Dua kelompok warga terlibat bentrok di kawasan Jalan Matraman Dalam, Jakarta Pusat, pada Minggu (26/7) pagi. Hingga siang hari, konsentrasi massa masih terlihat di sekitar lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung menerjunkan personel untuk mengendalikan situasi dan mencegah bentrokan meluas.
Berdasarkan informasi awal, insiden ini diduga bermula sekitar pukul 10.45 WIB ketika sekelompok pria makan di sebuah warung nasi uduk. Saat diminta membayar, mereka diduga menolak dan melakukan perusakan terhadap barang dagangan di warung tersebut.
Setelah kejadian itu, kelompok pria tersebut disebut melarikan diri ke sebuah gedung yang diduga menjadi tempat tinggal atau mess mereka. Peristiwa tersebut memicu reaksi warga yang kemudian mendatangi dan mengepung gedung tersebut hingga akhirnya terjadi bentrokan.
Meski demikian, kronologi lengkap serta penyebab pasti peristiwa ini masih menunggu hasil penyelidikan dan keterangan resmi dari pihak kepolisian. Sementara itu, aparat keamanan masih bersiaga di lokasi untuk menjaga situasi tetap kondusif.
Bayangin, tanganmu diborgol, kakimu diiket, terus kamu diceburin ke waduk. Ngga ada yang liat seberapa tersiksanya kamu waktu air mulai penuhin paru paru. Ngga ada yang liat seberapa putus asanya kamu waktu matamu masih bisa natap matahari dan langit biru, tapi kamu sadar, kamu ngga bisa ngapa ngapain. Alm Bapak Sumarna, security Waduk Jatiluhur yang meninggal. Dia meninggal karena berupaya membubarkan kerumunan anak muda tapi dia dilakban dan diceburkan ke waduk. Jasadnya baru ditemukan jam 11.00 Katanya para pelaku masih SMP
semoga seluruh pelaku segera ditangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. @prabowo@ListyoSigitP@DivHumas_Polri@DediMulyadi71 bantu di followup bang budi @BudiBukanIntel