Ini bahaya banget, SEMUA orang bisa kena dampaknya bukan cuma LGBT kalau bener-bener ada. Buka mata dah coba.
Ini malah bisa jadi hukum karet yang bisa jadi senjata untuk semua. Undang-undang yang dirancang untuk menargetkan satu kelompok minoritas jarang berhenti di situ. Bakal selalu melebar menjadi alat kontrol terhadap siapa saja yang dianggap tidak normal atau mengganggu. Mirip pasal-pasal karet UU ITE.
Identifikasi juga mustahil, coba dah gimana caranya?
Bagaimana negara mendefinisikan LGBT? Apakah dengan penampilan, koleksi seni, like di medsos, atau sekadar fitnah tetangga? Kalau aparat dikasih kekuasaan longgar, yang kena bukan cuma LGBT, tapi siapa saja yang feminine, tomboy, single lama, atau punya musuh.
Potensi penyalahgunaan aparat itu gede. Di negara di mana aparat masih suka sewenang-wenang, menambah pasal pidana subjektif sama saja memberi peluru kosong yang bisa ditembakkan ke siapa saja. Hari ini LGBT, besok bisa kamu yang suka seni seperti tari, besoknya temenmu yang dianggap terlalu dekat sama temen, atau tongkrongan kena fitnah.
Ini bukan perlindungan masyarakat, tapi perluasan kekuasaan negara ke ranah pribadi.
Hukum yang berdasarkan moralitas mayoritas tanpa batas yang jelas adalah undangan terbuka untuk tirani terhadap kehidupan pribadi semua warga.
ada pelecehah oleh gay, lu attack orientasinya. ada ibu2 nyetir meleng, lu ketawain gendernya. trus ada orang misbehave di transum, lu olok2 latar belakangnya. emang gak becus argue tanpa ad hominem aja lu tuh. ga becus addressing sesuatu tanpa carried away dan nyerang personal.
OPEN FOLLBACK✨️
1. Follow @wadulundip & Repost post ini
2. Drop SS pernah difollback/mutualan sama undipmfs2 (kalau belum, drop SS akun Gentayu/SSO/SIAP nama NO SENSOR)
@crimsonraien SBB OOMF TERNYATA AKU BELUM HIT SEND WAKTU ITU 😭🙏🙏
OMG aku udh dengerin dan dw vibesnya sgt jd aplg w that SP cover.... Lagu²nya has similar feelings ahdhajdh u did a good job picking em!! TY FOR SHARING AHH
indons’ homophobia is really rooted in pure misogyny cause how are you calling a literal married couple (luna maya & husband) “penyimpangan” just bc “reverse wedding attire” and calling a straight man baskara boti cause he’s an ally
Ada paradoks menarik ketika menggunakan komedi untuk punching up, tapi alat pukulnya adalah olokan terhadap identitas kaum marginal. Targetnya mungkin orang berkuasa, tapi dampaknya justru memperkuat stereotip dan makin mendehumanisasi mereka yang sejak awal paling rentan.
yuk mulai belajar, lelucon odgj itu termasuk tindakan ableist ya. apalagi bercandain odgj terlantar dan nyamain mereka sama penjahat, udah ableist classist pula. bisa dong lebih diperhatiin lagi kelompok rentannya.