So far buat dua episode pertama, Teach You A Lesson seru sih. Ini tipe drama yang ngejelasin pake tindakan alias LANGSUNG HAJAR PEMBULLY.
Kalau di kita, bilangnya Parenting VOC kali ya 😭😭
Tenang, walau 1 dollar skrng udah 18.000
Itu artinya rupiah lagi dilemahin, biar ekspor josss, toh beli tempe goreng masih pake rupiah. Ga pake dolar.
Amanlah.
Itu buktinya ibox, resto mewah, event2 fashion tetep rame.
Ini ulah mata2 asing yg buat gaduh.
Jaya jaya jaya
Lo tau Ciccio Manassero?
Menurut gue, dia salah satu football person paling underrated di Indonesia saat ini.
Gue pertama notice dia di industri bola itu waktu dia jadi host NET Soccer tahun 2016an kalau gak salah. Waktu itu pengetahuan bolanya belum banyak keliatan, karena emang gak banyak kesempatan buat nunjukinnya juga. Belakangan dia mulai sering muncul lagi di podcast-podcast bola kaya Sepik Bola di Vindes, Podcast Bola di Kemal Palevi, sampai beberapa hari lalu gue abis nontonin dia di Late Night Show-nya Hanif Thamrin.
This guy is truly underrated. Siapapun pemain yang dibawa ke pembahasan, dia bisa breakdown kelebihan, kekurangan, posisi terbaiknya, history pemain ini di klub itu, dll. Pengetahuan Serie A nya memang jadi yg paling menonjol, karena dia emang Interisti, tapi Premier League sama La Liga juga dia kuasai dengan baik gue liat-liat.
Nih orang emang beneran ngikutin bola dan nontonin bola. Mesti dikasi panggung lebih sih di industri ini.
Hari ini baca tulisan dari beberapa fans arsenal mengenai “banter dengan respect”
Jadi beberapa fans arsenal ga terima soal akun yg bawa2 foto trofi UCL karena abis dia kalah.
Aku respons no mention aja.
Apa itu “banter dengan respect” ?
mau daftar CPNS ? ini daftar daerah yang bisa dicoba dengan TPP atau tunjangan yang tinggi
Daftar daerah dengan TPP tinggi (perkiraan/range yang sering dibahas):
• DKI Jakarta
→ Sekda: ± Rp127 juta/bulan
→ Kepala Biro: ± Rp55 juta/bulan
→ Jabatan menengah/fungsional: bisa belasan–puluhan juta
→ Masih dianggap yang tertinggi secara nasional karena APBD sangat besar.
• Banten
→ Pejabat tertinggi: sampai ± Rp76,5 juta/bulan
→ Kepala dinas: sekitar Rp47 juta/bulan
→ Tukin/TPP dikenal tinggi dibanding beberapa provinsi besar lain.
• Kepulauan Riau
→ Fungsional Ahli Pertama: sekitar Rp14–25 juta (gabungan komponen)
→ Jabatan madya bisa lebih tinggi
→ Daerah fiskal kuat dan sering jadi incaran CPNS.
• Kalimantan Timur
→ Banyak daerah migas/tambang → TPP relatif tinggi
→ Beberapa daerah memberi TPP belasan juta untuk jabatan tertentu
→ Sangat tergantung kabupaten/kota.
• Papua / DOB Papua
→ Ada tambahan karena faktor geografis dan kesulitan wilayah
→ Besaran berubah mengikuti kemampuan daerah
→ Tidak semua daerah Papua otomatis tinggi.
• Riau
→ Beberapa daerah kaya migas punya TPP besar
→ Tapi perlu cek stabilitas pembayaran karena ada daerah yang pernah mengalami keterlambatan pembayaran TPP.
• Jawa Timur / Jawa Barat
→ Banyak daerah menengah–tinggi
→ Sangat bergantung pemda masing-masing, tidak merata.
Urutan kasar kalau fokus “potensi cuan ASN daerah”:
DKI Jakarta
Banten
Kepulauan Riau
Kalimantan Timur
Papua/DOB Papua
Riau
Daerah industri besar lainnya
Nopek, komika yg mencatat rekor tour 28kota seIndo dgn berbahasa Jawa. Bukan komika politik tapi sesekali nembak: pecah!
Penampilan di SUCI 12 Kompas TV, sabtu lalu, meninggalkan tanya “setakut itukah Media hari ini dgn Pemerintah?“
sampai komika post sendiri shownya yg dicut.😅
Gue cukup betah nonton episode terbaru The Diary of a CEO dengan Bruno Fernandes sebagai bintang tamunya.
Banyak hal yang dibahas, salah satunya adalah saat Bruno cerita dengan cukup gamblang soal sesuatu yang sebenernya udah lama kita rasain sebagai fans, tapi jarang ada yang dari internal klub yang mau bilang terang-terangan.
Soal kenapa MU terus-terusan stuck di mode transisi. Dan jawabannya sesederhana karena MU terus berganti pelatih. Setiap kali pelatih baru datang, filosofi ikut berubah, gaya bermain ikut berubah, dan kebutuhan terhadap pemain pun jadi berbeda. Pelatih baru akan datangkan pemain sesuai keinginannya, sementara pemain peninggalan era sebelumnya perlahan jadi gak relevan.
Siklus ini yang terus berulang. Moyes datang, bawa Fellaini. LVG datang, bawa Blind, Depay, Schneiderlin. Mourinho datang bawa Matic, Lindelof, Lukaku. Solskjaer datang bawa Wan-Bissaka, Daniel James. Ten Hag datang bawa Antony, Onana, Zirkzee.
Tiap era punya pemainnya sendiri. Dan tiap kali manajer pergi, pemain-pemain itu ikut jadi beban. Bukan karena mereka pemain jelek, tapi sesederhana karena mereka bukan pemain yang diinginkan pelatih selanjutnya.
Bruno juga bilang, rekrutmen musim panas lalu dilakukan dengan pendekatan berbeda. Cunha, Mbeumo, Sesko bukan dipilih karena cocok sama satu sistem. Mereka dipilih karena karakternya, karena profesionalitasnya. Dan di MU, kata Bruno, karakter lebih penting dari skill.
Kalau gue pribadi, ini yang paling bikin menarik. Karena untuk pertama kalinya dalam waktu lama, rasanya MU rekrut pemain untuk klubnya, bukan untuk pelatihnya.
Dan yang paling bikin gue hopeful, pemain-pemain musim panas lalu tetap survive pergantian pelatih. Cunha, Mbeumo, Sesko gak jadi korban siklus yang sama. Mereka masih di sini, masih relevan, masih jadi bagian inti tim.
Mungkin inilah bedanya kalau rekrutmen dilakukan dengan benar (?) 🤔
#utdfocusid