Saya sempat berkomunikasi lewat video call dengan beberapa warga yang belum bisa kami temui secara langsung. Mereka membutuhkan bantuan darurat.
Mohon maaf sebesar-besarnya, karena keterbatasan tim kecil ini, kami hanya bisa membantu semampu kami. Mungkin tidak banyak, tetapi semoga bisa sedikit meringankan.
Tetap kuat, tetap saling menguatkan. Semoga selalu diberi kesehatan, keselamatan, dan dimudahkan melewati masa sulit ini.
Kita mungkin tidak bisa membantu semuanya, tapi mari jangan berhenti membantu yang bisa kita jangkau.
#WargaBantuWarga #GempaNTT #BencanaAlam #NTT #GanjarPranowo
Google pays $1,500 per day, but most people don’t know how
You can start earning too if you have
🌐 Internet
📱 A smartphone
⏰ A bit of time
I’ve created a step-by-step guide for this
Want it for FREE?
✅ Follow+Like
💬 Comment “Google”
🔁Re Tweet
Must follow me to get it, only 24 Hours
Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda (GP) Ansor mengecam keras tayangan program Xpose Uncersored di @TRANS7 yang menampilkan pemberitaan bernuansa pelecehan dan pencemaran terhadap kiai serta pesantren.
GP Ansor, melalui LBH GP Ansor menyampaikan tiga sikap tegas atas atas kasus tersebut. GP Ansor juga mengajak, menjelang momentum Peringatan Hari Santri Nasional tahun ini harus menjadi pengingat bagi seluruh kader Ansor dan Banser untuk bersatu dalam menjaga kehormatan ulama dan pesantren.
TRANS7 MENAMPAR WAJAH SANTRI MENJELANG HARI SANTRI NASIONAL
Menjelang Hari Santri Nasional, @TRANS7 justru memberi kado pahit bagi dunia pesantren. Tayangan mereka melecehkan para kiai—khususnya Romo Kiai kami, KH Anwar Manshur, pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo sekaligus Rais Syuriah PWNU Jawa Timur. Beliau adalah sosok sepuh yang setiap hari masih mengajar dengan penuh kasih dan ketulusan. Dan saya yakin, beliau tidak pernah menyinggung Trans7, apalagi pemiliknya, Bapak Chairul Tanjung.
Namun apa yang dilakukan Trans7 bukan sekadar “salah tayang.” Ini penghinaan. Narasinya ngawur, dibacakan dengan gaya yang merendahkan, disertai visual dan caption yang secara sistematis membangun framing jahat terhadap para kiai. Saya tidak bisa tinggal diam. Saya tumbuh dalam tradisi kritik dan kebebasan berpendapat ala akademik Barat, tetapi yang dilakukan Trans7 bukan kebebasan pers — ini serangan terencana terhadap kehormatan pesantren.
Saya menuntut langkah tegas: Produser acara harus dipecat. Pembaca naskah dipecat. Trans7 wajib menayangkan program tandingan yang menampilkan konsep barokah, adab, disiplin, dan pendidikan karakter ala pesantren agar publik memperoleh gambaran yang berimbang.
Lihatlah, rumah KH Anwar Manshur begitu sederhana—jauh dari kemewahan. Tapi Trans7 justru membingkai seolah beliau hidup dari amplop dan kemewahan. Itu fitnah! Itu penghinaan terhadap orang yang seluruh hidupnya diabdikan untuk ilmu dan umat.
Saya menangis menonton tayangan itu.
Bukan karena Kiai kami diserang, tapi karena media sebesar Trans7 tega memproduksi penghinaan semacam ini di bulan ketika bangsa ini semestinya menghormati para santri.
Dewan Pers dan Komisi Penyiaran Indonesia jangan diam. Ini ujian bagi kredibilitas lembaga Anda. Pak Chairul Tanjung, benahi manajemen Trans7 Anda. Dan kepada para pengiklan, saya menyerukan: jangan pasang iklan di Trans7 sampai lembaga ini bertanggung jawab penuh.
Permintaan maaf atau sowan belaka tidak cukup. Luka yang mereka goreskan terlalu dalam. Ini bukan hanya soal satu Kiai — ini soal kehormatan seluruh dunia pesantren.
Salam penuh duka dan amarah,
Nadirsyah Hosen
Momen Ibu Megawati menjaga bendera Merah Putih agar tidak jatuh. Tangan yg satu berdoa, satunya lagi menjaga bendera.
Bendera saja dijaga oleh Bu Mega, apalagi anak-anak & negerinya 🙂