Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, mengungkapkan alasan CYL, seorang siswi dinyatakan tak terpilih seleksi Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) ke tingkat nasional. Padahal, CYL masuk peringkat tiga besar.
Jufri mengatakan, CYL punya kondisi penglihatan kurang tajam dan telapak kakinya datar atau flat foot. Selain itu meskipun punya nilai yang bagus, masih ada peserta lain yang mengungguli CYL.
Dalam proses seleksi ini, lanjut Jufri, penilaian bukan hanya pada nilai akademik. Melainkan, juga dinilai dari berbagai aspek lain. Termasuk, pada kesehatan peserta seleksi. Meski dari awal ditemukan kekurangan dari CYL, tetapi pemerintah memberikan kebijakan untuk melanjutkan ke tahapan seleksi pusat. Tapi, CYL gugur pada tahap tersebut.
Ia menegaskan, bahwa keputusan kelulusan sepenuhnya merupakan kewenangan panitia seleksi pusat, bukan panitia daerah Sulawesi Selatan. Menurut Jufri tidak tepat istilah 'dianulir atau diganti' dalam kasus ini.
Diketahui, kasus ini berawal saat CYL mengikuti seleksi Paskibraka tingkat provinsi untuk mewakili Sulsel ke tingkat nasional. Dalam berbagai tahapan seleksi, CYL memperoleh nilai bagus dan bahkan masuk peringkat tiga besar.
Tapi dalam pengumuman akhir, nama CYL tidak masuk dalam tiga peserta yang dikirim ke Jakarta. Ia disebut-disebut digantikan oleh siswi yang dalam beberapa tahapan tak masuk peringkat 10 besar.
๐ธ: Dok: Instagram @dppikotamakassar.
Baca selengkapnya dengan klik link di bio. Cari tahu berita update lainnya dengan download aplikasi kumparan di App Store atau Google Play.โ
๐: newsupdate | update | news | oneliner | R176 | E037
#bicarafaktalewatberita #kumparan
Guys, Ahok baru ngomong sesuatu soal Chromebook dan MBG yang menurut gue paling jujur dan paling berani dari siapapun yang gue dengar dalam beberapa bulan terakhir.
Dan dia ngomongnya
bukan sebagai pembela Nadiem.
Dia ngomong sebagai orang yang paham betul bagaimana sistem pendidikan dan teknologi seharusnya bekerja.
Soal Chromebook dan kenapa Ahok marah:
Ahok bilang dengan sangat tegas:
pengadaan Chromebook itu sebenarnya adalah kebijakan yang sangat masuk akal secara logika.
Chromebook itu bukan laptop biasa.
Operating system-nya berbasis cloud sekali beli langsung include semuanya, tidak perlu diperbarui terus-menerus.
Harganya jauh lebih terjangkau
dari laptop konvensional.
Dan yang paling penting sistemnya dirancang agar anak tidak bisa nonton video porno, tidak bisa judi online, dan seluruh aktivitas belajar bisa dipantau.
Ahok kasih contoh nyata.
Ada guru di Jawa Barat yang punya empat sertifikat internasional bisa mengajar di level dunia. Ujiannya hanya 10 dolar.
Bayangkan kalau semua guru Indonesia bisa akses sertifikasi seperti itu lewat Chromebook yang terhubung Starlink di daerah terpencil anak di kampung tiba-tiba bisa belajar setara dengan anak di Kanada atau Australia.
Itu bukan mimpi.
Itu sudah bisa dilakukan sekarang dengan teknologi yang ada.
"Bayangin kalau semua anak kita di kampung ada Starlink juga kan.
Anak di kampung kita tiba-tiba belajar setara dengan orang di Kanada atau di Amerika atau di Australia."
Lalu kenapa Ahok merasa ini sengaja dihambat:
Ahok bilang dengan sangat hati-hati karena takut diproses hukum lagi tapi dia tetap bilang:
"Saya pikir ini sengaja."
Logikanya sederhana dan sangat keras.
Kalau rakyat pintar, rakyat kritis, rakyat bisa akses informasi dari mana saja mereka lebih sulit dikuasai.
Lebih sulit dibohongi.
Lebih sulit dimanipulasi menjelang pemilu.
Sistem yang membiarkan rakyat bodoh dan miskin adalah sistem yang menguntungkan mereka yang berkuasa.
Karena rakyat yang bodoh dan miskin lebih mudah disuap dengan sembako, lebih mudah digiring dengan hoaks, lebih mudah dikontrol dengan ketergantungan pada program-program yang terkesan murah hati tapi tidak memberdayakan.
MBG- makan bergizi gratis menurut Ahok adalah contoh dari cara berpikir yang sama.
