tadi malam, apinya lagi-lagi masuk ke kawasan rumah warga. kebakarannnya bukan cuma di hutan sekarang, tapi rumah-rumah warga 🙁
tolong, tolong bantu kami yang di kalimantan, tolong sekali beritakan juga hal ini 🙁
nganggur tuh gak enak. capek. kehilangan spark diri, malu sama orang tua, pengen ini pengen itu nahan, mau minta ortu juga malu, dan kalo lagi deket sama cowok tuh juga malu kalo nganggur. mungkin cowoknya gak masalahin tapi aku gak bisa.
mending kerja, meskipun capek. meskipun di kerjaan tuh kadang bikin pusing tapi pas gajian tuh seneng soalnya bisa beli makan enak buat diri sendiri maupun keluarga 🥺😭
TEMENNYA NGAPAIN MALAH IKUTAN 😭
Si A lagi tiduran nungguin temennya di kursi rumah sakit, pas bangun lehernya nyangkut. Udah coba gimana pun tetep gagal, terus temennya si B dateng.
Si B mau kasih tunjuk “gini loh keluarinnya” TAPI MALAH IKUT NYANGKUT JUGA (jujur kocak bgt kan si A gabisa liat juga ya??? 😭)
Endingnya dengan bantuan para security rumah sakit, mereka bongkar kursinya dan keduanya bisa lepas 🙏🏻
Pak Purbaya meresmikan Sekolah Rakyat, lalu bilang ke anak-anak supaya berterima kasih ke Pak Prabowo.
Aku cuma komentar,
"Yang lebih pantas diucapin terima kasih itu rakyat Indonesia. Soalnya dana buat program ini berasal dari uang rakyat, bukan uang pribadi Pak Prabowo."
Eh, habis itu langsung diserbu para loyalis. 😅
Terus muncul satu akun yang ikut balas.
Pas aku cek profilnya...
Lho, ternyata Eselon II. 👀
Btw, ZZH itu institusi mana sih, gaes? 🤔
2 teman dekatku ada yg daftar dan lulus jadi manager KOPDES. Mereka bukan 02 voters juga, bahkan pas pemilu dulu sampai skrg (sebelum pelatihan di barak) sering share postingan dan awareness mengenai parahnya kekuasaan rezim sekarang.
Tapi apa aku menyalahkan mereka krn tiba2 daftar program itu? Pdhl kami tau, itu program bancakan dan ladang korupsi. Dari presiden yg sama sekali gak kami sukai.
Aku sama sekali gak menyalahkan mereka. Nggak tega tepatnya.
Kami lulusan salah satu PTN di Jawa, lulus tahun 2025. Freshgraduate yang hampir kadaluarsa karena dah setahun lebih. Pengangguran. Pegang beban dari keluarga dan sekitar, tiap ketemu ditanya dah kerja dimana? Yg lebih parahnya, "Masa sih lulusan PTN situ gak dapat kerja, orang yg lulus dari Univ biasa aja gampang nyari kok."
Bedanya aku dan mereka itu karena aku beruntung dapat kesempatan kerja. Sedangkan teman2ku masih struggle sama interview, dighosting perusahaan, bahkan ketolak pdhl tinggal berangkat MCU.
Alasan mereka daftar, ya mencari peruntungan. Mereka juga butuh uang buat hidup. Dan cuma manager KOPDES ini yang mau menerima mereka karena hanya lapangan kerja ini yg "diusahakan" segitunya sama pemerintah. Miris.💔
Mereka juga terpaksa daftar ini guys, kalau ada kesempatan lain pasti gak mau. Apalagi in this economy, apapun yg menghasilkan uang pasti dilakuin. Btw temenku ini gaada posting apapun kegiatannya pas di barak.
Jujur ngeri sih ini🥲🙏
Pertalite abis dimana-mana
Mall- Mall besar pada bikin pagar tinggi
Harga sembako naik lagi
PHK dimana-mana, banyak layoff
Polri vs Kejagung tiba2 selesai
Pejabat2 pada masukin keluarga jadi komisaris
Langsung ke intinya aja, jadi tanggal berapa sih?
Harus gimana menyikapi situasi ini?
🙏🥲
PHK massal. 34 orang, termasuk aku, dipanggil ke ruang meeting jam 9 pagi, dikasih tau lewat 1 slide power point yang judulnya "Efisiensi Organisasi".
Gak ada yang nangis di ruangan itu. Semua diem, saking kagetnya.
Setelah pengumuman, HR ngasih penjelasan cepet soal hak-hak kita: pesangon, JHT, sama JKP alias Jaminan Kehilangan Pekerjaan.
