Artikel yang berani dr mz. Moh. Ainun Rizqi.
• Kurikulum Gonta-Ganti Terus: Tiap ada perubahan kurikulum, bahasanya selalu keren: "progresif" atau "visioner". Tapi kenyataannya, guru di sekolah sering bingung karena aturan mainnya berubah terus dari pusat.
• Suara Guru Nggak Didengar: Penulis pakai istilah keren epistemic injustice. alias Negara nggak percaya kalau guru itu pinter. Guru cuma dianggap sebagai "petugas" yang tinggal jalanin perintah, bukan ahli yang paham kondisi murid di lapangan.
• Regulasi "Sok Tahu" dari Pusat: Kebijakan pendidikan kita itu sifatnya top-down (dari atas ke bawah). Orang-orang di kantor pusat yang mungkin jarang masuk kelas, bikin aturan yang harus diikuti semua guru, tanpa nanya dulu ke gurunya: "Eh, ini cocok gak buat murid kalian?"
• Guru Jadi Korban, Di satu sisi harus nurut sama aturan administrasi yang ribet, tapi di sisi lain mereka yang paling tahu kalau murid-muridnya punya kebutuhan yang beda-beda. Akhirnya guru kayak robot yang dipaksa kerja pakai remote control dari jauh.
• Efeknya? Pendidikan Jadi berantakan. Kalau pemerintah terus-terusan merasa paling tahu dan mengabaikan pengalaman nyata guru di kelas, ya pendidikan kita nggak bakal maju-maju. Antara teori di kertas sama kenyataan di kelas bakal selalu nggak nyambung.
Gokil, hotelnya nyediain PS5 dengan TV segede gaban 😂
Hotel di Jogja nih gaes, buat kalian yg nanti mau mudik atau libur lebaran di Jogja, nginep di sini aja. Hotelnya cakep, industrialis, pake Google Nest di kamar, bisa main PS5 sepuasnya 🤣
Like & bookmark biar ga lupa!