Daripada kasih rakyat laptop yang bisa membuka pintu dunia, lebih mudah kasih makanan yang habis dimakan dan orang tetap tergantung besok makannya dari mana.
"Kalau saya tanya mau bikin sekolah bagus,
kasih makan bergizi atau rakyat punya laptop yang bisa komunikasi ke mana-mana?"
Yang paling menohok soal survei dan legitimasi:
Ahok tidak berhenti di situ.
Dia lanjutkan dengan sesuatu yang sangat pedas.
Pemerintah melakukan survei.
Rakyat bilang mereka suka makanan gratis.
Lalu itu dijadikan legitimasi untuk program MBG.
Seolah-olah karena rakyat minta ya sudah diberikan.
Tapi Ahok membaliknya:
kalau kamu memberikan sesuatu kepada orang yang tidak pernah tahu bahwa ada pilihan yang jauh lebih baik tentu mereka akan pilih yang ada di depan mata.
Itu bukan preferensi yang genuine.
Itu keterbatasan informasi yang dimanfaatkan sebagai justifikasi.
"Mereka juga pintar.
Dia survei, Pak.
Rakyat suka makanan itu jadi legitimasi."
Dan soal Nadiem yang sekarang dituntut 27 tahun:
Ahok tidak membela Nadiem secara personal.
Tapi dia bilang satu hal yang sangat logis dan sangat sulit dibantah:
Menteri itu tidak pernah menyentuh
anggaran secara langsung.
Menteri membuat kebijakan.
Yang mengeksekusi adalah birokrasi di bawahnya.
Kalau ada yang salah dalam eksekusi pertanyaannya adalah:
apakah menteri yang memerintahkan secara eksplisit?
Apakah ada aliran dana yang bisa dibuktikan masuk ke kantong menteri?
PPATK sudah menjawab:
tidak ada.
Nol aliran dana ke Nadiem dari siapapun.
"Saya pikir ya ini soal profesionalisme.
Menteri kan enggak pernah nyentuh anggaran perantaran kan, kecuali dia nyuruh ya atau terima ya."
Ahok tidak sedang bicara soal
Chromebook sebagai produk.
Dia sedang bicara soal pilihan fundamental sebuah bangsa:
apakah kita mau membangun rakyat yang pintar dan mandiri, atau kita mau mempertahankan sistem di mana rakyat tetap bergantung pada belas kasihan penguasa?
MBG memberikan makan hari ini.
Chromebook bisa mengubah nasib seumur hidup.
Dan ketika kebijakan yang lebih transformatif justru dipersoalkan secara hukum sementara program yang lebih konsumtif dirayakan sebagai prestasi itu bukan kebetulan.
Itu adalah pilihan yang sangat disengaja oleh mereka yang paling diuntungkan dari rakyat yang tetap tidak berdaya.
Cara hapus data kita dari getcontact.
Jadi saat ada yang cari nomor kita di getcontact, nama kita gak ditemukan.
Caranya:
1. Masuk ke website https://t.co/iEKpjQTRrs (dari browser PC/Laptop)
2. Pilih Android/iOS
3. Scan QRCode pakai kamera HP untuk kirim kode verifikasi via WA
4. Set visibility ke OFF dan pilih "Permanently Delete My Getcontact Data".
Selesai.
Lakukan secara berkala agar tidak ada data yang tampil.
Ada yang minum oli agar tidak pegel linu, menaikkan stamina.
Di Blitar beda lagi dengan langkanya elpiji terciptalah kompor berbahan oli dan minyak goreng bekas yang apinya biru dan awet seharian. Inovasi hemat yang sudah dipesan hingga ke Kalimantan!โฃ
kecolongan resign .
MBG ini sebenarnya alat kampanye wowo @prabowo yg dibiayai rakyat untuk pilpres 2029 nanti, makanya dia muliakan para pegawai MBG agar 2029 mereka dan keluarga besarnya ngasih suara untuk wowo!
Bangsat emang !!๐ฉ
MIRIS...
VALENCIA JURNALIS CNN MEMBONGKAR KERACUNAN MBG DIDEPAN PRESIDEN KINI DITAHAN KARENA DIANGGAP MEMBONGKAR AIB NEGARA....โผ๏ธ
#TolakBoPHargaMati#TolakBoPHargaMati
๐๐
Bismillahirrahmanirrahim.
TWITTER PLEASE DO UR MAGIC! ๐ญ
Awal Desember 2025 saya nabrak mobil orang (rusak cuma SE-TITIK), saya SERAHKAN SUKARELA semua identitas asli (KTP, SIM A, SIM C, ID Card Kantor) sbg jaminan tanggung jawab.