Lebih dari 3.000 orang diduga keracunan setelah menyantap menu MBG (Makan Bergizi Gratis) sejak Selasa (01/09) hingga Jumat (11/09). Terbaru, 352 orang siswa diduga mengalami keracunan usai mengonsumsi MBG di Kabupaten Lombok Tengah, NTB, pada Jumat.
https://t.co/98SDSYOM0s
Dinkes Karo akhirnya membongkar fakta bhwa semua makanan yg menyebabkan anak2 keracunan fix positif tercemar bakteri yg ganas dan berbahaya. Dmna bakteri tersebut bisa membuat orang jadi amnesia & gagal ginjal !!!
Ironisnya Polisi dan BGN terkesan menutupi fakta ini.
Jahat sekali kalian !
LAGI DAN LAGI ....
KASUS KERACUNAN !
KAPAN KALIAN BERPIKIR WARAS ?
####
Sebanyak 352 siswa di Kabupaten Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat, diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (11/9/2026).
Menu itu disiapkan SPPG Batukliang Mekar Bersatu untuk 1.900 penerima manfaat.
Menurut Ketua Satgas MBG NTB Fathul Gani, hasil pemeriksaan awal menemukan SPPG telah memiliki Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan chef bersertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi).
Sampel makanan kini diperiksa untuk memastikan penyebab kejadian tersebut.
📹: @lombokcj, Facebook/Silasna Ria Hartini, Siti Jumala Khaeroni
Sumber: Tribun Lombok, Facebook/Diskominfo Lombok Tengah
Penulis: Rachmawati
Kreatif: Blanka Rahel Maretha Joanne
Produser: Reza Kurnia Darmawan
LAGI DAN LAGI! NYAWA ANAK-ANAK KEMBALI DIPERTARUHKAN DEMI PROYEK MBG!
Innalillahi! Kabar duka sekaligus memicu amarah publik kembali berembus dari Bumi Gora! Puluhan siswa SD dari Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah mendadak dilarikan ke Puskesmas Aik Darek hari ini, Jumat (11/09/2026)!
Para siswa dilaporkan mengalami gejala khas keracunan mual, muntah, hingga lemas ekstrem usai menyantap paket Makan Bergizi Gratis yang dibagikan di sekolah! Tangis histeris para orang tua pecah saat mendampingi anak-anak mereka yang harus terkulai lemas mendapatkan penanganan medis darurat.
Kejadian di Lombok Tengah ini makin memperpanjang daftar hitam kasus keracunan MBG di berbagai daerah! Ketika keselamatan dan kesehatan anak-anak sekolah dijadikan pertaruhan, ini jelas BUKAN sekadar musibah biasa, melainkan ancaman nyata akibat lemahnya pengawasan standar higiene dan kualitas pangan!
Mari kita bongkar rincian dan desakan evaluasi atas insiden tragis di Lombok Tengah hari ini:
1. Penanganan Darurat Korban di Puskesmas Aik Darek
Fokus utama saat ini adalah keselamatan jiwa para siswa! Puskesmas Aik Darek beserta tim medis setempat harus dikerahkan penuh untuk menstabilkan kondisi anak-anak yang keracunan. Sampel makanan dan muntahan pasien wajib segera diuji laboratorium secara independen untuk mengidentifikasi kandungan racun atau bakteri pemicu!
2. Pengawasan Dapur Penyedia (SPPG) yang Ugal-ugalan
Bagaimana bisa makanan masal yang diperuntukkan bagi anak-anak sekolah lolos distribusi tanpa pengujian kelayakan dan standar higienitas yang ketat? Badan Gizi Nasional bersama Dinas Kesehatan setempat wajib membekukan dan menginvestigasi penuh dapur penyedia/katering penanggung jawab di wilayah Batukliang tersebut!
3. Evaluasi Total dan Keterbukaan Informasi ke Publik
Pemerintah dan pengelola program tidak boleh main sembunyi tangan atau meremehkan kasus ini! Keterbukaan informasi mengenai jumlah pasti korban, penyebab keracunan, serta penindakan hukum terhadap pihak penyedia harus dibuka secara transparan kepada publik dan para orang tua murid.
4. Hukum dan Sanksi Pidana bagi Penyedia Nakal
Jika terbukti ada unsur kelalaian, penghematan bahan Baku secara ugal-ugalan, atau pengolahan makanan yang tidak higienis, penyedia wajib diproses secara hukum! Nyawa dan kesehatan anak-anak sekolah bukan bahan uji coba!
Program Makan Bergizi Gratis harusnya membawa manfaat gizi, bukan malah mengirim anak-anak kita ke instalasi gawat darurat!
Semeton Lombok Tengah, khususnya yang ada di sekitar Batukliang, Beber, dan Aik Darek bagaimana kondisi anak-anak di Puskesmas saat ini?
Korban dugaan keracunan usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) di berbagai wilayah mencapai 3.439 orang selama periode 1-9 September 2026. Sebagian besar dari mereka adalah anak-anak.
Lokasi kejadiannya beragam, mulai dari Jawa Timur, Jawa Tengah, Sumatera Barat, hingga Sulawesi Selatan. Geser slide untuk informasi selengkapnya.
| Narasi Daily
179 SISWA SD DI LOMBOK TENGAH DIDUGA KERACUNAN MBG, DILARIKAN KE SEJUMLAH PUSKESMAS...!
Sebanyak 179 siswa SDN Beber, Desa Beber, Kecamatan Batukliang, Lombok Tengah, diduga mengalami keracunan setelah menyantap makanan dari program Makan Bergizi Gratis (MBG), Jumat (11/9/2026)...
Para siswa mengalami sejumlah gejala seperti mual, muntah, dan pusing...
Mereka kemudian dilarikan ke beberapa fasilitas kesehatan, di antaranya Puskesmas Pringgarata, Bagu, Mantang, dan Batukliang...
Seorang guru, Zainudin, mengatakan keluhan mulai muncul setelah makanan MBG dibagikan...
Sekitar pukul 09.15 WITA, saat jam istirahat, sejumlah siswa mulai mengeluhkan kondisi tubuh mereka hingga akhirnya jumlah siswa yang sakit bertambah...
Video :
● Corong Netizen
● Tribun Lombok
@Dospemz@menuembegejelek
352 Siswa di Lombok Keracunan usai Konsumsi MBG Kebab Ayam
Sedih. Hampir setiap hari ada kasus seperti ini. Heyyyyy why oh why??? https://t.co/KhWSjRKRDF
Info
Sebanyak 352 siswa dari lima sekolah di Kabupaten Lombok Tengah diduga mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada Jumat (11/9/2026) siang.
Direktur Esekutif Amnesty Internasional Usman Hamid Minta Program MBG diberhentikan setelah banyaknya Siswa yang jadi korban yang lebih parah sampai kehilangan ingatan dan ginj4l…
Yang setuju denga pak direktur mari bersuara…
Sebanyak 231 siswa dari tiga sekolah, yakni SMP Negeri 1 Gembong, MTs Negeri 3 Pati, dan MTs Mambaul Ulum, diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG.
https://t.co/5p5MFyyXAB