Tdk bisa menyerang pertahanan Spanyol akhirnya mereka hanya bisa menyerang pemain lawan, Israel betul kau Paredes kalo di Sulawesi sudah jadi kuah ikan ini
Selamat kpd POLRI yg tlh menjebol tembok penyembunyian harta2 yang diduga hasil korupsi di sebuah kafe dan beberapa titik lainnya. Selamat kpd KEJAGUNG yang terus memburu koruptor di BGN dan MBG. Silahkan berlomba utk saling bongkar korupsi. Itu bagus utk pemberantasan korupsi.
Breaking News: Berdasarkan slide dari RDP di Komisi VII, Vidio @VidioSports dikabarkan akan mendapat hak siar Piala Dunia 2026 melalui OTT
Jadi susunan hak siar Piala Dunia 2026 akan menjadi seperti berikut:
FTA: TVRI Nasional, TVRI Sport
DTH: Transvision, Nusantara HD
OTT: Folaplay, Maxstream, Vidio
Saat masih kuliah di UGM, saya mendengar kabar seorang diplomat muda Indonesia di London berani tampil di BBC World Debate, berhadapan dgn diplomat senior Ramos Horta, di saat atmosfer internasional sedang menyudutkan Indonesia. Diplomat muda Indonesia itu tampil gemilang menjaga nama Indonesia tegak berwibawa. Di situlah pertama kali saya mendengar namanya: @dinopattidjalal.
Beberapa tahun kemudian, saat sedang menempuh progam PhD di Illinois, kami berjumpa langsung. Dino datang ke Chicago menjelaskan keadaan mahasiswa dan diaspora Indonesia pasca-9/11. Yg kami temui adalah diplomat muda yg cerdas, artikulatif, dan mampu menangani persoalan rumit dgn ketenangan diplomatik yg sulit ditiru.
Tahun 2012, sebagai Dubes di AS, Dino menggagas Kongres Diaspora Indonesia pertama di Los Angeles, mempertemukan diaspora dari seluruh dunia. Saya termasuk yg ia undang. Ia lalu mendirikan FPCI, komunitas kebijakan luar negeri terbesar dan berpengaruh, yg ikut melahirkan generasi diplomat baru, ujung tombak kita di panggung global.
Menguasai substansi, rekam jejaknya teruji, dan pengalaman memimpinnya luas. Itulah Dino. Karier diplomatiknya panjang dan ajeg, kecintaannya pada politik luar negeri Indonesia begitu dalam. Dino Patti Djalal, bukan karbitan jadi diplomat, bukan pula karbitan jadi pejabat.
Tiket early bird sold out kurang dari setengah jam. Kamu kapan beli tiketnya? Kapan lagi bisa nonton Milan langsung, buruan amankan tiketnya 🔥
Jangan khawatir, masih akan dibuka kloter berikutnya, pantengin terus timeline @NineSportInc_ ❤️🖤
Tiap edisi kegagalan punya cerita2 berbeda. 2018 itu masih skuad emas sih. Faktor pelatih paling utama.
2022 gagal pure mentalitas ilang momen, krn mestinya udah kunci lolos otomatis pas vs Swiss. Nah dari momen ini mestinya FIGC berbenah.
Sampai akhirnya 2026 blm ada reformasi signifikan jadinya gagal total.
Skali lagi, Italia gak kurang talenta.
Runner up World Cup U20, Juara Euro U19, Semifinalis World Cup U17, Juara Euro U17 semua jadi bukti pembinaan usia mudi nya oke.
Tinggal ada gak yg dipercaya main di klub besar? 😆😆
Kalau tdk salah 6 juta itu adalah margin dari memberi makan 3000 anak dalam 1 SPPG dgn nilai 2000/anak. Jadi walaupun SPPG memberi makan <3000 tetap dibayar 6 juta… jadi kalo libur makan sehari saja mereka gak dapat insentif, makanya puasa harus tetap jalan..
Tidak habis pikir. Petunjuk teknis terbaru menunjukkan YAYASAN pengelola MBG dapat insentif 6 JUTA PER HARI selama 313 hari, libur pun masih dapat. Insentif itu tanpa kena pajak.
6 juta x 313 hari=1,87 miliar per SPPG
Bayangin POLRI kelola 1.179 SPPG PER HARI DAPAT INSENTIF Rp 7,07 M dan 1 tahun jadi Rp 2,21 Triliun.
Itu pun belum yayasan lain di bawah TNI.
Udahlah bubar aja negara ini.
Dijelaskan bahwa insentif ini bukan berdasarkan output based (berlaku 2025) yaitu jumlah porsi yang diberikan, tapi malahan availability based yaitu asal sudah ada dapur meski belum beroperasi. Jelas-jelas enak donk yang penyaluran porsinya sedikit bahkan belum kerja sudah dapat 6 JUTA PER HARI. Cukup duduk manis dukung rejim.
Memang MBG INI DIBIKIN BUAT MENGGERERUK DUIT NEGARA.
Kepada elite mereka royal dan disebutkan sebagai insentif, sementara bantuan ke rakyat disebut subsidi dan dianggap beban.
