๐บ๐ธ๐ต๐ธ Rachel Corrie
Over 20 years ago, an Israeli bulldozer crushed Rachel Corrie to death.
Rachel Corrie was a 23-year-old American woman who spent her time advocating for the rights of Palestinians.
On March 16th 2003, Rachel stood in front of a Palestinian home in Rafah, with the objective of preventing an Israeli bulldozer from destroying it.
She was wearing a bright orange vest, and was yelling through a megaphone trying to persuade the driver to stop.
The bulldozer ran her over.
Israel claimed her death was an accident.
Her family never received justice.
Rachelโs last words were, โI think my back is broken.โ
RIP Rachel Corrie ๐๐๏ธ
@fajarnugros contoh simpel saja, tragedi kemanusiaan di negrinya sendiri aja diabaikan, dan bahkan gak pernah disuarakan oleh si mayoritas, salam dari rakyat papua
Mengenang Fauzi Ajitama, pahlawan kecil yang menyelamatkan banyak nyawa karena pengorbanan dan keberaniannya.
Saat kejadian, diketahui Fauzi juga baru kehilangan ayah tercinta yang wafat 35 hari sebelumnya..
Innalilahi wa'innailaihi rojiun, Insyaa Allah jannah tempat mu nak๐คฒ
Mbah Nun Harus Salah. Titik!!
Tadi malam setelah Tawashshulan di Kadipiro โ ada tamu menemui saya. Ada beberapa hal yang mau dikonfirmasi dan ditanyakan. Pertama, tentang foto Mbah Nun dan Jokowi yang beredar di grup WA.
Saya jawab, โItu Hoax. Itu tindakan kanibalisme khas manusia Indonesiaโฆ.โ
โSaya tahu orangnya yang mengedit atau memanipulasi foto itu. Sejak lama hatinya dendam, penuh amarah kepada Mbah Nun. Bahkan ia sampai lupa dengan dirinya , karena hidupnya sibuk full mengamati Mbah Nun,โ kata saya melanjutkan.
Kedua, tamu saya itu mengatakan, โBegini Zak. Mbah Nun yang dianggap sebagai aset bangsa itu menjadi rerasanan orang. Terutama teman-teman seniman Jogjaโฆ.โ
Saya merespons pelan, โYa tidak masalah. Nasib Mbah Nun memang seperti itu sejak dulu. Dibenci orang, dihujat orang. Banyak seniman Jogja tidak menyukainya. Dalam ilmu Maiyah, Mbah Nun selalu mengajari kita:
โKowe milih dibenci apa membenci?โ
โDibenci Mbahโฆ,โ jawab Jamaah.
โKowe milih menganiaya apa dianiaya?โ
โDianiaya Mbaah,โ jawab Jamaah.
โKowe milih ngidhoni apa diindhoniโฆ.โ
โDiidhoni Mbahโฆ,โ jawab Jamaah
โKowe milih difitnah apa memfitnah?โ
โDifitnah Mbah,โ jawab Jamaah.โ
Tiga tamu saya mantuk-mantuk. Entah setuju atau tidak saya tidak menganalisis.
โSosok Mbah Nun yang datang ke Jogja dengan latar belakang pesantren, menciptakan karya-karya yang bau relijiusnya sangat kental, membuat teman-teman senimannya tidak nyaman. Lalu tanpa sadar tercipta blok Islam dan Non-Islam. Diam-diam di belakang panggung kesenian menjadi rerasanan. Pertengkaran-pertengkaran. Persaingan-persaingan.โ
โKetika Orde Baru, kritik Mbah Nun kepada Pak Harto sangat dinanti oleh teman-temannya. Orde Baru berlalu, era Reformasi, lalu pasca Reformasi dan kemudian melahirkan tuhan baru. Di sini mulai kembali potensi riuh. Potensi perpecahan menguat. Ketika Mbah Nun mengkritik penguasa, mereka kebrongot, semacam tidak terima tuhan-nya dikritik.โ
โAlhamdulillah Mbah Nun konsisten. Demi keseimbangan alam semesta sampai hari ini. Beliau bukan sekadar aset bangsa. Beliau juga aset umat Islam. Sepak terjangnya jangan diragukan lagiโฆ.โ
Saya ceramah panjang. Tamu saya terlihat bosan. Mereka pamit. Dan saya meminta maaf atas ceramah tadi.
Padahal saya masih ingin ceramah panjang tentang Dana Keistimewaan Jogja. Yang penuh politik dan kekuasaan kelompok. Islam Non-Islam. Tapi gakpapa. Kapan-kapan saja. Ketika saya punya energi baruโฆ
Ahmad Syakurun Muzakki
Yogyakarta, Rabu, 12 Juli 2023
[Baca selengkapnya โ https://t.co/lhiic7p0mm]
@mazzini_gsp@DivHumas_Polri@CCICPolri masa yg di tangkep kok yg iklanin doang, bandar judinya dong harusnya yg di tangkep wkwk agak lucu juga kasusnya ini ๐คง
Cuaca ektrem dampak perubahan iklim dan pemerintah yang abai terhadap masalah-masalah lingkungan adalah kombinasi mematikan, korbannya adalah masyarakat yang berusaha hidup selaras dengan alam. Contohnya adalah tambang2 liar yang sebagaj dibiarkan merajalela di Pegunungan Kendeng