KALAU UANGMU SELALU
HABIS SEBELUM AKHIR
BULAN
KAMU HARUS TAHU METODE
INI!
1. Wajib Tulis Manual
- Tulis semua pengeluaran sekecil apapun dengan
tangan secara fisik yang memicu kesadaran penuh
(mindfulness).
2. Bagi ke dalam 4 Pos
- Kategori Kebutuhan Pokok (Survival)
- Keinginan (Optional)
- Hiburan/Wawasan (Culture)
- Biaya Tak Terduga (Extra)
3. Jawab 4 Pertanyaan
- Berapa uang yang dimiliki?
- Berapa yang mau ditabung?
- Berapa banyak yang dihabiskan?
- Apa yang dapat diubah dan ditingkatkan?
4. Refleksi Mingguan dan Bulanan
- Evaluasi mingguan & bulanan bukan cuma soal
angka, tetapi memahami emosi di balik setiap
pengeluaran agar tidak mengulang kesalahan yang
sama.
METODE INI DINAMAKAN
"METODE KAKEBO"
Temen gw dokter anak. 11 tahun praktek. Ratusan pasien dari bayi sampai remaja.
Gw ngeluh pas ngopi: "Anak gw manja banget. Minta gendong terus. Turun bentar, naik lagi. Turun bentar, naik lagi. Bahu gw remuk."
Dia ketawa. "Berapa bulan anaknya?"
"14 bulan."
"Itu bukan manja. Itu namanya SECURE BASE BEHAVIOR. Dan kalau lo tolak terus, lo lagi bikin kerusakan yang gak keliatan di otaknya."
Gw naruh kopi. "Kerusakan?"
Lo baru sadar HPnya ilang, langsung buka Find My Device lewat laptop.
Last seen 5 jam lalu di Stasiun Gambir. Abis itu? Udah.
Nggak gerak lagi. Langsung offline.
Si maling langsung matiin internet biar ga ke trace. Itu cara jadul.
Dulu sampe situ doang.
Sekarang? Nggak lagi.
Saya ada cerita seorang bapak.
Dia kerja 20 tahun buat biayain anaknya kuliah S1.
Lembur.
Utang.
Sampai jual tanah warisan.
Anaknya lulus. IPK bagus.
Wisuda lengkap dengan toga.
Sekarang anaknya kerja serabutan. Gaji di bawah UMR.
Dan si bapak masih senyum bilang,
"Mungkin belum rezekinya."๏ฟผ
Yang bikin saya merenung bukan cerita anaknya.
Tapi cerita si bapak.
Dia lahir tahun 70-an.
Gak tamat SMA pun bisa buka toko,
punya rumah,
besarin anak dengan layak.
Logikanya simpel dan masuk akal:
"Dulu gw gak sekolah tinggi aja bisa. Kalau anak gw kuliah,
hidupnya pasti jauh lebih baik dari bapaknya."
Logika itu benar. Di zamannya.๏ฟผ
Masalahnya bukan orang tua yang salah didik.
Bukan juga anaknya yang kurang usaha.
Tapi janji yang mereka pegang sudah kedaluwarsa.
Ijazah dulu adalah tiket.
Sekarang ijazah adalah syarat minimum.
Yang bahkan kadang pun masih belum cukup.
Dua hal yang kelihatannya sama, tapi sebetulnya beda jauh.๏ฟผ
Bayangin ya.
Tahun 1995,
fresh graduate langsung diperebutkan perusahaan.
Sekarang,
lowongan entry level minta pengalaman 2 tahun,
skill digital, bisa multitasking, dan siap ditempatkan di mana saja.
Gajinya?
UMR aja belum tentu.
Hampir sama kalau dikonversi ke harga waktu itu.
Tapi harga rumah, kontrakan, dan beras sudah tidak ikut berdiam di angka yang sama.๏ฟผ
Generasi 90-an pasti hafal nasihat ini:
"Rajin sekolah, biar dapat kerja bagus."
"Kuliah dulu, baru enak hidupnya."
