Jujur waktu awal2 Stella masuk kabinet, gue kek "wow....ada harapan buat perbaikan pendidikan Indonesia". Tapi makin lama, kok gue liat ga ada gebrakan yang "wow" juga.
Eh nemu berita ini, jujur gue patah hati sih ;( orang secerdas Stella kok nerima2 aja buat rangkap jabatan.
Peringatan darurat ๐จ๐จ๐จ๐จ
Jabat menteri dan staf khusus tapi masih aja jadi komisaris. SERAKAHH WOYY SERAKAH ANJJ!!!!
Double gaji, double tunjangan dan double fasilitas
Tapi pemerintah bilang nya = Efisiensi FAKKKK!!
Yg bikin gedeg dari kasus komisaris BUMN ini tuh bukan cuma soal siapa yg diangkat, tapi pesan sosial yg dikirim ke publik.
Di saat (((RATUSAN RIBU))) fresh graduate berjuang cari kerja, ikut seleksi berlapis, ditolak berkali-kali, ada orang2 yg kariernya melesat bukan karena kapasitas, tapi karena kedekatan, loyalitas politik, dan kemampuan menjilat.
Akhirnya yg rusak bukan cuma tata kelola BUMN, tapi juga kepercayaan anak muda bahwa kerja keras punya tempat yg adil di negeri ini.