Hussam Abu Safieh is one of the Palestinian doctors (among 95 other doctors) that will be killed by the “Israeli death penalty for hostages.”
Do not let them murder him. Repost this.
Jangan berhenti bercakap tentang Palestin.
Kerana apabila dunia memilih untuk diam, penindasan akan terus berulang tanpa disedari.
Setiap suara kita adalah saksi.
Setiap perkongsian adalah perlawanan.
Apa yang dilakukan Pemerintahan IRAN kepada Rakyatnya termasuk juga bagi Warga Asing di Iran merupakan Konsep Sosialis, dimana NEGARA BERBAGI KEMANKMURAN pada Seluruh Bangsanya sama rata, tidak ada kelasifikasi masyarakat dalam biaya hidupnya
Konsep "Berbagi Kemakmuran" di Iran
Di Iran, negara memegang kendali penuh atas aset strategis (terutama minyak dan gas) dan mendistribusikannya kembali dalam bentuk subsidi harga yang masif.
Harga Energi Flat: Tidak seperti di negara kapitalis yang menggunakan harga pasar, pemerintah Iran menetapkan harga BBM dan listrik yang sangat murah bagi seluruh warga, tanpa melihat status sosial, karena Rakyat dihormati sebagai PEMILIK KEDAULATAN.
Ini adalah upaya untuk memastikan biaya input kehidupan tetap rendah bagi semua orang.
Subsidi Langsung: Sejak reformasi subsidi tahun 2010, Iran mengganti sebagian subsidi harga dengan transfer tunai langsung kepada hampir seluruh rumah tangga.
Tujuannya adalah pemerataan hasil kekayaan alam secara instan.
ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi RAKYAT dan BANGSA, Namanya saja NEGARA SOSIAL (Ga heran Kapitalis BENCI pada Pemerintahan SOSIALIS)
Beda dengan dinegara Kapitalis, dimana Pemerintahnya PANDAI Cari duit pada Rakyatnya alias Rakyat diasumsikan sebagai PELANGGAN Bukan PEMILIK KEDAULATAN bagi Kemakmuran para Kapitalisnya
Stratifikasi dalam Sistem Kapitalis (Targeting)
Dalam sistem kapitalis atau semi-kapitalis, efisiensi sering kali menjadi alasan untuk melakukan klasifikasi masyarakat:
Segmentasi Produk: Munculnya pembedaan seperti "LPG 3kg untuk si miskin" sebenarnya adalah cara negara untuk menekan beban fiskal (anggaran).
Namun, dampaknya adalah terciptanya stigma sosial dan birokrasi yang rumit (pembatasan BBM per hari, aplikasi tambahan, dll).
Beban Pajak yang Terbalik: Ada paradoks dalam kapitalisme di mana korporasi besar sering mendapatkan tax holiday atau insentif pajak dengan dalih "trickle-down economics" (menciptakan lapangan kerja).
Sementara itu, rakyat jelata justru terbebani oleh pajak konsumsi (seperti PPN) yang sifatnya regresif—makin kecil pendapatan, makin terasa beban pajaknya.
BUKTI nya APBN atau Anggaran PEMERINTAH diperoleh dari PAJAK RAKYAT sebesar 83%, sedang Sumbangan Pajak dari para KAPITALIS seperti JURAGAN TAMBANG EMAS, BATU BARA dlsb, HUTAN, dlsb Cuma 7% kalau terjadi BENCANA, Rakyat Harus jadi KORBAN, Kapitalis cukup Ngopi-Ngopi dengan Kepala Negara.
ADILKAH? YAH ADIL BANGET Bagi KAPITALIS, namanya saja NEGARA KAPITALIS (Ga Heran RAKYAT BENCI pada Pemerintahan KAPITALIS)
Semoga bisa dipahami 🙏
😎
:: WeKa ::
Heartbroken by all the suffering I have seen the last 5 days in South Kordofan, Sudan.
