Di tiktok sering liat komen, "aku sih USG selalu pake yg 4D biar keliatan jelas" atau "ke fetomaternal tuh yg USG-nya pake 4D, jadi bisa keliatan semua".
Did you know kalau obgyn tuh sebenernya lebih jelas liat organ sampe ke daleman2nya (kondisi ginjal, sekat jantung, bola mata, panjang tulang paha, dll) pake USG 2D? Iya, USG yg gambarnya datar dan item putih itu.
Kenapa?
Karena USG 2D memberikan resolusi terbaik untuk melihat potongan organ tubuh janin secara detail.
Lewat USG 2D, dokter dapat menilai:
• Struktur otak
• Wajah dan bibir
• Bola mata
• Sekat dan ruang jantung
• Lambung
• Ginjal
• Kandung kemih
• Tulang belakang
• Panjang tulang paha
• Letak plasenta
• Jumlah air ketuban
dan masih banyak lagi.
Makanya, saat pemeriksaan fetomaternal, sebagian besar waktu dokter justru menggunakan mode 2D.
Lalu USG 3D atau 4D buat apa?
USG 3D dan 4D berfungsi sebagai pelengkap pada kondisi tertentu. Misalnya untuk membantu menilai kelainan permukaan tubuh seperti bibir sumbing, kelainan ekstremitas, atau memperjelas temuan yang sudah terlihat pada USG 2D. Selain itu, tentu juga memberikan gambaran wajah janin yang lebih mudah dipahami oleh orang tua.
Bahkan pedoman internasional dari ISUOG (International Society of Ultrasound in Obstetrics and Gynecology) maupun AIUM (American Institute of Ultrasound in Medicine) menyebutkan bahwa pemeriksaan anatomi janin rutin dilakukan terutama menggunakan USG 2D. Pemeriksaan 3D/4D bukan pemeriksaan wajib dan digunakan bila memang ada indikasi atau untuk melengkapi evaluasi tertentu.
Jadi jangan kecewa kalau dokter fetomaternal lebih sering memakai USG 2D.
Bukan karena alatnya kalah canggih.
Justru karena itulah standar pemeriksaan untuk mendeteksi kelainan bawaan pada janin.
USG 4D lebih menarik untuk dilihat.
USG 2D lebih penting untuk ditegakkan diagnosis.
Buat yang pengen #KaburAjaDulu, kalo aku bikin thread tentang jalur-jalur kerja di Belanda yang benar-benar bisa di-apply WNI dari Indonesia, lengkap sama website resminya, ada yang mau ga yaa? 👀🇳🇱