BESOK SIDANG DI MK MENDENGARKAN KETERANGAN PRESIDEN DAN DPR. GUGATAN NO 55 TERHADAP MBG DALAM UU APBN 2026.
Selasa, 14 April 2026.
Pukul 10.30 WIB.
MOHON DOANYA,
@penduduk_lokal_ jangan lupa kacamata item.
guys kalau mau kirim martabak dan kopi, bolehlah ke alamat MK. Satpamnya ramah-ramah kok.
MBG memang luar biasa. Nggak nemu padanannya di negara lain. Anomali di Indonesia program ini menyerap sekitar 7 persen anggaran negara, ketika negara lain umumnya berada di bawah 1 persen, bahkan banyak yang tidak mencapai 0,5 persen. Apalagi, MBG tidak berdiri sebagai pos anggaran yang netral. MBG menyerap anggaran pendidikan. Secara konstitusional, Indonesia wajib mengalokasikan 20 persen APBN untuk pendidikan, sekitar Rp757,8 triliun pada 2026. Namun, sebagian dari dana ini ikut digunakan membiayai MBG. Belum lagi penggunaan anggarannya, yg ternyata banyak untuk non-makanan, kualitas menu tak bergizi, kasus keracunan, dll.
Sulit memahami logika ekonomi atau gizi di balik program ini. Kecuali logika politik praktis sih.
https://t.co/nXMcxixWEG
Dari dulu selalu nekenin ke temen-temen cewe, “Look who your boyfriend is friends with”.
Birds of a feather flock together. Cowo bisa aja akting baik & ksatria depan lu (ada maunya), tp liat kualitas temennya & kalian bisa nilai seperti apa dia.
Kalo disuruh balik lagi ke N*scafe, SORRY YA NGGA DULU🙏
Bukannya gimana, IN THIS ECONOMY udah banyak kopi brand lokal yang tanpa ampas dan worth to try. Beneran tanpa gula, tanpa ampas, dan juga bisa larut di air dingin.
DAN YANG TERPENTING: ANTI JI0NIS BAHKAN SUPPORT 🇵🇸😭
Ini dia 3 brand kopi lokal yang selalu jadi my fav gwehh🫶
Hari ini dalam sejarah, 11 April 1978, Soetomo atau Bung Tomo, Ismail Sunny, dan Mahbub Djunaidi dipenjara oleh rezim Orde Baru.
Bung Tomo dikenal sebagai tokoh Pertempuran Surabaya 10 November 1945 yang diperingati sebagai Hari Pahlawan. Pendiri Partai Rakyat Indonesia yang ikut serta dalam Pemilu 1955.
Ismail Sunny adalah ahli hukum tatanegara dan rektor Universitas Muhammadiyah. Sedangkan Mahbub Djunaidi adalah tokoh pers, kolomnis, penerjemah, politikus Nahdlatul Ulama, dan wakil sekjen PPP.
"Pada awal 1970-an, Mas Tom banyak berbeda pendapat dengan pemerintahan Orde Baru. Dia mengkritik keras program-program Presiden Soeharto,” kata Sulistina, istri Bung Tomo.
Menurut Yudi Latif, Bung Tomo sering mengkritik kebijakan pemerintah. Bung Tomo menilai pemerintah Orde Baru korup dan menyalahgunakan kekuasaan.
Pernyataan-pernyataan Bung Tomo dalam berbagai kesempatan dianggap menghasut mahasiswa yang melakukan demonstrasi besar-besaran pada 1978.
Bung Tomo juga mengkritik kongkalikongnya penguasa dan pengusaha serta penguasa sipil dan militer.
“Berbagai kritik yang dipandang mengganggu stabilitas nasional itu membawa Bung Tomo ke penjara pada 11 April 1978,” tulis Yudi Latif.
Bung Tomo, Ismail Sunny, dan Mahbub Djunaidi ditahan selama satu tahun dan dibebaskan pada 9 April 1979.
🔗https://t.co/mrzgN99jHe
📷Bung Tomo sebagai tahanan di Penjara Nirbaya, Jakarta. (Dok. Keluarga).
Jadi begini warga yang Budiman dan budiwati menurut data BMKG ( bar mangan kudu guyon )
Tak jelaskan sedikit kenapa petani lebih memilih membuang hasil panen nya daripada memberikan ke orang lain yang kalian anggap lebih bermanfaat ,karena ini efeknya jangka panjang ,jadi jangan hakimi petani yang melakukan hal tersebut
Saya kasih tahu sebab dan alasannya
Saat panen melimpah, pasokan banjir tapi permintaan tidak ikut naik , harga bisa jatuh sangat rendah,saya kasih contoh ,misalnya harga Rp5.000–Rp15.000 per keranjang besar, sementara biaya keranjang + tali saja sudah Rp9.000–Rp11.000,
Membuang lebih murah daripada memanen, mengangkut, dan menjual karena
Biaya panen tenaga kerja+ transportasi ke pasar sering lebih besar daripada uang yang diterima.alias petani tambah merugi
Memberikan Gratis Justru Bisa Merusak Harga Lebih Parah (Efek Pasar Jangka Panjang)
Kalau petani bagi-bagi gratis dalam jumlah besar, masyarakat atau pedagang akan mengharapkan harga murah/gratis di masa depan.
