@pepsiboyss@rskuntowiyoga@persib 8M + gengsi doang ga sebanding kalo amitยฒ ada pemain cedera. mending maksimalin 4 kompetisi musim depan.. jelas lebih bagus buat mempertegas siapa yg terbaik๐
Waktu masih kuliah, saya suka banget dengan salah satu mata kuliah: Pragmatik.
Kita bahas dulu thumbnail salah satu video di Youtube Persib.
"TRAINING SESSION: TIM PELATIH PUN SENANG"
Secara kebahasaan, ini contoh nyata gimana makna gak selalu lahir dari kata-katanya, tapi dari konteks dan ingatan pembacanya.
Persib gak nyebut nama klub, gak nyebut nama pelatih, bahkan gak nyebut nama Peralta. (Pemainnya pun belum dateng).
Mereka cuma "meminjam" satu frasa yang udah punya sejarah di kepala orang-orang yang ngikutin saga itu.
Kalau gak tau konteksnya, ya itu cuma kalimat biasa: tim pelatih senang karena progress positif Persib jelang Piala Presiden. Selesai.
Tapi buat yang masih inget ucapan STY yang diterjemahkan Jeje beberapa waktu lalu, frasa itu otomatis punya makna lain.
Dalam pragmatik, makna dapat muncul karena adanya common ground: pengetahuan yang sama antara penulis dan pembaca.
Sementara dalam kajian wacana, ini juga bisa disebut intertekstualitas, karena satu kalimat memperoleh makna baru dari hubungannya dengan ucapan yang pernah muncul sebelumnya.
Makanya menurut saya, banter ini rapi. Gak ada satu kata pun yang secara eksplisit menyerang siapa-siapa, tapi semua orang yang punya referensi yang sama langsung nangkep sindirannya.
Yang gak punya konteks cuma lihat judul biasa. Yang punya konteks dapat "lapisan makna" tambahan.
Genuinely brilliant and creative!
Semalam yg live tiktok info A1 marah hahaha. Bilang 90% Peralta hari ini diumumin, aku bilang ah sok tau 90% drmn. Langsung ngajak sejutaan kalo Peralta ke Persib. Aku bilang lg sok langsung 2jt ku urg bayar, poto we digigir Peralta pas tandatangan kontrak.
Setelah saya putar obrolan panjang bareng Bung Ibam @ibamhariri (Pandit Sepak Bola Nasional), Pak Yoga @rskuntowiyoga (Sports Marketer, eks Pengelola Simamaung), dan Kang Mungki @omgitsmungki (Founder Bandung Football) di Channel "Kabulhaden Online" beberapa waktu lalu, saya sadar perbandingan ini terlalu cepat berhenti di permukaan.
๐๐๐ฝ๐๐ผ๐ ๐๐๐ผ๐.
Di instagram lagi rame Arul el Pundit yang belakangan banyak dikritik karena postingan โPersib pengganggu diasporaโ, diajak debat oleh seorang Rektor dari Politeknik Praktisi Bandung.
Menariknya yang menjadi topik debat adalah klaim dari Arul yang mengaku โPundit Netralโ.