Ternyata ada ya.
Orang yang sudah pernah disakitin, tapi tetap tega nyakitin orang lain.
Seolah luka yang dia punya malah jadi alasan untuk melukai, bukan untuk belajar memperbaiki diri. Astagfirullahaladzim..
Akhir-akhir ini sering sesak nafas kalo otak lg mikir multitasking. Kayak misalnya hrs mikirin stimulasi anak saat ini, trs mikirin progress penerbitan jurnal, satu sisi mikir sidang besok. Belum lg mikir kerjaan yg gak ada habisnya. Kaya… bsk apa dulu nih(?)
Hari ini, 30 maret 2026. Butuh waktu 2 tahun untuk bisa ngerasain, bisa beli makanan yg dipengen tanpa mikirin bm org lain. Selama ini selalu nurutin keinginan org lain. Ternyata selama ini hidup dengan orang yg salah itu, menakutkan sekali.
hidup cuma sekali.
so it's okay kalau kita pernah salah.
salah pilih, salah percaya, salah langkah, it's part of learning.
asalkan you learn and move forward, that's already brave. that's how you take responsibility for your life.
Ada tulisan cantik banget, kira-kira begini isinya:
“semoga kamu selalu dipertemukan dengan seseorang yang dapat berbicara bahasa mu, sehingga kamu tidak perlu menghabiskan waktu seumur hidup untuk menerjemahkan jiwamu..”
YaAllah jauhkan ia dariku sejauh-jauhnya. Bahkan melihat namanya pun seketika membuatku sedih. Buat ia selalu dihantui rasa bersalah krn telah meninggalkan kami.
bayangin kamu pernah nyakitin seseorang sedalam itu, sampai mereka kebangun di tengah malam bukan buat doain yang buruk, tapi cuma berusaha buat tetap kuat.
mereka berdiri di sepertiga malam, dalam diam, minta ke Allah buat angkat rasa sakit yang kamu tinggalin.
tanpa makian, tanpa dendam. cuma air mata dan doa yang ga pernah kamu denger.
mungkin kamu ga pernah sadar seberapa dalam luka yang kamu kasih. tapi Allah tau semuanya.
hati-hati sama hati manusia, karena ada luka yang ceritanya langsung mereka bawa ke Allah, bukan ke kamu.
Aku berhutang satu kata pada diriku sendiri: maaf.
Maaf ya,
untuk semua lelah yang sering kuabaikan,
untuk semua badai yang kupaksa kuat.
Di ramadhan berikutnya mari kita datang lagi dengan versi diri yang lebih baik, lebih sehat, dan penuh kelancaran dalam setiap apapun itu. 🤍
berhenti mengemis, berhenti menjadi satu-satunya orang yang mencoba untuk memperbaiki segalanya, karena itu melelahkan secara fisik dan mental.
kamu harus menemukan ketenangan dengan siapapun yang datang dan pergi dari hidupmu, jangan menjadi satu-satunya orang yang berusaha atau effort, karena kamu akan berakhir dengan kehilangan dirimu sendiri dalam mencoba memperbaiki orang lain.
Aku nemu do'a yang bagus banget :
"Ya Allah, mudahkanlah segala sesuatu yang sedang aku alami. Berkahilah aku dengan rezeki yang melimpah. Tenangkanlah hatiku di setiap kekhawatiran. Kelilingi aku dengan orang-orang yang baik dan penyayang, serta ampunilah segala kekurangan dan kesalahanku."
Jangan pernah menormalkan kembali berbicara dengan orang yang sudah jelas-jelas tidak menghargai kamu. Jangan pernah menganggap wajar memberi akses lagi kepada orang yang pernah meremehkan, merendahkan, atau memperlakukan kamu seenaknya. Dan jangan pernah merasa bersalah karena memilih untuk memutuskan hubungan dengan siapa pun yang sudah menyakiti, mengabaikan, atau memperlakukan kamu dengan tidak pantas.
Menjauh bukan berarti kamu lemah. Diam bukan berarti kamu kalah. Memutuskan komunikasi bukan berarti kamu tidak dewasa. Itu adalah bentuk batasan. Itu adalah cara kamu menjaga kewarasan dan harga diri kamu sendiri.