Overthinking WNI saat ini:
- Dollar tembus 18 ribu
- MBG udah mulai lagi
- Harga bahan makanan naik
- Diusir presiden sendiri
- BBM langka 💀
Bayangin aja, jam 23.40 antrian SPBU di Medan masih sepanjang ini
DAY 1 MBG di sekolah.
Siswa gak mau ambil. Akhirnya dibuang semua. Seperti biasa.
Kemarin ada rencana mengalihkan MBG hanya ke sekolah 3T, tapi karena “investor” dapur SPPG protes termasuk SPPG-nya Polri dan TNI ya gak mungkin terlaksana.
Sudah terlalu banyak yang nyemplung sehingga banyak yang merasa dirugikan jika dihentikan.
Meskipun mereka sudah untung banyak.
APBN yang tekor. Yasalam
Logika ni orang :
-Gaji pejabat harus dinaikin biar ga korupsi
-Gaji hakim harus dinaikin biar ga disuap
-Gaji TNI polri harus dinaikin biar ga meras rakyat
Yg ga dinaikin :
-gaji guru soalnya tkut rakyat jd cerdas dan kritis
Berita Korea, di Asia Today (아시아 투데)
1) 74 kg emas ditemukan di rumah Jaksa Tindak Pidana Khusus Korupsi di Sentul
2) Uang tunai setara 44,4 milyar won juga ditemukan di kafe miliknya di Cipete
3) Jaksa Febrie Andriansyah ditetapkan sebagai tersangka
4) Kasus ini merusak kredibilitas penegakan hukum antikorupsi di Indonesia
Ada akun instagram yang spill barang mahal pejabat, bukannya diselidiki asal usul barangnya malah akun instagramnya yang dihilangkan. Ada pegawai yang bocorin surat perjalanan dinas pejabat bawa keluarga, malah pegawainya yang dimutasi. Aneh memang, jika tiap ada alarm bencana, yang dihancurkan malah alarmnya.
Prabowo: "Silakan kalau mau cari negara lain."
Gue:
Lah, emang nih negara punya elu doang?
Ini negara gue juga. Gue lahir di sini, kerja di sini, bayar pajak di sini. Hidup gue kagak dibiayain sama elu.
Gaji pejabat negara juga dibayar dari APBN yang berasal dari pajak rakyat. Jadi jangan mentang-mentang lagi pegang jabatan, terus nyuruh rakyat cabut.
Ngkritik pemerintah bukan berarti kagak cinta Indonesia. Justru karena ini negara gue, gue punya hak buat ngomong kalau ada yang gue anggap salah.
Yang mesti dibenerin itu kebijakannya, bukan mulut rakyatnya.
Menteri PU Lebih Kejam dari Fir'aun.
Bayangkan wak, seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) yang sudah mengabdi selama 27 tahun 3 bulan separuh hidupnya diabdikan untuk negara tiba-tiba dihancurkan begitu saja hanya karna beliau ungkap kebenaran.
Beliau dari jabatan Eselon III-a yang terhormat, ia dimutasi ke Maluku Utara dan jabatannya diturunkan drastis menjadi Pelatihan Teknis, setara golongan 2d. Penghargaan, pengalaman, dedikasi, dan masa baktinya diinjak-injak hanya dalam satu keputusan
Ini bukan mutasi biasa. Ini penghukuman. Ini perlakuan yang bahkan Fir'aun pun geleng geleng wak.
Semua ini terjadi karena kezaliman Menteri PU. Seorang pemimpin yang seharusnya melindungi dan menghargai pengabdian justru menjadi penghancur karir dan martabat anak bangsa.
Keadilan di mana? Hormati pengabdian ASN, atau mundur saja.
Tolong kepada @DivHumas_Polri@KejaksaanRI dan @KPK_RI periksa menteri PU ini.
Tau gak knpa kalimat brengsek ini bisa keluar?
Karena kebanyakan dari mereka itu tujuannya emang bukan "khidmah dluyuf al-rahman" (melayani jamaah haji), tapi buat ngasih makan nafsunya; "Gue jdi petugas haji, bisa sekalian gue manfaatin buat ngelaksanain haji". Akhirnya yg jadi prioritas itu bkan jamaahnya, tapi ritual pribadinya.
HOHO BLUNDERRR LAGI INIII WKWK
Secara tidak langsung, mereka menormalisasi praktik KKN. Kata "MEMPERMUDAH" itu udah jelas banget. Mempermudah keluarga pejabat dalam pengurusan VISA.
Artinya? Yapp ini ada penyalahgunaan wewenang. BUKAN BERARTI LO KELUARGA PEJABAT TERUS BISA DIBEDAIN PROSES PENGURUSAN VISANYA AMA YANG SIPIL.
SEKALI LAGI, ANAK PEJABAT GA ADA URGENSI DALAM KUNJUNGAN DINAS YA KHUWONTOLL... 😾😾🫵🫵
Menlu barusan klarifikasi, guys!
Alasan kenapa ga ada pejabat setingkat menteri, tidak bisa hadir untuk melayat ke Iran
Karena adanya pertimbangan teknis dan kesibukan pejabat.
Tapi akibatnya..
Dubes Indonesia yang melayat Alm. Ayatollah Ali Khamenei TIDAK DIKASIH AKSES ke area persemayaman beliau.
Soalnya, Iran hanya memperbolehkan pejabat setingkat menteri dan di atasnya untuk bisa masuk dan memberi penghormatan terakhir.
===
Padahal… kita punya 48 menteri dan 56 wakil menteri.
Wamenlu sendiri ada 3 orang. Salah satunya punya spesialisasi di Timur Tengah.
Bahkan kita bisa kirim Ketua DPR/MPR dan Utusan Khusus.
Masa sih semuanya pada ga bisa? Undangannya sudah diberikan oleh Iran sendiri loh.
Negara lain aja bisa kirim delegasi selevel menteri kok.
Wajar banyak yang bertanya-tanya, termasuk Dino Patti Djalal, soal keputusan pemerintah yang hanya mengirim dubes.
Padahal, ini Iran loh. Ini regional power di Timteng loh. Sayang banget kalau kita ga bisa berteman dengan Iran.
FOTO: KEMENLU, Khamenei (dot) ir