@DiRadit_ jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
@hardy50_anak jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
@subhanfuad jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
@subhanfuad jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
Adian Napitulu dalang dibalik demo gelap Agustus. Anggota partai PDIP
@sahrulmustofa99 jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
@sayahendrika jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
@subhanfuad jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
@haryono_an98538 jika bicara secara objektif, yang disebut makar itu adalah Megawati. Ketika Gus Dur mengatakan memilih Chaeruddin Ismail sebagai Kapolri, tapi Megawati melakukan insubordinasi pembangkangan terhadap Presiden.
Kesalahan Megawati itu melengserkan Gus Dur (dianggap makar/preseden buruk) lalu membuat 'dosa besar' dg menyetujui Amandemen UUD 1945 yg liberal & menjual Indosat serta BUMN lainnya, yg merugikan negara
#MegawatiBikinRusuh#AdianNapitupuluDalangDemo#berita#fakta#fyp#viral
@abngjuan Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@arull131203 Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@sayahendrika Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@hardy50_anak Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@hardy50_anak Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@sayahendrika Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@1312Usup Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.
@haryono_an98538 Megawati ikut andil dalam “politik kekuasaan” yang mengorbankan idealisme reformasi 1998 dan “kudeta konstitusional”, karena prosesnya dilakukan lewat mekanisme MPR namun dengan nuansa tekanan politik yang kuat.