@ArtiRuang_@beeimoed Memang. Sinosentrisme memang bermula di Tiongkok. Nah, negara-negara Asia Timur itu berkembang dengan "adopsi" ilmu-nya orang Tiongkok, termasuk pemikiran Sinosentrisme.
https://t.co/dqPVXjrPaF
https://t.co/dnbDuMZYCU
@nujearya@RidwanRidw65219@SEsbok Istilah Melayu Rendah hanyalah istilah tak cermat... sebab memiliki ciri kebahasan yang berbeda dengan bahasa Melayu (Tinggi) yang mana sudah sepatutnya diberikan pengakuan sebagai bahasa tersendiri.
@nujearya@RidwanRidw65219@SEsbok Tentu saja, pengguna bahasa tidak pernah dibatasi. Namun, bahasa sebagai bagian unsur budaya dari suatu etnis. Dalam hal ini, bahasa Melayu berkait erat dengan Melayu Islam yang sudah tidak sesuai dengan Indonesia hari ini.
@nujearya@RidwanRidw65219@SEsbok Faktanya, memang berganti secara sosiologis maupun linguistik. Anda boleh membandingkan bahasa "Melajoe" yang digunakan sebelum sumpah pemuda dan bahasa Indonesia setelah sumpah pemuda.
@nujearya@RidwanRidw65219@SEsbok Faktanya, Bahasa Melayu telah digantikan oleh Bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan di Nusantara akibat konteks Melayu Islam. Memaksakan label sosioreligius Melayu Islam itulah yang jadi soal.
@nujearya@RidwanRidw65219@SEsbok Bahasa Indonesia sudah terwujud tanpa kekangan sempadan seperti yang Anda dakwakan... dan justru sudah mewujudkan bahasa persatuan yang universal tanpa kekangan etnis maupun religi... berbeda dengan bahasa Melayu Tinggi yang tak dapat lepas dari Melayu Islam.
@AdzharCrypto@ExcellentMoh@CoinMarketCap Zaman dulu pun tiada bangsa Spanyol, adanya bangsa Latin... tidak bermakna bangsa tidak dapat diubah. Satu-satunya yang abadi di dunia ini hanyalah perubahan.
@AdzharCrypto@ExcellentMoh@CoinMarketCap Bahasa Indonesia, bukan bahasa Melayu. Indonesia adalah sebuah bangsa dan negara. Kalau Malaysia hanyalah sebuah negara.
@nurina_zulkifli@encikmimpizz@karimnas_ Lagi pula, konsep bangsa "Melayu" Malaysia tak sama dengan bangsa Indonesia sebab bangsa Indonesia dibangun atas semangat integrasi berbagai etnis dalam satu bangsa... sedangkan bangsa "Melayu" Malaysia dibangun atas semangat Ketuanan Melayu Islam.
@nurina_zulkifli@encikmimpizz@karimnas_ Di Malaysia, hanya Melayu saja yang menguasai, Iban tak boleh.
Jadi sebelum ambil perbandingan, sila bercermin sebelum angkat "hakikatnya Jawa yang menguasai" walhal semua itu Indonesia.
Lagi pula, konsep bangsa "Melayu" Malaysia tak sama dengan bangsa Indonesia.