Profesor Herawati Sudoyo, Pahlawan Bom Bali yang "dikalahkan" oleh tembok birokrasi negara sendiri. Lo bayangin, kepolisian dunia aja hormat sama beliau karena sukses bongkar identitas pelaku Bom Bali cuma dari serpihan DNA. Tapi pas di negaranya sendiri, nasib beliau dan timnya malah berakhir ngenes gara-gara urusan administratif.
Namanya Prof. Herawati Sudoyo, salah satu otak paling cerdas di Lembaga Eijkman. Pas kejadian Bom Bali 2002, beliau dan timnya kerja gila-gilaan buat identifikasi pelaku lewat sisa-sisa DNA di lokasi ledakan. Berkat beliau, kasus-kasus terorisme besar bisa terungkap secara ilmiah.
Di tangan beliau, Lembaga Eijkman jadi markas riset genetika paling bergengsi di dunia. Bukan kaleng-kaleng, ilmuwan luar negeri aja segan sama riset mereka. Tapi ya gitu, musuh terberat orang pinter di sini bukan virus, tapi birokrasi.
Plot twist paling pahitnya terjadi awal 2022. Lembaga bersejarah ini dibubarin dan dilebur secara paksa ke instansi riset baru. Alhasil? Ratusan ilmuwan dan peneliti elit dipecat massal dalam semalam cuma karena mereka bukan PNS.
Bayangin, orang-orang yang udah ngabdi puluhan tahun demi kemajuan sains Indonesia, disuruh angkat kaki cuma karena masalah dokumen status pegawai. Dr. Herawati dan timnya harus ninggalin laboratorium tempat mereka nyetak sejarah internasional.
Ini jadi bukti nyata kalau di sini, "surat sakti" birokrasi kadang lebih berkuasa daripada otak jenius yang diakuin dunia. Padahal kita butuh lebih banyak orang kayak mereka, bukan malah bikin mereka "patah hati" sama negaranya sendiri.
Respek buat Prof. Herawati dan para ilmuwan Eijkman. Mereka udah kasih yang terbaik buat Indonesia, meskipun akhirnya harus "menelan luka" gara-gara sistem yang kaku. Pahlawan sains yang sebenernya.🫡✨
Bantu kami mendesak media-media besar agar meliput kabar ini!
@CNNIndonesia@TirtoID@detikcom@kompascom@tempodotco@tribunnews@tvOneNews@officialinews_@Metro_TV@NarasiNewsroom@kumparan
Peristiwa berdarah yang menimpa saudara Arianto Tawakal (14) telah menambah daftar panjang kebiadaban punggawa polri. Jika tak segera diusut, maka bedebah bernama masias siahaya tak akan pernah menyesali perbuatannya dan melanjutkan hari-hari seperti biasanya. Arianto wajib mendapat keadilan, masias siahaya WAJIB MENDAPATKAN GANJARAN SETIMPAL!
A boy named Yusuf, found amid the rubble in Gaza, appeals to the camera.
Stop it already. Please stop. I am in Gaja (I am too young to say Gaza yet). I have no food. I have no home.
Free Palestine 🇵🇸
You. Yes, you reading this.
I’m starving to death — don’t scroll in silence.
If you're browsing, please leave a dot. It's just a dot.
https://t.co/KjioS48mK2
In Gaza, siblings Amira (6) and Mohammed (10 months) face life-threatening malnutrition, brain atrophy, and severe complications. Their family already lost two children during the war. With food, medicine, and medical care scarce, doctors say the two urgently need treatment outside the Strip to survive.
Tak hanya diberkahi dengan datangnya Nabi dari wilayah ini, Semenanjung Arab juga diberkahi secara geologis dan geografis.
Mengapa Semenanjung Arab begitu kaya akan minyak dan jarang mengalami bencana alam?
(A thread)
Udah 2 orang nih der yang speak up mengenai penipuan menggunakan find my phone😰
boleh banget ya ini videonya dikirim ke grup chat keluarga, sebagai bentuk kewaspadaan🥺
up berita ini dong, jahat banget serius grup orang tua bagi bagi khamr waktu mudik. 😢 sekarang komen ignya juga dibatasin, berusaha membungkam yang mau komen. https: //vt.tiktok.com/ZSrFPgHX5/
Pagi tadi, Zionis biadab melakukan pengeboman pada rumah-rumah warga Palestina di Deir al-Balah, banyak warga yang akhirnya berhamburan mencari perlindungan. 😭
Zionis Israel membuka tahun 2025 dengan pembantaian dan penghancuran terus menerus.
Kapan berhenti?
Sudah 455 hari lewat, apakah darah warga Palestina begitu murah sampai kita terbiasa dengan kematian mereka? 😭😭😭
Untuk pertama kalinya semenjak 7 Oktober 2023, saat ini sudah tidak ada lagi RS yang beroperasi di Gaza Utara.
Krisis di Gaza lebih buruk daripada sebelumnya. I repeat: Krisis di Gaza lebih buruk daripada sebelumnya.