Fyi... inilah salah satu alasan kenapa Muhammadiyah tidak menganjurkan bahkan melarang tahlilan.
Menurut MU:
1. Tradisi tahlilan dianggap merupakan akulturasi dari budaya non-Islam masa lalu.
2. Adanya unsur tabzir (pemborosan) karena keluarga yang berduka sering kali terbebani biaya untuk menyediakan hidangan bagi pelayat.
3. Seharusnya pelayat/tetangga yang menyiapkan makanan untuk keluarga yang berduka, bukan sebaliknya.
beredar surat tentang kegilaan cara kerja kopdes :
- Barang datang , dikordinasikan Babinsa, bukan pengurus Kopdes
- Barang dijual, oleh pegawai Agrinas yang ditempatkan di gerai
- Uang hasil jual, diambil PIC Agrinas setiap 2 hari, bukan ke pengurus
- UMKM lokal jualan, tapi bayarannya nunggu Agrinas, kapan tidak jelas dan tidak di kasih sampe hari ini
- Pengurus Kopdes, tidak dilibatkan sama sekali dalam rantai manapun
- Yang punya kontrol, Agrinas + Babinsa/Kodim
- Kopdes bukan milik desa nama desa dipinjam,
- tapi kendali penuh ada di Agrinas & militer.
- Pengurus hanya jadi pajangan
Topeng ini bukan cosplay Cyberpunk. Ini senjata anti-AI.
Namanya: Anti-Facial Recognition karya Jip van Leeuwenstein, desainer Belanda.
Fungsinya apa? Nipu AI, tapi manusia tetep bisa kenal kamu.
Kedengarannya mustahil, tapi bisa.
Caranya gimana?
Indonesia kini resmi punya "celengan" raksasa milik negara: Danantara.
Tetangga kita pernah punya mimpi yang sama persis. Namanya 1MDB.
Mimpi itu berubah jadi perampokan uang negara terbesar dalam sejarah.
Dan dalangnya bukan presiden, bukan menteri.
Tapi pemuda 31 tahun tanpa satu pun jabatan.
Ia berpesta dengan para bintang Hollywood di Las Vegas. Bahkan membiayai film “Wolf of Wall Street” yang dibintangi Leonardo Dicaprio.
A thread 🧵 by Narasi Visual
Habibie waktu kuliah di Aachen, Jerman, pernah ga mampu beli mantel musim dingin. Dia jalan kaki ke kampus di salju tiap hari. Dia lulus dengan nilai sempurna, terus bikin teori crack propagation yang sampe sekarang dipake di industri pesawat terbang dunia.
Dia bisa tinggal di Eropa, gaji besar, hidup enak.
Tp Soeharto minta dia pulang
bangun industri pesawat di Indonesia.
Dia pulang. Bikin IPTN, mau tunjukin Indonesia juga bisa punya industri dirgantara. Terus krisis 98 dateng, IMF paksa Indonesia tutup IPTN.
Proyek hidupnya dimatiin. Istrinya Ainun meninggal tahun 2010, dan Habibie pernah bilang sejak itu dia cuma nunggu giliran buat nyusul 🤯
cc:threadkartamadja
Titik dua (:) mengantarkan perincian. Titik koma (;) memisahkan bagian kalimat yang setara.
Titik dua bisa diganti dengan “yaitu”.
- Saya aktif di tiga medsos: X, Instagram, dan LinkedIn.
- Saya aktif di tiga medsos, yaitu X, Instagram, dan LinkedIn.
Titik koma bisa diganti dengan konjungsi.
- Saya aktif di tiga medsos; dia aktif di semua medsos.
- Saya aktif di tiga medsos, sedangkan dia aktif di semua medsos.
Jawaban buat pertanyaan zee sebenernya udah jelas, namanya Telkomsel. Operator paling gede, paling kaya, paling banyak pelanggan di negeri ini, yang paling pertama maju dan paling lantang soal masa aktif 28 hari, lalu dengan entengnya bilang ini semua demi kebiasaan pelanggan. Seakan-akan jutaan orang Indonesia ngantri minta jatah internetnya dipotong dua hari tiap bulan.
Indosat ikut nimbrung, XL katanya ikut di sebagian paket walau katanya mayoritas paketnya masih 30 hari. Tapi yang ngebuka pintunya Telkomsel, dan mereka ngebungkusnya pakai kata manis soal customer behaviour. Padahal lo ga butuh gelar ekonomi buat ngerti, ga ada satu pun pelanggan yang behaviour-nya pengen bayar lebih sering buat barang yang sama.
