Hampir jadi korban, untungnya gua sadar kalo dia penipu.
Seminggu lalu, gua abis ketipu @/AdmRinjani di Tele (bangsat lu, tai). Abis itu gua nge-tweet bahwa gua ketipu 12jt (padahal setelah ditotal ternyata 13.5 anj ๐). Terus ada yg DM gua, chatnya panjang bet sampe puyeng gw.
โผ๏ธโผ๏ธ BE CAREFUL YA GUYS KALO HABIS KENA TIPU TERUS ADA YANG NAWARIN JASA HACK DENGAN IMING-IMING DUIT BALIK, ITU BOHONG. PENIPUAN (gue korbannya๐) udah adek gue kena tipu yang ngaku orang pajak, gue kena tipu juga sama manusia jahanam ini.
WTR Want to Rent
ARMYBOMB SE VERSION
Available di-book untuk DAY 1 aja karena DAY 2 & 3 sudah di-book. ๐๐ป
125k aja (exclude baterai). Include baterai +20k. FYI, baterai yang dibutuhkan AAA 3 buah.
COD di GBK.
BTS ARIRANG IN JAKARTA
JUST IN: DOKTER IGD DI NTT MENINGGAL DUNIA USAI DUGAAN INTIMIDASI OLEH DUA ANGGOTA DPRD ๐จ๐จ
Kronologi:
1. Pada 13 Juni 2026, dr. Eliza Princila Utami Pakaenoni (dr. Icha), menangani seorang pasien anak korban gigitan ular yang dirujuk ke RS Leona Kefamenanu dari rumah sakit lain. Penanganan dilakukan sesuai standar medis dan melalui konsultasi dengan dokter spesialis.
2. Dalam proses penanganan, keluarga pasien meminta tindakan tertentu yang saat itu belum direkomendasikan secara medis, sementara ketersediaan antivenom juga menjadi kendala.
3. Dua anggota DPRD Kab. Timor Tengah Utara (TTU) yang merupakan keluarga pasien datang ke IGD dan menyampaikan protes dengan nada tinggi. Salah satu di antaranya diduga mengacungkan jari ke arah wajah dr. Icha.
4. Menurut keterangan keluarga, setelah kejadian tersebut dr. Icha mengalami tekanan psikologis yang berat. Ia disebut terus menangis, mengalami trauma, dan menunjukkan perubahan kondisi mental yang sangat drastis.
5. Beberapa hari kemudian, pada 26 Juni 2026, dokter yang baru berusia 27 tahun tersebut ditemukan meninggal dunia.
6. Keluarga meminta agar kasus ini diproses secara hukum karena menduga tekanan psikologis dan intimidasi yang dialami korban berkontribusi besar terhadap meninggalnya dr. Icha.
7. Pihak DPRD membantah telah melakukan intimidasi. Mereka menyatakan percakapan memang berlangsung dengan nada tinggi karena panik terhadap kondisi pasien, namun membantah adanya ancaman, serta menyebut telah menyampaikan permintaan maaf kepada pihak rumah sakit.
8. Pemerintah Kab. Timor Tengah Utara (TTU) menyatakan mendukung proses hukum yang berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
Kasus ini harus menjadi sorotan publik karena memicu kembali pembahasan mengenai pentingnya perlindungan tenaga kesehatan dari segala bentuk intimidasi maupun kekerasan saat menjalankan tugas.
Rest in Peace, dr. Icha ๐ฅ๐