Satu sisi, urg memahami concern Wowo karena kalo kekosongan pemerintah terjadi, bukan gak mungkin bangsa asing bakalan merebut negara ini. Tapi di sisi lain, omongan dia tuh ngablu anjir. Yg nyinyir ya rakyatnya sendiri kok malah dibuat diskredit begini.
prabowo: "kenapa saya ingin jadi presiden? karna saya sudah lihat dari tahun 90-an indonesia menuju arah yg salah"
sekarang malah tambah salah lagi wo ๐ญ
Pelatih Komcad ke ASN: "Kalau kamu sendirian yang salah, kamu keliatan. Kalau salahnya bareng-bareng, kesalahan kamu gak akan terlihat."
Ini bukan slip of tongue. Ini kurikulum.
Mereka gak melatih bela negara. Mereka melatih kepatuhan kolektif, supaya nanti, kalau ASN disuruh menindas demonstran, semua kompak, semua aman.
- Kerusakan negara sekarang itu snowball effect dari Jokowi
- Yang jadiin Prabowo Presiden itu Jokowi juga
Ga ada mending mendingan, jangan pilih dua duanya
Saya tau it's hard to trust government at this point, tapi kalau bisa lebih objektif, transfer program berbentuk uang dan barang itu sudah sejak lama ada, evidence-based, ada dampaknya. Perihal bantuannya bentuk cash juga ada teorinya kenapa bs jadi lebih berdampak.
idealnya jika bansos tujuannya utk subsidi sembako... dana cash ini, bisa juga digeser jadi voucher belanja spt di DKI Jakarta
jadi mencegah potensi penyimpangan, judol, beli rokok, beli tuak atau beli durian montong.
Orang lain menjilat ke Pak Prabowo, tapi Bung Fahri menjilat lewat bapaknya Prabowo.
"....Padahal MBG lahir dari salah satu gagasan paling mulia yang pernah dimiliki negara."
"...Tidak ada bangsa yang dapat menjadi besar jika anak-anaknya tumbuh dalam keadaan kekurangan gizi."
Tren stunting turun, artinya gizi kita makin membaik, tanpa ada MBG.
Tidak ada kemuliaan dalam menambah-nambahi program yang membenani uang negara, apalagi pakai kedok "gagasan".
Sebuah program tidak bisa dinilai mulia hanya dari niat baik (good intention) yang melahirkannya.
Kenapa?
Karena instrumen penanganan gizi sudah ada, dan terbukti (bahkan secara empiris!) berhasil memangkas prevalensi stunting secara masif dari 37,2% menjadi 19,8% tanpa bantuan MBG.
Maka, memaksakan sebuah program baru berskala raksasa dengan fungsi yang tumpang tindih seperti ini adalah sebuah redundansi kebijakan. Niat baik harusnya dimulai dari sini dulu, jangan mengawang-awang di langit.
Bung Fahri harus mengurang-ngurangi romantisme etis seperti ini. Dollar sempat tembus 18ribu. Kepala BGN korup. Yang menyusul kemudian: KMDP.
W sepakat kalo subsidi BBM dicabut atau ya setidaknya ada kajian lebih lanjut subsidi yg tepat untuk pengguna tuh via apa. Yg jelas subsidi2 gini pasti banyak melencengnya, jadi APBN gak dialokasikan secara optimal.
Kalau menelusuri postingan Prabowo, sinyalnya sebenarnya sudah jelas: subsidi energi, mulai dari BBM, listrik PLN sampai LPG, memang mau dicabut atau dialihkan.
Jadi kenaikan hari ini bukan kejutan, tapi tanda awal bahwa subsidi energi mulai dilepas pelan-pelan.
Makanya, lain kali kalau milih pemimpin jangan nilai dari jogetnya, tapi baca arah kebijakannya, paham?
My hot takes: BBM subsidi ini salah SBY. Kalo doi gak ngasih subsidi BBM aja waktu itu, rakyat bisa jadi gak akan ketergantungan sama subsidi. Dan gak akan ada moral hazard dari orang kaya:))
Jadi kapan nih demo nya? Pertamax udah Rp. 16250 , 1 usd = Rp. 18200, dan ihsg di all time low
Ini udah JAUH LEBIH PARAH dibanding 98 tapi masih belom ada yg mau demo???