Makanya yuk kuliah di (Fisipol) UGM. Pemandangan kek gini mahasiswa yg mengkritik kampus, pejabat, dan negara udh biasa. Kritik jd tradisi akademik, bukan sbg sampah yg diteriakin secara pongah sama wakil rektornya ๐๐๐
hiduplah meski kesedihanmu kau peluk sendiri, meski makanan, minuman atau bahkan warna favoritmu tidak ada yang tahu. mungkin akhir-akhir ini hidupmu terasa hambar, matamu sembab, dan energi yang kamu punya tidak sebanyak biasanya, tapi tolong tetaplah hidup. jika hari ini dirasa buruk, bukan berarti besok tak lebih baik, kan?
Tentang cintaku yang pernah tumbuh di Kampus Biru Bulaksumur. Tentang seseorang yang dulu hadir sederhana, tetapi mampu membuat hatiku merasa pulang.
Kini, perlahan aku belajar mengikhlaskan semuanya. Mengikhlaskan tawa yang pernah menghidupkan hari-hariku dahulu.