Ini buku anak, tapi malah ramai dibaca orang dewasa. Buku ‘Dari Bumi Nusantara ke Piring Kita’ mengajak kita mengenal ratusan tumbuhan dan tanaman pangan lokal Indonesia, dari andaliman hingga sorgum.
Simak ulasannya di #AniesBacaBuku kali ini: https://t.co/g7dKvZxRaN
Alhamdulillah, semalam adalah malam yang penuh makna.
Terima kasih kepada Rektor ITB, Prof. Tatacipta, beserta seluruh civitas akademika @itbofficial yang telah hadir. Kampus adalah mercusuar ilmu, tempat kebijaksanaan tumbuh, dan di ITB, cahaya itu berpadu dengan nilai-nilai keadilan dan kemanusiaan.
Apresiasi tinggi kepada @salmanitb dan seluruh panitia yang telah bekerja tanpa lelah, menghadirkan bukan sekadar acara, tetapi sebuah perjalanan pemikiran, sebuah ruang bagi gagasan bertemu dan mengakar. Semangat dan dedikasi teman-teman adalah bagian dari energi perubahan untuk bangsa.
Dan yang tak kalah istimewa, terima kasih kepada seluruh jamaah, seluruh mahasiswa yang hadir, bertanya, menyimak, dan merenung bersama. Keberanian teman-teman untuk bertukar gagasan adalah bukti bahwa ruang-ruang ilmu dan pikiran kritis masih berdenyut kuat.
Semoga pertemuan ini bukan hanya menjadi jejak di satu malam, tetapi menjadi pemantik langkah-langkah ke depan. Kita terus belajar, terus berpikir, terus bergerak, agar ilmu menjadi cahaya dan keadilan menjadi nyata. Sampai jumpa di percakapan berikutnya!
Baru saja menonton No Other Land bersama @FeryFarhati. Film ini bukan sekadar tontonan, tapi kesaksian yg menolak dibungkam. Tentang tanah yg dipertahankan dgn air mata dan dgn keberanian. Sebuah panggilan bagi hati nurani.
Jika sempat, tonton di bioskop selagi masih tayang.
Besok malam giliran bertarawih dan berdiskusi di Masjid Salman ITB, Bandung. Insya Allah akan berbagi tentang ilmu, pikiran kritis, dan demokrasi. Sampai jumpa!
Ketika Segalanya Musnah, Semangat Tak Pernah Padam
Senja di Amman, Yordania, membawa kami pada sebuah pertemuan yang akan selalu terpatri di ingatan. Kami mengetuk pintu apartemen sederhana itu, disambut oleh keluarga Kamal dan Linda, pasangan petani dari Gaza yang kini menjadi pengungsi. Mereka pernah memiliki rumah untuk berteduh, ladang untuk mencari nafkah, dan tanah tempat anak-anak mereka tumbuh. Namun, dalam sekejap, semuanya luluh lantak oleh bom. Yang tersisa hanyalah pakaian di badan dan langkah-langkah yang membawa mereka ke tanah asing ini.
Di ruang sempit yang kini mereka sebut rumah, kehidupan terus berjalan. Lima anak mereka, termasuk Nisrin yang telah menghafal surat Ali Imran, masih berjuang di sekolah. Kamal, sang ayah, lebih banyak diam, memikul beban kehilangan yang tak terucapkan. Sementara Linda, di usianya yang baru 29 tahun, berdiri tegak. Ada ketegaran dalam sorot matanya, keteguhan seorang ibu yang tak sudi menyerah pada keadaan.
Ketika ditanya apa yang masih ia harapkan, jawabannya hanya satu: pendidikan. “Selama anak-anak saya masih bisa belajar, saya yakin mereka punya masa depan,” katanya. Tak ada keluhan tentang rumah yang hilang, tanah yang dirampas, atau harta yang musnah. Baginya, harapan terakhir yang masih bisa ia genggam adalah ilmu yang akan membawa anak-anaknya keluar dari kegelapan.
Anak-anak mereka tumbuh dengan cita-cita yang ditempa luka. Dua putranya ingin menjadi pejuang, sementara putrinya ingin menjadi dokter. Di balik senyum mereka yang tulus menyambut tamu, tersimpan kepedihan yang tak terkatakan. Namun, tak ada kebencian, hanya tekad untuk bertahan dan bangkit.
Relawan dari Indonesia datang membawa bantuan, sedikit pelipur di tengah keterbatasan. Dan Linda, dengan tangan yang tak pernah lelah memberi, menyajikan kunafa untuk kami. Betapa luar biasa: bahkan di tengah kehilangan, mereka masih menyisakan ruang untuk keramahan.
Dari pertemuan ini kami belajar bahwa ada yang tak bisa dihancurkan oleh perang, tak bisa diambil oleh penjajah, tak bisa musnah oleh kehilangan, ialah: semangat. Dan selama semangat itu tetap menyala, dengan pertolongan Allah Yang Maha Perkasa, harapan akan selalu menemukan jalannya.
(Thread) Selamat pagi, teman2. Memenuhi janji dan menyambung serial tweet #KaburAjaDulu kemarin ttg kita butuh lebih banyak orang Indonesia yg berkiprah di luar negeri, izinkan kali ini saya ingin diskusi sedikit ttg diaspora & crab mentality. Jadi begini...
Hadir jadi tamu pertama podcast Keep Rocky-ing. Berdiskusi hangat, memahami dan mencari makna dari berbagai fenomena sosial-politik belakangan ini.
https://t.co/CC1pz0nSQQ
📌ALIANSI MAHASISWA INDONESIA GELAP
Akhirnya Mahasiswa tergerak turun ke jalan karena pekok HIDUP JOKOWI dari seorang Presiden. Rakyat yang telah memilih anda dikerdilkan.
TOLAK JUGA REVISI UU KEJAKSAAN!!
---
Jokowi Aguan Sandy Walsh Ndasmu Terong Danantara KaburAjaDulu Luhut
Jakarta memasuki babak baru.
Hari ini turut menghadiri acara sertijab Gubernur @pramonoanung dan Wakil Gubernur Rano Karno di balaikota.
Titik awal perjalanan kepemimpinan baru. Tugas besar menanti, amanah warga Jakarta harus ditunaikan dengan penuh tanggung jawab.
Semoga kepemimpinan ke depan menghadirkan kebijakan yang adil, membawa kemajuan, dan menghadirkan kesejahteraan bagi semua.
Selamat bertugas, selamat mengabdi. Jakarta harus terus maju dan menjadi rumah yang nyaman bagi kita semua.
Tak Beradab...
Mereka hanya pelajar yg menuntut MBG diganti pendidikan gratis knp diperlakukan bagai KKB Papua yg hrs ditendang segala...
Ironis memang ketika daerah kaya dg emas tp sekedar pendidikan gratis tdk dapat mereka nikmati pdhl Katanya kepemilikan tambang emas dah 51% milik negara...
#IndonesiaGelap
#IndonesiaGelap2025
#KaburAjaDulu
#papuaviral
@WagimanDeep212_@islah_bahrawi@GunRomli