This is the worst conflict within the worst humanitarian crisis in the world today.
Tens of thousands have fled hunger and bombing in the main city of Kadugli, where an armed blockade prevents us from getting in aid to the famine-stricken population.
While the world wraps gifts, entire nations are wrapped in smoke. Palestine, Sudan, Yemen, Lebanon, Syria - their sky is fire, not fireworks. Their December is survival, not celebration. Don't let comfort turn you silent.
*Pesan dari Sudan untuk rakyat Indonesia.*
Ini bukan perang saudara..
Ini adalah pembunuhan sistematis terhadap warga sipil yang tidak bersalah... sementara dunia diam saja.
Tolong... jangan jadi bagian dari kesunyian itu. Suara Anda bisa menyelamatkan nyawa.
Ingat Sudan!
Samah Affaneh, a mother of two, lost her hand and injured her foot when a nearby home was struck by an Israeli missile while she was pregnant.
She gave birth amid severe shortages of food and healthcare and now lives with disability and constant pain, struggling to care for her newborn.
𝗧𝗢𝗟𝗢𝗡𝗚 𝗩𝗜𝗥𝗔𝗟𝗞𝗔𝗡: 𝗦𝗨𝗔𝗠𝗜 𝗦𝗔𝗬𝗔 𝗕𝗨𝗞𝗔𝗡 𝗞𝗥𝗜𝗠𝗜𝗡𝗔𝗟, 𝗗𝗜𝗔 𝗛𝗔𝗡𝗬𝗔 𝗠𝗘𝗟𝗜𝗡𝗗𝗨𝗡𝗚𝗜 𝗦𝗔𝗬𝗔! 😭
Kepada seluruh masyarakat Indonesia, para petinggi hukum, Bapak Kapolri, dan orang-orang baik di luar sana...
Nama saya Arsita Minaya. Hari ini saya memberanikan diri menulis ini dengan air mata yang tidak kunjung berhenti. Saya memohon bantuan Anda semua untuk menyelamatkan suami saya, Hogi Minaya, yang kini terancam dipenjara 6 tahun hanya karena dia mencoba menyelamatkan nyawa saya.
Kejadian itu masih membekas di ingatan saya. Saat kami sedang mengantar pesanan, saya dijambret oleh dua orang yang membawa pisau cutter. Tali tas saya diputus paksa. Saat itu, saya hanya bisa berteriak ketakutan.
Suami saya, yang melihat istrinya dalam bahaya, secara refleks mencoba menghentikan pelaku. Dia tidak punya niat membunuh, dia hanya ingin mengambil kembali barang yang dirampas. Namun, pelaku yang panik memacu motornya dengan sangat kencang, menabrak tembok, dan meninggal dunia.
Sekarang, dunia kami hancur.
Pelaku jambretnya bebas dari hukum karena meninggal, tapi suami saya—korban yang membela saya—justru dijadikan TERSANGKA. Kakinya dipasangi gelang GPS seolah-olah dia penjahat besar yang mau melarikan diri. Padahal kami hanya pedagang jajanan pasar yang jujur.
Logika mana yang dipakai?
Apakah seorang suami harus diam saja saat istrinya ditodong pisau di depan matanya?. Apakah membela diri dan keluarga sekarang dianggap sebagai kejahatan di negeri ini?.
SAYA MEMOHON DENGAN SANGAT:
Bantu saya VIRALKAN tulisan ini. Saya butuh perhatian dari Bapak Presiden, Bapak Kapolri, Bapak Mahfud MD, Bang Hotman Paris, dan siapa pun yang punya kekuatan untuk menegakkan keadilan yang sesungguhnya
Jangan biarkan suami saya membusuk di penjara karena melakukan tugasnya sebagai pelindung keluarga. Saya hanya ingin keadilan, bukan hukum yang berat sebelah.
Tolong share postingan ini... satu share dari Anda sangat berarti untuk kebebasan suami saya.