@Dahnilanzar Mungkin itu baru sebatas idenya dia, belum pernah dibahas di kementriannya. Tiba2 diwacanakan pas rapat dgn DPR, biar kyk ada terobosan gitu…
Bayangkan
Orang yang gak punya empati yg bilang tunjangan 50 juta per bulan masih kurang dan gak bisa ngitung ini sekarang dicalonkan jadi hakim MK oleh @DPR_RI
From this To this
@MellisA_An@Stakof Ada namanya syarat berangkat istita’ah, jamaah harus memenuhi syarat kesehatan, jadi biar jamaah Indonesia disimpan di zona 5 mereka akan lebih pilih itu dibandingkan harus menunggu antrian bertahun2. Begitu pemerintah mengumumkan mereka bisa berangkat pasti mereka bersedia
Mulai 1 Oktober 2025, pemerintah akan memberlakukan sistem All Indonesia di seluruh bandara, pelabuhan penumpang internasional, dan Pos Lintas Batas Negara (PLBN). Sistem digital ini merupakan hasil integrasi Bea Cukai, Imigrasi, Kementerian Kesehatan, dan Badan Karantina Indonesia untuk mempermudah proses kedatangan penumpang.
Melalui aplikasi atau situs resmi, baik WNI maupun wisatawan asing dapat mengisi Electronic Customs Declaration (E-CD) secara daring sebelum tiba di Indonesia.
Sebelumnya, sistem ini telah diuji coba sejak Juli 2025 di beberapa bandara dan mulai dimandatorikan pada September di pintu masuk tertentu seperti Soekarno-Hatta, Juanda, Ngurah Rai, dan sejumlah pelabuhan di Batam. Pemerintah mengingatkan masyarakat untuk berhati-hati terhadap situs palsu yang menyerupai All Indonesia, dan hanya menggunakan domain resmi https://t.co/GhNHZ7IJt4.
Transformasi digital ini diharapkan mempercepat arus kedatangan, meningkatkan transparansi, serta memberikan layanan yang lebih efisien, aman, dan nyaman bagi masyarakat maupun wisatawan mancanegara.
📸: Dok. kumparan/Jamal Ramadhan.
Follow WhatsApp Channel kumparan untuk dapat Informasi terpercaya dikirim langsung ke WhatsApp kamu. Ketik https://t.co/LTFgN0m78w di browser kamu sekarang, agar bisa share informasi tanpa ragu.
#bisnisupdate #update #bisnis #ignews #allindonesia #bandara #pelabuhan #penumpanginternasional #PLBN #info #beritaterkini #berita #infoterkini #bicarafaktalewatberita #kumparan
Zita Anjani dan Janji yang Menguap di Unpad
Oleh ET Hadi Saputra (Alumni warung bu Tatang Fikom Unpad Sekeloa)
Entah apa yang ada di kepala Zita Anjani.
Namanya, yang kini menjabat Utusan Khusus Presiden bidang Pariwisata, mendadak jadi perbincangan. Bukan karena prestasinya, tapi karena ketidakhadirannya.
Unpad, salah satu kampus terbaik di Indonesia, sudah menyiapkan segalanya. Seminar, mahasiswa, panitia. Semua sudah siap. Zita, sang tamu istimewa, sudah dinanti.
Bukan satu atau dua hari. Persiapan itu berbulan-bulan. Panitia bolak-balik berkoordinasi. Bahkan, ketika Zita meminta format diubah dari luring jadi daring, mereka turuti. Sesi tanya jawab pun dihilangkan, demi menuruti sang Utusan.
Tapi Zita tidak datang.
Seminar molor, panitia kalang kabut. Peserta yang sudah menunggu jadi kecewa. Padahal, waktu itu adalah waktu yang berharga. Waktu yang tidak bisa dibeli.
Yang lebih aneh, di saat bersamaan, Zita mengunggah foto-foto aktivitasnya di gym.
Publik marah. Tentu saja. Bagaimana mungkin seorang pejabat, yang sudah berjanji, mengkhianati janji itu?
Zita kemudian membuat klarifikasi. Permintaan maafnya bertebaran di media sosial. Katanya, foto-foto itu "latepost." Dia sudah punya jadwal padat.
Tapi, alasan itu justru memicu pertanyaan lain. Kalau memang jadwal begitu padat, kenapa ada waktu untuk unggah-unggah foto di media sosial? Dan, dari sekian banyak jadwal, kenapa seminar di kampus, di depan para calon pemimpin masa depan, justru yang tidak didatangi?
Ini bukan soal Zita Anjani saja. Ini soal etika. Soal profesionalisme. Soal tanggung jawab.
Jabatan Utusan Khusus Presiden itu jabatan yang tidak main-main. Di belakangnya ada nama Presiden. Ada harapan rakyat.
Ketika seorang pejabat tidak menghargai waktu orang lain, tidak menghargai sebuah institusi pendidikan, itu sama saja dia tidak menghargai jabatannya sendiri. Dan, yang paling fatal, dia tidak menghargai kepercayaan publik.
Mungkin, sudah saatnya kita melihat kembali. Apakah jabatan-jabatan seperti ini masih relevan? Atau, jangan-jangan, hanya sekadar tempelan untuk kepentingan pencitraan?
Tentu, Zita sudah minta maaf. Tapi, apakah maaf itu cukup? Publik kini lebih cerdas. Mereka tidak hanya melihat kata-kata, tapi juga perbuatan.
Seharusnya, seorang pemimpin itu datang ketika janji sudah terucap. Karena kehormatan seorang pemimpin ada pada kata-katanya.