“Kok bisa Kok Bisa jadi mitra pemerintah?!” 😖
Nggak ya guys. 🙅♀️ Dengan ini mimin dan semua tim Kok Bisa termasuk Kobi, Sasa, sampe si Oyen mau bilang: kami gak hadir di pertemuan bareng BAKOM RI dan gak ngejalin kemitraan sbg media pendukung pemerintah. 😺
Stay curious! ⚡
Dear pak @prabowo membangun #PLTS 100 GW dalam 2 tahun sangat sulit dicapai. Bukan karena tidak mungkin, tapiiiii banyak hal mendasar harus disiapkan dulu: kelembagaan, perencanaan, desain proyek, rantai pasok, hingga tenaga kerja terampil bersertifikat di seluruh Indonesia ~
Jadi, apa yang realistis dilakukan dalam 2 tahun? 👇
1️⃣ Perkuat fondasi dulu: kelembagaan, perencanaan dan perancangan, SDM andal, rantai pasok, serta persiapan pilot project.
2️⃣ Fokuskan pilot project ke dua sasaran penting:
✅elektrifikasi 5.700 desa yang belum menikmati listrik, mayoritas di wilayah 3T
✅ penggantian PLTD >0,5 MW di pulau-pulau yang relatif mudah dijangkau secara logistik
Dengan fokus ini, program Presiden bisa langsung menjawab 2 hal sekaligus:
✅memberi akses listrik yang lebih terjangkau dan berkualitas bagi masyarakat 3T
✅ mengganti BBM untuk menurunkan beban subsidi dan BPP listrik 🇮🇩☀️
Baca laporan lengkap di https://t.co/3ebK1sbrx3 🔎
Kurang tepat. Di @DKIJakarta ada 446 lapangan padel. Ini jg indikasi bhw Jakarta tdk pernah kekurangan lahan utk membangun hunian. Hny skill issues aja yg bikin jd kek skrg.
Jika 1 lapangan padel membutuhkan sekitar 600 m2 (dgn fasilitas), maka setara dgn 40 unit flat 40-60m2.
Saya pernah menonton video @kokbisachannel tentang salah satu alasan Israel terus menyerang Palestina.
Jadi ceritanya Israel ikut pameran teknologi udara terbesar di dunia tahun 2009. Salah satu teknologi yang dipamerkan adalah drone pembunuh.
Gilanya, video pameran yang diputar bukan hanya simulasi, tapi rekaman nyata Drone itu beroperasi di langit Palestina. Setiap darah yang tumpah dan bangunan yang hancur akan menjadi portofolio. Teknologi yang dihasilkan tidak bisa disebut uji coba, tetapi telah terbukti nyata.
Artinya, Palestina bukan sekadar “penjara” raksasa, tapi juga laboratorium eksperimen teknologi militer terkini. Masyarakat di sana bagaikan “kelinci percobaan” yang terus mengusik rasa kemanusiaan.
Jadi apa salah satu alasan Israel menyerang Palestina tanpa henti? Salah satu jawabannya adalah bisnis militer yang kemudian dapat mempengaruhi kebijakan politik luar negeri suatu negara. Teknologi yang dijual ke negara lain itu seakan-akan jebakan membeli kucing garong dalam karung emas.
Maturing is realizing that La La Land is actually a happy ending
It is not about two people staying together forever, it is about two people meeting at the right time, changing each other's lives, and leaving with more than they came with. Mia became the woman she dreamed of because Seb believed in her, and Seb built the club he always wanted because Mia reminded him not to give up.
Their love was not wasted. It was a bridge, carrying each of them to the lives they were destined for, proof that not every love is forever but every love can mean something. And sometimes the most honest ending is not holding on, but walking forward with gratitude for what was given.
selama ini kalau melihat ketidakberesan pembangunan saya selalu bertanya apa sebabnya: inkompetensi, atau niat jahat.
dan selama ini pula saya meyakini akar masalahnya inkompetensi: para pejabat dan pembuat kebijakan yang tak mampu.
tapi kini keyakinan saya nampaknya berubah.
Mau tau seberapa besar jurang ketimpangan di Indonesia?
Bayangin ada 100 potong ayam goreng KFC buat 100 orang.
Idealnya, satu orang dapat satu potong.
Tapi di Indonesia:
- 1 orang ambil 50 potong buat dia sendiri
- 9 orang berikutnya masing masing dapat 2 potong
- 40 orang berikutnya harus berbagi 18 potong, per orang bahkan kurang dari setengah potong
- sementara 12 potong ayam sisanya harus diperebutkan 50 orang terakhir, masing-masing cuma dapat suwiran daging yang nempel tulang atau bahkan cuma kebagian tulang yang tercecer.
Ingat, "New Gaza" bukan hanya soal pembantaian ratusan ribu orang Palestina
Ia dibangun lewat extermination of the Gaza's civilization. Penghancuran situs religius, kultur, pendidikan
Prabowo gabung di "Board of Peace" menunjukan ia terlibat proyek kolonialisme & imperialisme