Ini membuat harga di pasar sulit naik kembali, bahkan saat pasokan normal. Petani rugi berkepanjangan karena pasar "terbiasa" dapat barang murah.
Membuang sebagian hasil bisa mengurangi pasokan di pasar membantu harga stabil atau naik sedikit di kemudian hari,meski ini bukan solusi ideal.
Biaya Logistik dan Penanganan yang Tinggi untuk Donasi
Hasil tani seperti sayur dan buah sangat mudah busuk ,umur simpan pendek, butuh pendingin
Memberikan gratis memerlukan akan biaya lagi
Panen manual (biaya tenaga kerja).
Pengemasan yang layak.
Transportasi ke tempat distribusi (masjid, panti asuhan, atau kota).
Petani kecil biasanya tidak punya infrastruktur itu. Kalau dipaksakan, biayanya bisa lebih besar daripada nilai barangnya.
Di daerah terpencil, akses pasar saja sudah susah, apalagi distribusi donasi.
Tidak Ada Pembeli Tetap atau Infrastruktur Penyimpanan
Banyak petani bergantung pada tengkulak atau pasar lokal. Saat harga anjlok, tengkulak pun enggan beli.
Tidak ada gudang pendingin skala kecil yang murah , barang cepat rusak kalau ditahan.
Memberi gratis dalam volume besar juga tidak realistis karena orang yang mengambil biasanya terbatas, sementara hasil panen bisa puluhan ton.
Petani Harus Tetap Hidup dan Bayar Hutang
Petani punya biaya tetap pupuk, bibit, sewa lahan, hutang ke tengkulak/bank, kebutuhan keluarga.
Kalau terus rugi karena bagi gratis, mereka tidak bisa tanam musim berikutnya bisa bangkrut total.
Membuang adalah cara "mengurangi kerugian lebih besar" agar bisa bertahan untuk musim depan. Dalam case ini contoh timun itu dibuang disungai ituungkin hanya sebagian saja ,karena mereka juga harus berpacu dengan waktu untuk pengolahan lahan untuk ditanami kembali dan mengurangi kerugian dari mengeluarkan biaya transportasi
Petani bukan mau membuang hasil kerja kerasnya. Mereka terpaksa karena ekonomi yang keras,biaya > pendapatan, plus risiko merusak pasar jangka panjang kalau dibagikan gratis secara masif. Ini masalah struktural pertanian Indonesia , fluktuasi harga, ketergantungan tengkulak, infrastruktur lemah, dan rantai pasok yang tidak fleksibel.
Solusi jangka panjang hilirisasi (olahan makanan), koperasi petani yang kuat, gudang penyimpanan, kontrak langsung dengan buyer besar, atau program pemerintah yang serap surplus saat panen raya. Tanpa itu, fenomena ini akan terus berulang setiap musim panen melimpah.
Paham ya sampai disini ,atau ada tambahan lagi ?
Aku baru baca ini,
Hasil survey dari Policy Research Center (Porec)
Judulnya "Siapa yang diuntungkan dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG)"
Silahkan kita baca hasil penelitiannya, yang sebenernya hasilnya tidak mengagetkan namun melegitimasi dan mengkonfimasi asumsi kita.
Indonesia is on track to become the world champion of tropical deforestation. Under the Prabowo administration, over 433,000 hectares were cleared in 2025, nearly double the previous year. Driven by mining and palm oil, the loss equals six times the size of Singapore.
Jakarta, 1 Mei 1998. Seorang tentara tertangkap lensa kamera fotografer Amerika John Stanmeyer tengah menendang perut seorang pria tak dikenal — yang dituduh menjarah toko kaset musik.
Dapat kita lihat, ada 2 tentara lain, seorang di antaranya turut mencengkeram tangan si pria.
Dokumen Rahasia Terungkap, Mossad Rupanya Berperan Penting 'Mencuci Bersih' Tangan-tangan di Balik Pembantaian PKI, Bahkan Masih Bisa Berbisnis dengan Soeharto Sampai Bangun Perusahaan Bersama *How Israel helped whitewash Indonesia’s anti-leftist massacres https://t.co/iS5g1rWm3d
Beberapa bulan lalu, di X juga, gw nemu 1 google drive isinya ilmu semuaaa.
Nih langsung aja https://t.co/qEvuMTjGAP
Silakan belajar sepuasnya yaaa. Semoga bermanfaat
Silakan bookmark dan bantu repost yaa!
for Indonesian, here’s a list of popular cigs and nic devices from brand who’s supporting genocide:
Marlboro, Iqos, Terea, Cricket (lighter), dunhill, and lucky strike.