Mainnya halus, makanya jarang ada yang ngeh. Setahun ada 365 hari. Masa aktif 30 hari berarti lo beli 12 kali. Begitu jadi 28 hari, lo dipaksa beli 13 kali buat nutup tahun yang sama. Satu belanja ekstra, tiap tahun, dikali puluhan juta pelanggan. Simulasi IDN Times nyebut selisihnya bisa sekitar Rp100 ribu per orang per tahun, walau angkanya tergantung ke paket dan pola pakai, jadi cek lagi sesuai kasus lo. Kecil di kantong lo, tapi jadi gunung everest di laporan keuangan mereka.
Belum kelar di situ. Sisa kuota yang udah lo bayar bakal hangus begitu masa aktif lewat. Operator ngotot istilah hangus itu ga tepat, katanya yang lo beli cuma hak akses jaringan buat periode tertentu, dianalogiin kayak obat yang ada tanggal kadaluarsa. Tapi pas PLN diseret ke sidang, mereka jelasin token listrik ga pernah hangus, karena yang ngurangin saldo itu pemakaian, bukan jam dinding. Pertanyaannya, kenapa listrik bisa, internet enggak?
Soal hukum gw ga mau lebay, sampe detik ini belum ada putusan yang nyatain operator bersalah, karena perkaranya emang masih jalan. Yang nggugat bukan orang gede, cuman pengemudi ojol Didi Supandi dan kawan-kawan, plus sekelompok mahasiswa hukum, yang nilai kuota dihapus sepihak tanpa kompensasi adil itu nabrak hak atas harta benda di UUD 1945. Dan lo tau siapa yang pasang badan belain operator? Pemerintah sendiri, lewat Komdigi, yang bilang rollover atau refund bakal nambah beban biaya.
Jalannya berdarah-darah. Satu gugatan emang udah dipentalin MK pertengahan Mei 2026, tapi gugurnya gara-gara berkasnya dianggap kabur, bukan karena isunya kalah. Ibarat lamaran ditolak gara-gara formulirnya nggak lengkap, bukan gara-gara orangnya nggak layak, hakim bahkan belum sempet nimbang inti perkaranya. Tiga gugatan lain masih bertahan dan lagi diperiksa isinya. Di sidang, ada hakim yang nanya tajem ke operator, "kok kuota belum habis tapi udah hilang". Dari luar, YLKI ikut ndorong. Jadi tekanannya datang dari dua arah sekaligus.
Tapi apakah bisa menang?
Di Afrika Selatan, rakyatnya ngeluh soal hal yang sama persis bertahun-tahun, kalah terus, sampe akhirnya regulatornya nyerah dan maksa operator ngerollover otomatis kuota yang belum kepake mulai 2027. Bedanya, di sana yang ngalah duluan itu lembaga pengawasnya yang bikin aturan baru, bukan hakim lewat pengadilan. Di kita malah sebaliknya, lagi diperjuangkan lewat gugatan ke MK. Beda pintu masuk, jadi belum tentu hasilnya bakal sama.
Sejarah udah berkali-kali ngebuktiin, raksasa kayak gini tunduk bukan gara-gara digoyang orang gede. Tapi karena orang-orang biasa yang capek haknya dirampok diam-diam, lalu mutusin buat ga diem. Pertanyaannya tinggal satu, dia bakal menang, atau jadi tumbal yang namanya kita lupain begitu palu diketok?
⚠️ Kabar Keracunan Embege!! ⚠️
Simak baik-baik cerita ini: Seorang Ibu di Threads menceritakan anaknya diduga mengalami keracunan MBG dengan gejala yang cukup memprihatinkan. Muntah hingga belasan kali sampai dehidrasi.
Sang Ibu juga menceritakan, keluarganya sempat mendapat tekanan dari oknum tengtara agar pengalamannya ini tak disebarluaskan di platform manapun.
Sudahlah diracun, dibungkam pula. Negara sinting bin biadab. 🫵🏻🙂
SE asians aren’t affected with this gesture, only koreans, japanese, and chinese, please point this out too, there’s no “we” when it comes to defending yall next time ok, we dont want to be included, also… we dont have to pay for surgeries to feel confident, we’re born w it 😘
🇮🇩 In the protests in Indonesia, the police continue to use excessive force.
In the video, you see a severely injured civilian who was wounded by the police.