"Investasi terbaik itu pendidikan."
Nasihat itu bukan bohong.
Di zamannya, itu benar dan terbukti.
Tapi zamannya sudah ganti.
Nasihatnya tidak ikut ganti.
Dan anak-anak kita tumbuh sambil pegang peta zaman dulu
yang sudah tidak cocok sama jalanan yang mereka hadapi sekarang.๏ฟผ
Saya pernah ngobrol panjang sama seorang teman.
Dia cerita,
"Bokap gw sampai jual motor buat bayar UKT semester terakhir gw."
Saya tanya, "Sekarang kerjanya apa?"
"Freelance desain. Kadang ada job, kadang enggak."
"Bokap lu tau?"
"Tau. Dia bilang sabar, rezeki ada aja. Tapi gw liat matanya... dia bingung."
Si bapak bingung bukan karena anaknya gagal.
Tapi karena cara yang dulu berhasil sekarang tidak lagi bekerja.
Dan dia tidak punya peta baru untuk dikasih ke anaknya.๏ฟผ
Kalau anakmu masih sekolah atau mau kuliah,
jangan cuma pikirin jurusannya.
Tapi ajarin juga:
1. Ajarin dia cara kerja uang sejak kecil.
2. Bekali satu skill konkret yang bisa langsung menghasilkan.
Sebelum dia lulus dan bingung mau mulai dari mana.
3. Kasih ruang buat gagal kecil sekarang.
Biar dia gak gagal besar pertama kali justru di dunia nyata.
4. Jangan cuma bekali ijazah. Bekali juga kemampuan bertahan.
Bukan berarti kuliah tidak penting. Tapi kuliah saja sudah tidak cukup.๏ฟผ
Soalnya begini.
Orang tua yang paling menyiapkan anaknya bukan yang paling banyak bayar biaya kuliah.
Tapi yang paling jujur bisa ngomong ke anaknya:
"Dunia yang kamu masuki berbeda dari dunia yang Ayah dan Ibu kenal.
Kita harus cari tau bareng-bareng."
Kejujuran itu lebih berharga dari SPP mana pun.๏ฟผ
Dan seperti biasa, selalu ada dua kubu.
Kubu pertama bilang,
"Orang tua salah. Harusnya ajarin skill, bukan kejar gelar."
Kubu kedua bilang,
"Orang tua sudah benar. Anaknya yang kurang mau usaha."
Tapi ada kemungkinan ketiga yang jarang ada yang mau nyebut:
Dua-duanya sudah berusaha sebaik yang mereka bisa dengan informasi yang mereka punya.
Tapi sistemnya yang tidak pernah jujur ke keduanya.๏ฟผ
Generasi kita mungkin adalah generasi pertama yang hidupnya lebih susah dari orang tuanya.
Bukan karena malas. Bukan karena manja.
Tapi karena peta yang diajarkan ternyata sudah tidak relevan saat mereka datang.
Dan orang tua mereka masih dengan tulus menunjuk ke peta yang didapat dulu.๏ฟผ
Waktu gedung Eijkman mau dirobohkan, Habibie sebagai Menristek dan kepala BPPT melarang peruntuhan tembok kantor lama Eijkman sambil berujar: 'You can buy any tools, but you can't buy history!'
Lembaga Eijkman itu adalah tempat ditemukannya vitamin B1 untuk penyakit beri-beri
Tato itu "permanen" BUKAN karena tintanya nempel di kulit terus, tapi karena ๐๐ถ๐ธ๐น๐๐ ๐ฝ๐ฒ๐ฟ๐ฎ๐ฑ๐ฎ๐ป๐ด๐ฎ๐ป ๐ธ๐ฟ๐ผ๐ป๐ถ๐ ๐ฑ๐ถ ๐ธ๐๐น๐ถ๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐บ๐ฒ๐น๐ถ๐ฏ๐ฎ๐๐ธ๐ฎ๐ป ๐๐ฒ๐น-๐๐ฒ๐น ๐ถ๐บ๐๐ป.
