Gw gak bisa gini terus. Masih ngerasa stagnan walau improvementnya ada, tapi masih kurang karena kalah sama hal yang gw kurang suka di diri gw.
Ngingetin gw ke buku yang gw baca di perpustakaan dulu.
"Change or Die"
Justru harusnya dinormalisasi "jangan ganggu gue, gue lagi libur" wkkwkwkw, ngeshift wiken di eropa itu lemburannya mahal coy
Dibalik fast respons nya perusahaan China, kita gatau eksploitasi pekerjanya kaya apa loh, meskipun ya, mereka udah mulai advokasi Work-Life-Balance dan mengotomasi banyak proses usahanya supaya tidak kehilangan produktifitas meskipun pekerja-pekerjanya lebih balance hidupnya
Validasi itu memabukkan.
Bayangin, seorang laki2 yang mungkin nggak pernah dianggap menarik. Lalu tiba2 tiap hari dapet:
"Kak ganteng."
"Aku deg-degan."
"Nikahin aku."
Kalau nggak punya fondasi karakter yang kuat,
validasi bisa jadi narkoboy.
Seorang warga mengajukan permohonan uji materi atau judicial review Pasal 131 ayat (1) UU No. 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian ke Mahkamah Konstitusi (MK) agar tersebut diubah sehingga anak usia 0-5 tahun mendapat fasilitas tiket gratis.
Permohonan yang diajukan pada 23 Juli 2026 itu berangkat dari keberatan pemohon terhadap kebijakan KAI yang mewajibkan anak berusia 3 tahun ke atas membeli tiket dengan tarif dewasa.
Menurut pemohon, kebijakan tersebut bertentangan dengan frasa "anak di bawah 5 tahun" yang tercantum dalam Pasal 131 ayat (1) UU Perkeretaapian.
Pemohon mendalilkan Pasal 131 ayat (1) UU Perkeretaapian menimbulkan ketidakpastian hukum karena tidak menjelaskan secara tegas cakupan frasa "fasilitas khusus" maupun batas usia "anak di bawah 5 tahun". Kekosongan norma itu, lanjutnya membuka ruang bagi operator untuk membuat aturan internal yang membatasi hak anak.
(Liputan 6)