𝐈𝐧𝐭𝐢𝐧𝐲𝐚𝐝𝐞𝐡 𝐝𝐮𝐥𝐮:
Aslinya neng Lisa itu 𝙙𝙪𝙠𝙪𝙣, tapi branding dia macem selebgram k̶̶a̶̶b̶̶u̶̶p̶̶a̶̶t̶̶e̶̶n. Karena tuntutan 𝙗𝙞𝙨𝙣𝙞𝙨, pembawaannya juga ceria t̶a̶p̶i ̶a̶s̶l̶i̶n̶y̶a ̶j̶u̶d̶e̶s ̶m̶a̶m̶p̶u̶s. Jangan takut sama neng Lisa ya!
ᅠ
ᅠᅠᅠMari kita berdoa kepada dewa terlebih dahulu. Harusnya sih aman karena si kuda sudah mengendusnya dengan sangat friendly seperti ini. Semoga ini kuda pembaik.
ᅠᅠᅠTangannya pun mengelus-elus moncong si kuda dengan lembut. Kalau digigit ya sudah pasrah saja.
ᅠ
ㅤ
ㅤ
ㅤㅤㅤ❏˚ˑ༄ؘ
ㅤㅤㅤPemiliknya lagi ndak di tekape, jadi cuma ada Ichi di sana denganmu. Takpe, takpe! Kuda jantan yang jadi sosok kekasih Seina itu lagi berbaik hati dengan mengendus tanganmu dengan lembut. Kiw kiw, cewek. 🙂↔️
ㅤ
ㅤ
@com_toise ᅠ
Namun ada sedikit perasaan lega karena Hirito masih ceria setelah semua badai itu. Lebih baik ia berhenti merenung dan fokus kepada Hirito dulu untuk saat ini.
ᅠᅠ“Jajan? Hirito mau jajan apa?” tanyanya lembut. Mendadak penasaran makanan apa yang Naoya berikan biasanya.
ᅠ
@com_toise ᅠ
ᅠᅠSenyumnya merekah tanpa beban setelah Naoya tidak lagi berada dalam penglihatannya. Perasaan senang sekaligus rasa bersalah bangkit saat melihat Hirito berbicara. Yang berlalu biarkan berlalu.
ᅠᅠBenar. Ia harus fokus pada masa kini dan yang akan datang. (...)
ᅠ
@com_toise ᅠ
ᅠᅠ“Ayo, Hirito~ Pergi sama 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠.” Tangannya menggenggam lembut Hirito. “Biarkan papamu bersenang-senang selama beberapa hari ke depan—kalau bisa seterusnya! Sebaiknya kita jalan-jalan ke mana ya~”
Langkah kakinya membawa Hirito pergi menjauh. 𝘏𝘢𝘷𝘦 𝘧𝘶𝘯.
ᅠ
@com_toise ᅠ
ᅠᅠ𝘋𝘈𝘚𝘈𝘙 𝙊𝙈-𝙊𝙈 𝙎𝙄𝘼𝙇𝘼𝙉. 𝘔𝘌𝘕𝘠𝘌𝘉𝘈𝘓𝘒𝘈𝘕 𝘚𝘌𝘒𝘈𝘓𝘐. 𝘏𝘜𝘏. Melemparkan tatapan kesal dengan wajah cemberut kepada Naoya. Buru-buru diubahnya kembali menjadi wajah ramah saat berbicara dengan Hirito yang sudah ada di depannya.
(...)
ᅠ
@com_toise ᅠ
ᅠᅠ “Hiritooo~” panggilnya bersemangat dengan senyum lebar di wajahnya. Tidak lupa sambil mendorong pergi si 𝙤𝙢-𝙤𝙢 𝙢𝙚𝙣𝙮𝙚𝙗𝙖𝙡𝙠𝙖𝙣. “Yuk main sama 𝙠𝙖𝙠𝙖𝙠~”
ᅠ
@ve_riahano ᅠ
ᅠᅠᅠ“Ya ampun. Maaf tadi saya jadi sibuk mengelus kuda.” Lamunannya terputus saat mendengar pertanyaan yang ditujukan untuknya. “Dan benar, dulu sekali saya pernah mengurus kuda. Milik kenalan saya sih, jadi saya hanya mengikuti arahan empunya kuda seperti sekarang.”
ᅠ
ᅠ
ᅠᅠᅠTidak sengaja berpapasan dengan seseorang yang membawa kudanya jalan-jalan dan timbul keinginannya untuk mendekati mereka.
ᅠᅠᅠ“Kuda putih yang sangat cantik!” pujinya senang. Ia sengaja menjaga jarak untuk berjaga-jaga. Takut ditendang kalau kudanya gak suka.
ᅠᅠᅠ
@ve_riahano ᅠ
ᅠᅠᅠ“Hahaha.” Tanpa sadar jadi tertawa kecil. Sedikit geli karena napas Iris yang dekat dengan tangannya tadi. Senyumnya jadi mengembang dan ia menatap kuda cantik di hadapannya dengan lembut. Tangannya masih sibuk mengelus Iris dengan hati-hati. (...)
ᅠᅠ