Jadi saat jarum tato menembus kulit, tubuh langsung menganggap ini sebagai luka dan ancaman asing. Pigmen yang masuk langsung "dimakan" oleh sel-sel imun seperti neutrofil, makrofag, dan sel dendritik.
Tinta tato ini akan bertahan lama di makrofag karena makrofag punya mekanisme "captureโreleaseโrecapture" yang membuat tato bisa bertahan lama.
Jadi pas tinta tato itu masuk, makrofag akan berbondong-bondong menelan partikel tersebut. Namun, makrofag tidak bisa mencerna pigmen tinta, karena ukurannya besar dan tahan lama. Akibatnya, makrofag mati, melepaskan pigmen kembali ke jaringan sekitar. Lalu gelombang makrofag baru datang dan mengulangi proses yang sama.
Sederhannya tato "permanen" itu sebenarnya bukan karena tinta nempel terus, tapi karena ada relay makrofag yang terus-menerus mengambil ulang tinta yang terlepas saat makrofag lama mati.
Beberapa penelitian terkini menunjukkan bahwa penumpukan ini bisa mengganggu fungsi imun normal, termasuk respons terhadap vaksin tertentu, serta dikaitkan dengan peningkatan risiko limfoma, yaitu kanker kelenjar getah bening, dan kanker kulit.
Semoga bermanfaat!
Sumber:
Tattoo ink exposure is associated with lymphoma and skin cancers - a Danish study of twins
Gue dulu bayar Google One Rp135rb/bulan buat dapet cloud storage 2TB.
Sekarang? Rp0.
Storage UNLIMITED. Akses dari mana aja. Data 100% milik gue.
Caranya: Ubah laptop/PC nganggur jadi cloud storage pribadi. Ga perlu bayar bulanan, cuma bayar listrik PLN aja
Gini tutorialnya:
Lo bayar IndiHome 325rb/bulan. Katanya dapet 150 Mbps.
Tapi nonton Netflix buffering.
Zoom meeting patah-patah.
Download 1GB nunggu 2 jam.
Masalahnya bukan provider lo, tapi masalahnya di rumah lo sendiri.
Gue fix WiFi rumah dari 12Mbps โ 47Mbps.
Tanpa upgrade paket dan tanpa beli router baru.
Gini caranya:
"Bunga 0%"
"Bayar bulan depan"
"Belanja sekarang, pikirin nanti"
"Bebas biaya admin"
"Bonus cicilan 3 bulan"
Itu JEBAKAN.
Paylater gak gratis. Mereka ambil duit lo lewat cara yang lo GAK SADAR.
Gue breakdown semua trik marketing mereka.
Setelah baca ini, lo gak akan kena tipu lagi.
Dilema Lulusan FKIP:
1) Lulus kuliah dapet gelar Sarjana Pendidikan, tujuannya buat jadi guru.
2) Tapi syarat jadi guru, harus ikut PPG prajab biar dapet serdik.
3) Setelah dapat serdik, harus ikut seleksi PPPK.
4) Tapi syarat ikut seleksi PPPK, harus punya pengalaman jadi guru.
5) Biar ada pengalaman jadi guru, minimal honorer 2 tahun.
6) Tapi sekarang aturannya, sekolah gak boleh rekrut guru honorer.
7) Akhirnya, banyak S.Pd susah jadi guru, sementara sekolah kekurangan guru.
8) Lulusan S.Pd pada cari karir lain. Sekolah makin kekurangan guru.
๐๐๐๐๐ ๐๐ถ๐ป๐ท๐ฎ๐น ๐๐ฒ๐บ๐ผ๐ธ๐ฟ๐ฎ๐๐ถ
Hari ini saya mendapatkan kiriman video ini. Ketika Deddy Sitorus memprotes hasil pemilu kita. Masalah usang sebenarnya. Klise. Beberapa kita sudah bosan membahasnya. Tetapi memang inilah akar masalah kita.
Saya sering katakan, DEMOkrasi (daulat rakyat) sudah dibajak DUITokrasi (daulat uang).
