Ternyata sering mencemaskan masa depan secara berlebihan bisa membuat kondisi kesehatan mental kita jadi tidak baik.
Jadi bila kita sering khawatir secara berlebihan, maka kita akan cenderung memandang hidup dengan lebih pesimis. Akibatnya, kondisi kesehatan mental kita, seperti emosi, motivasi, serta cara kita memandang hidup akan terpengaruh, sehingga kualitas kesejahteraan hidup kita akan terganggu.
Beberapa strategi untuk menurunkan kecemasan kita terhadap masa depan antara lain:
-Kurangin pemikiran pesimis, dengan merencanakan sesuatu yang kita tuju atau mau lakukan dengan lebih baik
-Latih harapan dan perspektif positif di kehidupan sehari-hari dengan menulis 3 hal yang kita syukuri hari ini
-Ikuti cognitive behavioral therapy bila dibutuhkan
Semoga bermanfaat!
Sumber:
The relationship of future anxiety with a multidimensional framework of well-being among undergraduate students: optimism and pessimism as mediators
@wooden_groot Kuliat mereka kek ga ada takut takutnya. Apa aja digas.
Beda sama yg lahir dan tumbuh di wilayah kecil dg akses terbatas, dikit dikit malu, takut, malu, takut. Nyoba pun belom, udah gede takut+malunya
apalagi tinggal di luar jakarta (especially luar jawa) trus akhirnya ngerantau dan bergaul sama temen yang born and raised di sana. Oh lu makin tau seberapa berpengaruhnya akses informasi dan peluang ke pola pikir, tumbuh kembang otak, mental, & cara bersosialisasi even bermimpi
kadang orang yg dikit2 takut/malu untuk nyoba bukan krn nggak capable, tapi krn terbiasa tumbuh dalam mode survival, jadi lebih baik cari aman ajaa gitu. definitely its not them to blame sih, blame the system and unequal access...
Saya yang lahir dari keluarga pas-pasan dengan luck rate 50%, sependapat. Sekali gagal ya remuk, padahal kudu usaha lebih. Akhirnya, terbawa ke mana pun.
Makanya kuping ini alergi dengan kalimat "Dih, kayak gitu aja gabisa?" atau sejenisnya.
Aku banyak takutnya itu karna kalau sekali gagal yaudah runtuh semua, gaada yang backup gaada yang bantuin. Makanya susah buat keluar dari zona nyaman, jujur ini tuh salah sih. Aku iri sama orang2 yang bisa ngerasain jatah gagal berkali kali