Di Jepang, ada seorang perempuan 71 tahun yang merawat ibu berusia 102 tahun seorang diri selama 12 tahun, sampai akhirnya sang anak memb*nuhnya 😭
Perempuan tersebut kemudian dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dengan masa percobaan 5 tahun setelah terbukti memb*nuh ibu kandungnya yang mengidap demensia.
Kejadian ini berlangsung di Kunitachi, Tokyo. Selama bertahun-tahun, dia merawat ibunya yang membutuhkan perhatian hampir terus-menerus. Kondisi seperti ini dikenal sebagai rōrō kaigo, yaitu ketika lansia harus merawat lansia lain yang sudah sangat tua.
Bahkan di malam hari, sang ibu bisa membangunkannya berkali-kali untuk pergi ke toilet. Beban tersebut membuat sang anak mengalami kelelahan fisik dan mental yang berat, sampai mengalami masalah pada pinggangnya.
Puncaknya, sang ibu jatuh dari tempat tidur dan dia nggak sanggup mengangkatnya kembali. Saat meminta bantuan lewat 119, dia justru disebut mendapat teguran agar tidak menelepon lagi untuk hal seperti itu. Setelah itu, dalam kondisi yang sudah sangat tertekan, dia akhirnya memb*nuh ibunya.
Hakim kemudian menjatuhkan hukuman 3 tahun penjara dengan masa percobaan 5 tahun, sehingga dia tidak langsung menjalani hukuman di penjara.
Jujur, ceritanya bikin nyesek 😭
Selama 12 tahun dia merawat ibunya seorang diri sampai tubuhnya sendiri ikut menyerah. Nggak kebayang seberapa capek dan terdesaknya seseorang sampai akhirnya merasa sudah nggak punya jalan keluar lagi 😭
Kapten nya keliatan sedih bgt atas kejadian yg menimpa crew nya
“Kapten Kapal Tanker MT Honour, Ashari Samadikun menyampaikan permohonan maaf terhadap keluarga kelima orang anak buah kapal (ABK) yang gugur dalam insiden penyanderaan oleh perompak di Somalia sejak April 2026.
Dalam pernyataan itu, kapten kapal asal Kabupaten Gowa, Sulsel tersebut tak kuasa menahan kesedihan dan rasa kecewa yang dirasakan olehnya karena tidak mampu membawa seluruh awaknya pulang dengan selamat.
Sebagai informasi, MT Honour 25 yang diserang perompak di Somalia membawa total 17 ABK, 4 di antaranya WNI. Semua WNI selamat, tetapi ada lima orang ABK warga negara asing (WNA) meninggal dunia.”
📹: antaranews
Rp500 ribu untuk 4 bulan kerja. Itu bukan gaji, itu penghinaan. ABK KM Maulana 23 pulang dengan luka dan uang Rp500 ribu setelah 4 bulan melaut. Padahal di awal dijanjikan bagi hasil sekitar Rp10 juta. Uang muka Rp5 juta yang dijanjikan juga tidak sesuai, hanya ratusan ribu yang mereka terima sebelum berangkat. Kasus ini memperlihatkan betapa rentannya posisi ABK perikanan. Begitu masuk kapal, mereka hampir tidak punya daya tawar.
Dengan Alasan Minta Dibelikan Kondom, Korban Bisa Lolos Dari Pemerkosaam ‼️‼️
📍Sukun, Kota Malang, Jatim
- Korban: AR (18) mhs asal Mojokerto
- Pelaku: ARH (22) mhs asal Sumenep
- Awalnya berkenalan dari Tiktok 10 hari sebelum kejadian, lalu pelaku mengajak korban bertemu utk sekedar ngopi
- Dalam perjalanan menggunakan mobil, pelaku malah mengarahkan korban ke sebuah kos"an, dan memaksa korban utk melakukan hubungan seksual biarpun korban sudah menolak
- Korban akhirnya mencari cara utk kabur dg cara pura" minta dibelikan kondom. Akhirnya pelaku nurut, dan keluar dari kos"an utk membeli kondom. Pelaku juga mengunci korban di kamar dari luar agar tidsk kabur
- Saat pelaku sudah keluar, korban langsung menghubungi 3 temannya dan mengirimkan titik lokasi.
- Akhirnya korban berhasil dijemput ke3 temannya bersamaan dg mereka yg menelfon layanan kepolisian
- Setelah melakukan pemeriksaan medis dan psikologi, korban diarahkan utk membuat laporan di Polresta Malang
Mana yg bilang klau nurut diajak ke hotel/ kos"an berarti udh mau dan rela digituin⁉️⁉️
Nih buktinya. Mereka itu masuk ke kamar karna dipaksa, bukan kemauan sendiri.
Untungnya, korban punya keberanian dan ketenangan dlm mercari cara utk kabur. Masalahnya adalah, tidak semua korban KS punya keberanian dan ketenangan spt korban di kasus ini. Dan ini lah yg dimanfaatkan pelaku dlm menjalankan aksi bejatnya. Musang bajingan
Di balik Juara Sang Garuda, ada satu jalur yang tak terlihat: jalur langit. 🇮🇩
Ada doa-doa para supporter yang diam-diam dipanjatkan, mengetuk langit tanpa henti.
Sebab perjuangan bukan hanya tentang kaki yang berlari di lapangan, tapi juga doa yang mengiringi dari kejauhan.
Di balik Juara Sang Garuda, ada satu jalur yang tak terlihat: jalur langit. 🇮🇩
Ada doa-doa para supporter yang diam-diam dipanjatkan, mengetuk langit tanpa henti.
Sebab perjuangan bukan hanya tentang kaki yang berlari di lapangan, tapi juga doa yang mengiringi dari kejauhan.