke "suami polisi"
Gue udah di tahap pas ngeliat berita dan berdoa semoga si gendut beserta gerombolannya kena penyakit yg butuh cuci darah berkali2 sampe harta haramnya habis semua
Seragammu tidak lebih berharga daripada keringat orang-orang kecil yang bekerja mencari nafkah yang kau hina. Es gabus yang kau hancurkan itu barangkali lebih berkah dari pada seluruh hidupmu. Jangan jahat pada orang-orang kecil, di mata Tuhan barangkali kau cuma secuil.
Tambang Nikel di Raja Ampat punya izin resmi, katanya. Nah,kita yg berakal sehat mesti paham beda “izin resmi” dengan “salah tapi diresmikan”, “legal” dengan “etik lingkungan”. Resmi dan legal bukan berarti benar. Hukum di sini cuma tameng penguasa culas.
Mahasiswanya protes digebuki, wartawannya diteror pake bangkai.
Kalau masih berilusi kita hidup di negara demokrasi, sebaiknya segera cuci muka dan sadarkan diri.
When my uncle was about 45, his wife passed away, and everyone kept telling him to remarry.
But he wasn’t interested. “I don’t need a wife,” he said. “I’ve got a son, and with him, I’m set for life.”
Little did he know, life had a surprise in store for him, one he didn’t see coming…
* Tom loe ngerugiin gue ajig!
- Lah knp?
* Ya seharusnya anak gue yg jualan, kenapa loe nyuruh si Fulan anak tetangga sebelah yg jualan!
- Ya kan gak ada aturnya anak loe yg hrs jualan
* iye, tapi anak tetangga itu untung 400 rb, anak gw enggak. JADINYA LOE NGERUGIIN GUE 400 RB