Penjelasannya buru-buru banget, kayak lagi baca dari kertas contekan. Aku sampe harus nulis di HP sendiri biar gak lupa istilahnya.
Aku pikir, oke, minimal ada kejelasan. Ternyata itu baru awal dari ribetnya.
Aku coba klaim JKP lewat aplikasi seminggu setelah PHK, sesuai yang disaranin.
Statusnya "ditolak", tanpa alasan jelas di layar. Aku telpon call center, nunggu 40 menit, akhirnya dikasih tau: laporan PHK dari perusahaan belum masuk sistem BPJS Ketenagakerjaan.
Jadi aku yang harus balik lagi ke kantor lama, minta HR ngelaporin, padahal mereka yang PHK aku duluan.
Aku cerita ke temen seangkatan PHK, namanya Fikri. Masalah dia beda lagi: JHT-nya ketahan karena nama di KTP sama di data BPJS beda satu huruf, typo dari HR waktu daftar dulu.
Dia harus urus surat keterangan ke Disdukcapil dulu sebelum bisa klaim.
Dua masalah beda, tapi sama-sama bikin capek: yang salah bukan kita, yang harus benerin, ya kita.
cc : leunira3fhlumumba
Ini dia pelakunya.
Guru yang tega bawa muridnya sendiri, kelas 2 SD, yatim piatu, buat di sdm suaminya.
Sumpah abis baca berita ini dada jadi sesek luar biasa. Ga habis pikir ada manusia sekeji ini. Orang yang harusnya jadi tempat anak merasa aman malah jadi pihak yang ngehancurin hidupnya.
Btw, sampe siang ini warga Tanjung Balai masih demo depan polres tempat pelaku diamankan. Semoga dua lucknud ini dihukum seberat-beratnya, dan si adik dpt pendampingan psikologis terbaik 💔🥺
Yang rame di Kpopers~
Risya Azzahra Natakusumah, anak Achmad Dimyati Natakusumah, Wakil Gubernur Banten.
Di saat para Kpopers nabung untuk ketemu idol, si Risya malah pake APBN buat ketemu idol dg estimasi 25jt-40jt++.
Iya, make APBN. Hebat & salut!
Aku dikeluarkan dari arisan keluarga karena dianggap menunggak delapan bulan.
Di grup WA, Bude mengunggah daftar tunggakan. Namaku diberi warna merah dengan total Rp2,4 juta.
Aku langsung mengirim delapan bukti transfer. Semuanya masuk ke rekening Nisa, sepupuku yang menjadi bendahara.
Belum satu menit, dia menelepon.
“Hapus dari grup. Jangan bikin ramai.
Bude bilang rekening Nisa nggak pernah ditetapkan sebagai rekening arisan.
Tapi nomor itulah yang Nisa pasang di pesan grup. Sebelas orang lain juga rutin mengirim ke sana.
Setelah semua bukti dikumpulkan, ada Rp31,8 juta yang nggak pernah masuk pembukuan.
Malamnya Nisa mengaku. Uangnya dipakai membayar gedung pernikahan.
“Setelah akad aku ganti. Tinggal sepuluh hari lagi.”
Besoknya beberapa orang keluarga meneleponku bergantian.
Mereka nggak membahas uangnya. Mereka memintaku diam sampai pernikahan selesai.
Pakde bilang, “Uang masih bisa dicari. Kalau nama keluarga rusak, nggak bisa ditarik lagi.”
Aku membuat rekap semua transfer lalu mengirimkannya kepada seluruh anggota arisan.
Grup langsung sepi.
Arisannya dihentikan. Aku juga nggak lagi masuk grup keluarga.
Undangan pernikahan Nisa tetap dikirim kepadaku.
Di halaman terakhir undangan digitalnya ada nomor rekening untuk hadiah.
Nomornya sama dengan rekening tempat uang arisan kami hilang.
cc : rgjan03
logika aneh seorang prabowo:
- 24 juni ngaku gaji guru tidak bisa naik karna uangnya tidak ada
- 22 juli dirikan universitas republik indonesia
- 23 juli beli pesawat tempur 30 Triliun
- 18 juli kipas angin kopdes 1.2 triliun
- 17 juli tiap kopdes akan 2 truk
- ngaku hemat anggaran 300 triliun
- ada uang sitaan dari kejaksaan triliiun
Gila yaaaaaa????? Udh krisis pendidikan gini, skrg ada pemecatan guru secara massal????? Bener2 mau memelihara kebodohan dan kemiskinan.
mending stafsus stafsus ga guna itu aja yg dipecat.