KEPUTUSAN FINALNYA: TIDAK DAPAT DITERIMA!!!
IJAZAHNYA GAK ADA.
GAK MEMENUHI SYARAT CALON WAKIL PRESIDEN~~~!!!
TAPI GAK DIDISKUALIFIKASI!!
KARENA STATUS CALON WAKIL PRESIDEN SUDAH BERUBAH JADI *WAKIL PRESIDEN*!!!
JADI MK GAK BISA DISKUALIFIKASI.
KEPUTUSAN YANG APAAAAAA... ππ€£ππ€£
Email/surat scam kayak gini sengaja dibikin "kelihatan jelek" seperti logo gepeng, banyak typo, gak pake body email, itu katanya emang sengaja menyasar target yg kurang edukasi, biar gampang nipunya.
Kalo kamu orang yg well educated akan otomatis kesortir..
Aku HAMPIR aja kena scam undangan interview kerja.
aku tau ini hal lumrah tp aku mau spreading awareness lagi aja. Jujur aku agak jengkel, jadi aku mau ekspos aja "POSSIBLY" antek-antek scammer ini
a threadπ§΅
Beginilah cara echo chamber kekuasaan bekerja: penjilat menyodorkan realitas yang ingin didengar, pejabat di atasnya mempercayainya sebagai kenyataan, lalu kenyataan itu dibawa kembali kepada rakyat yang sedang berhadapan dengan kenyataan sebenarnya.
Yang satu meniup gelembung. Yang lain tinggal percaya bahwa dunia memang seindah gelembung itu.
Dan yang paling ironis, gelembung itu ditiup di depan orang-orang yang sedang kehilangan rumah, keluarga, dan rasa aman. Di situlah etika dan empati menghilang: ketika penderitaan warga pun dipaksa menjadi panggung untuk mengonfirmasi keberhasilan program penguasa.
Teknologi untuk detect gambar sudah ada, detect suara atau musik juga sudah ada.
Yang belum ada tuh pendeteksi bau. Misal ada orang lewat trus wangi parfumnya kecium, tinggal kita buka aplikasi trus kibas-kibasin smartphone, akan muncul merk parfum apa yg dipakai, keren gak sih
πΉInilah beberapa footage yang menampilkan POV-POV mencekamnya peristiwa peracunan oleh BGN lewat embege di Berastagi.
Kiranya jejak digital ini dapat kita renungkan, entah sebagai musibah, entah sebagai bencana, apakah ini normal? Jika di antara kamu ada yang menganggap ini normal, coba periksa, barangkali ada yang salah dengan nurani dan empatimu. π«΅π»