Ada dua modus strategi menang pemilu sekarang: Politik Uang dan Politik Curang. Mau menang, serang dengan siraman "uang".
Petahana menyalahgunakan wewenang. Serang dengan amplop, uang saksi, sembako, bansos, dll. Intinya, satu kata: UANG!
Padahal:
๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ธ๐ผ๐๐ผ๐ฟ ๐๐ถ๐ฑ๐ฎ๐ธ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐ต๐ฎ๐ฑ๐ถ๐ฟ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ถ๐บ๐ฝ๐ถ๐ป ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ฏ๐ฒ๐ฟ๐๐ถ๐ต.
๐๐ฎ๐ฟ๐ถ ๐ฝ๐ฒ๐บ๐ถ๐น๐ ๐๐ฎ๐ป๐ด ๐ธ๐ผ๐๐ผ๐ฟ ๐ต๐ฎ๐ป๐๐ฎ ๐ฎ๐ธ๐ฎ๐ป ๐น๐ฎ๐ต๐ถ๏ฟฝ๏ฟฝ ๐ฐ๐ฎ๐น๐ผ๐ป ๐ธ๐ผ๐ฟ๐๐ฝ๐๐ผ๐ฟ.
Seharusnya, dalam tubuh negara demokratis, pemilu berfungsi sebagai "Ginjal", yang mencuci darah kotor. Pemimpin yang tidak amanah, tidak kapabel, adalah darah kotor yang disingkirkan melalui saringan pemilu lima tahun sekali.
Tetapi ginjal pemilu kita sudah gagal. Yang tersaring dan kalah, malah politisi yang bersih. Yang mengandalkan kapasitas dan integritas tak terbeli, bukan isi tas.
Gagal ginjal pemilu menghadirkan pemenang pilpres dari putusan Paman Usman untuk Gibran; Anggota Legislatif nasional dan lokal yang merampok uang rakyat; Gubernur, Bupati, Walikota yang menghadirkan kebijakan koruptif.
Semua bermuara dari uang suap untuk memenangkan pemilu. Menjadi kandidat bayar mahar (๐ค๐ข๐ฏ๐ฅ๐ช๐ฅ๐ข๐ค๐บ ๐ฃ๐ถ๐บ๐ช๐ฏ๐จ). Menjadi pemenang membayar penyelenggara pemilu, oknum aparat, pengadilan, mahkamah, hingga membeli suara rakyat (๐ท๐ฐ๐ต๐ฆ ๐ฃ๐ถ๐บ๐ช๐ฏ๐จ).
Padahal, baik yang memberi suap ataupun yang menerima suap, masuk neraka, kata Rasulullah.
Jadi, kesimpulannya, suap adalah praktik yang menyebabkan "gagal ginjal pemilu" kita, dan dari waktu ke waktu semakin kita toleransi sebagai kenormalan. Kata Burhanuddin Muhtadi, politik uang adalah "new normal" dalam pemilu kita.
Tidak ada kabar baik dari pemilu yang kotor.
Tidak ada keadilan dari gagal ginjal pemilu.
Indonesia tidak akan pernah maju, melalui pemenang pemilu yang curang dan mengandalkan sokongan uang dari para oligarki koruptor.
Dirgahayu Indonesia!
Tapi, percayalah, dengan gagal ginjal pemilu, Indonesia tidak menuju negara maju, Indonesia menuju negara gagal!
๐จ TV Iran:
โTidak ada radiasi nuklir dalam serangan tadi malam, semua uranium sudah dipindahkan dari fasilitas nuklir sebelumnya.โ
Sekitar pukul 3 malam (UTC +3), jet tempur Amerika menyerang 3 fasilitas nuklir Iran.
Detail lengkap di Thread...๐งต
Ngurus rumah tanpa ngerti harus ngapain tuh bener-bener bikin kepala mumet. Aku butuh hampir 2 tahun buat nemu ritme rawat rumah yang nyaman dan nggak bikin capek mental. Nih ya, aku spill formula yang sekarang aku jalanin