Dear kaum LGBT...
Memang membuang anak itu dosa besar dan LGBT itu dosa besar. Tapi tahu gak kalau dosa itu bertingkat?
Tingkatan paling kecil dari dosa adalah dosa kecil yang dilakukan sesekali, itu bahkan bisa diampuni dengan amalan-amalan ibadah wajib, seperti wudhu dan sholat.
Kedua adalah dosa kecil yang dilakukan secara terus menerus. Ketiga adalah dosa besar selain syirik dan terakhir adalah dosa besar syirik.
LGBT dan membuang anak itu sama-sama dosa besar selain syirik. Tapi kalau yang satu sudah dianggap wajar, dibenarkan atau bahkan dianggap sebagai 'fithrah', di situlah letak berlipat²nya dosa. Seperti kaum kalian itu.
Sudah tahu LGBT itu dosa besar malahan mau diwajarkan. Itu kan aneh 🤡
Fyi, argumen para pecinta LGBT itu lucu² dan rapuh banget.
Pernikahan laki-laki & perempuan itu bukan patriarki, justru sistem yang paling adil dan natural sesuai fitrah manusia.
Suami bertanggung jawab penuh sebagai qawwam (pemimpin & penanggung jawab): mencari nafkah, melindungi, membiayai istri & anak. Sedangkan istri punya peran mulia mengurus rumah tangga & mendidik anak, tapi bukan budak.
Istri tetap boleh bekerja, punya harta sendiri, dan suami wajib memperlakukannya dengan baik (mu'asyarah bil ma'ruf). Bahkan nafkah lahir batin tetap jadi kewajiban suami, meski istri kaya.
Sekarang bandingkan dengan pasangan sesama jenis yang mereka puji:
- Tidak ada pembagian peran alami → seringnya malah timbul kompetisi ego, dominasi fisik/emosional, atau "siapa yang jadi laki-laki" (top/bottom) yang justru meniru pola heteroseksual tapi dipelintir.
- Tidak ada fitrah reproduksi & pewarisan keturunan yang sah.
- Statistik dunia (bahkan di negara Barat yang super liberal) menunjukkan hubungan sesama jenis cenderung lebih pendek, tingkat kekerasan & perselingkuhan lebih tinggi, dan anak yang dibesarkan di lingkungan itu punya risiko psikologis lebih besar.
So, nikah yang bener, ya guys. Jangan ikut-ikutan narasi yang rusak fitrah. 🔥
Pertamina bilang harga asli Pertalite Rp18.040/liter.
Lo cuma bayar Rp10.000.
Selisih Rp8.040 "ditanggung pemerintah" , alias ditanggung pajak lo.
Kedengarannya heroik.
Sampai lo baca data BPS 2024:
20% rumah tangga TERKAYA Indonesia mengonsumsi 39,99% dari seluruh Pertalite yang dijual.
Senilai Rp41 TRILIUN subsidi rakyat masuk ke tangki kendaraan orang2 yang paling mampu beli Pertamax.
Total subsidi BBM yang salah sasaran? Rp81 triliun/tahun.
Dan Bahlil , Menteri ESDM-nya sendiri , yang ngomong potensi salah sasaran subsidi energi tembus Rp100 triliun/tahun.
Jadi selama ini orang miskin yang nggak punya kendaraan, yang naik angkot tiap hari, ikut bayar pajak buat subsidi bensin kendaraan orang kaya.
Negara mana lagi yang minta rakyat miskin urunan subsidi BBM buat orang kaya, terus bilang itu "keberpihakan pada rakyat"?
🤷♂️
Enakan nikah dipestain mewah gede gedean sama mertua, pulang ke rumah yang dibeliin mertua pake mobil yang dibeliin mertua juga.
Gausah romantisasi nikah di KUA dengan narasi mendiskreditkan nikah mewah.
Gapapa nikah mewah, gapapa nikah di KUA.
Gapapa tinggal sendiri, gapapa juga tinggal sama mertua.
Yang ga boleh banding bandingin orang lain sama kehidupan kita.
@herculep638 Makanya Anies bilang kalau kepilih berarti dia diberi kepercayaan, kalau kaga kepilih maka Tuhan menyelamatkannya. Pola pikir kayak gini nggak muncul dalam semalam, dia aslinya paham politik bukan sekedar menang kalah. Makanya santuy dia, malah yang kepilih yang gagal move on.
semalem nangis karena emak dan bapak aku berantem teruuuus. ☹️
terus pas sampai kantor nangis lagi karena baca chat dari emak yang bilang maaf kalau selama ini jadi sumber trauma buat aku.
the thing is, saying sorry isn't new for us.
aku dan emak terbiasa mengakui kalau kami salah. terbiasa minta maaf. terbiasa memperbaiki keadaan setelah berantem.
but this time felt different.
because for the first time, she wasn't apologizing for what happened.
she was apologizing for what stayed.
for the things i carried long after everything was over.
and somehow that made me cry all over again.
kalian gk pingin mengajukan Bu Rum sbg kekayaan intelektual nasional? mencatat beliau sbg "pahlawan" nasional dlm bidang kuliner akar rumput, sejarah ayam geprek tidak boleh terlupakan dr akarnya.
karena ayam geprek adalah penggerak perut mahasiswa2 yang sedang menuntut ilmu
Kandungan gula dalam 1 botol Yakult (kemasan standar 65 ml di Indonesia) adalah 10 gram untuk varian Original (tutup merah), dan 3 gram untuk varian Yakult Light (tutup biru).
Total Gula (9 botol): 90 gram
Batas konsumsi gula harian maksimal adalah 50 gram per hari. Mengonsumsi 9 botol Yakult Original dalam sehari berarti telah menyuplai 90 gram gula, yang mana sudah jauh melebihi (hampir dua kali lipat) batas aman harian tubuh.
So, Jangan ngawor ya bajingannnnn.
Ada yang ngespill surat pemecatan wowo dari TNI.
Salah satu alasannya:
"sering ke Luar Negeri tanpa ijin dari Kasab (Kepala Staf Angkatan Bersenjata) ataupun Pangab (Panglima Angkatan Bersenjata)"
Ohh pantes moment sih ini haha