/seputar tesis/
"Ternyata kalo dikerjain tu ya enteng jadinya"
Kabar menyenangkan hari ini [horeee] dan revisinya dikit. Coba aku ga males dan ga malah sibuk menyesali salah jurusan, ni tesis dah kelar kali dari 2 atau 3 semester lalu.
Di titik ini saya bisa bilang Indonesia adalah negara jahat. Selama dua tahun belakang, tidak ada kebaikan yang dihasilkan oleh negara. Semuanya kejahatan.
Makin amazed sama Vidi soal pertemanannya deh. Bisa ya dia me-maintain pertemanannya yg sangaaaaattttt luasssss itu, sambil kerja, sambil berobat. Aku yg temennya cuma seiprit aja tu kayak susah bgt maintain itu. Chat dan dm pada kelewat atau lupa bales 🥲
CCTV penyiraman air kerasnya ada, terlihat jelas & sudah tersebar di mana mana.
Kalau negara gak ambil tindakan apapun, maka BISA DIPASTIKAN mereka adalah pelaku utamanya, karena diam atas kejahatan sama saja membiarkan kejahatan itu terus terjadi.
Meski saya pesimis, karena Presidennya saja pelanggar HAM berat masa lalu dan para penjilat & buzzeRp-nya sudah buta mata hati telinga & tidak punya rasa malu. Ga ada harapan negara ini, sumpah. Terlaknatlah kalian yang terlibat atas kehancuran negara ini!
Di NTT, seorang anak 16 tahun menjadi korban pemerkosaan hingga mengalami perdarahan hebat dan trauma. Tersangka dilantik jadi tentara meski statusnya buron. Usai ramai, tersangka dipecat dari tentara; korban masih berjuang mendapat keadilan lewat proses hukum.
https://t.co/xkaVZ9USCD
#StopKekerasanSeksual
#LawanImpunitas
Air keras jadi senjata intimidasi yang mengerikan.
Tidak langsung membunuh, tapi jelas mengisakan bekas permanen. Jika korban tetap hidup, visual lukanya jadi peringatan buat orang lain.
Bahan juga mudah dibeli, sulit dilacak.
Ketika disiram ke wajah, selain amat menyakitkan, luka permanen di wajah tidak hanya menyerang fisik tapi juga psikologis. Korban akan semakin berat tampil ke publik.
Kerusakan bisa kena ke kulit, risiko buta, kena ke saluran nafas kalau kehirup, belum kalau tidak sengaja masuk mulut.
Teror model ini tidak hanya kejam, tapi juga pengecut.
Sedih bgt siang ini.
Anak muda dikriminalisasi. Anak muda disiram air keras.
Ga ada satupun dr mereka yg pegang senjata. Semua modalnya suara dan partisipasi.
Makin hari tanda-tanda mau menindasnya semakin ditunjukin.
Dini hari ini, temanku Andrie Yunus disiram air keras ketika sedang mengendarai motor. Dia mengalami luka yang cukup parah.
Andrie adalah pemberani yang terus melawan kejahatan HAM, militerisme dan ketidakadilan. Dia tidak pernah bisa dibungkam.
Mengerikan sekali negara ini.
Jujur, aku kagum betul sama ini negara.
Ada rakyat mengkritisi program pemerintah dengan cara-cara baik dan memberikan saran baik, enggak didengar. Malah dicibir habis-habisan dalam setiap pidato presiden.
Giliran ada Ketua BEM salah satu Universitas di Indonesia mengkritisi dengan menyurati PBB dan menggalakkan istilah "Maling Berkedok Gizi" dalam panggung-panggung organisasi, eh malah mendapat teror sana sini sampai orang tuanya ketakutan.
Dan, yang bikin makin takjub, Istana malah merespon: makanya kalau kritik pakai etika.
Woi, itu rakyat lu kena terror karena kritis menyuarakan aspirasinya.
Malah ditanggepin begitu.
Jadi ya enggak heran kenapa orang kritis di negeri ini selalu diterror kepala babi, bangkai ayam, di lempar telur busuk, dan di lempar bom molotov, orang negaranya saja tidak bereaksi apa-apa terhadap pelaku terror pada mereka yang keras bersuara.
Katanya kritik sebagai vitamin, tapi nyatanya?