Oman's Foreign Minister Badr Al-Busaidi:
* The U.S.-Israel war on Iran is ILLEGAL
* Oman will NOT join Trump's proposed "Peace Council"
* Oman will NOT normalize relations with Israel
* "The U.S. could not have obtained greater concessions through war
https://t.co/XvjDOtYyP7
@Nicholassekutt@ID_MyRepublic Dua tahun kemudian.. Eng ing eng! Makin parah. Makin buruk. di Routing path ada bottleneck. CGNAT aggressive timeout. TCP died socket. Harus buka tutup aplikasi buat tampilkan halaman. 6x24 jam mati dapat konpensasi 38 ribu. #sampah yang tak bisa diolah jadi energi. #MyRepublic
Kalo ada konten demo lewat diberanda kalian langsung like dan posting ulang!
Jika itupun kalo Kalian peduli dengan kecemasan negara saat ini, dengan melakukan itu secara tidak langsung kita membantu perjuangan temen" yg disana melalui sosial media, karena media terbungkam!
@ngabmessy Zaman dulu dan era kini ada penerusnya. @kemkomdigi tenaga teknis utama pembungkaman, dananya pakai uang pajak rakyat semua itu. #bungkam#bongkar
Hari ke-6 @ID_MyRepublic mati. Cuma disuruh nunggu, kata salesnya @MyrepublicSales ntar juga baik sendiri. Kata teknisinya ada kabel di jalur putus. Kata CS-nya ada gangguan masal. Kata agennya ada kebakaran. #WifiTerbaik itu nyatanya #busuk
@clypsonabastala@indosat Hati² ya, Pak. Aktivasi hanya berlaku sekali. Beli lagi pake im3 bulan berikutnya, Google Plus tetap hanya berlaku 180 hari. Jika google account sudah terkait dengan payment method atau w-wallet, pada hari 181 akan diberlakukan pembayaran subscription secara otomatis oleh Google.
Who controls the media?
Meta owns:
Facebook
Instagram
WhatsApp
Messenger
Threads
Oculus / Meta Quest VR
Meta AI
Meta is controlled by Mark Zuckerberg who is jewish
Alphabet owns:
Google
YouTube
Android
Gmail
Chrome
Pixel phones
Nest smart home devices
Fitbit (acquired in 2021)
DeepMind
Gemini AI assistant/model family
Waymo — self-driving cars
Verily — health technology
Calico — longevity research
Wing — drone delivery
Alphabet is controlled by Larry Page and Sergey Brin who are both jewish
Tic Tok
U.S. algorithm, cybersecurity and infrastructure is controlled by Oracle
Oracle is controlled by Larry Ellison and he’s jewish
Hookup Apps
Match Group owns:
Tinder
Hinge
OkCupid
https://t.co/piiSIKCUS4
Plenty of Fish
Meetic
The League
BLK
Archer
OurTime
Was founded by Barry Diller who is jewish
Grindr
Was founded by Joel Simkhai who is jewish
Bumble
Was founded by Whitney Wolfe Herd who is jewish
Porn
Onlyfans
Owned by Leonid Radvinsky who is jewish
Vixen Media Group owns:
Blacked
Blacked Raw
Vixen
Tushy
Deeper
Founded by Greg Lansky who is jewish
Aylo/MindGeek Owns/owned:
Pornhub
YouPorn
RedTube
Brazzers
Reality Kings
Digital Playground
https://t.co/qkqIK03f0k
Sean Cody
Tube8
Solomon Friedman is the owner of Aylo and he’s jewish
Gamma Entertainment owns/operates:
Adult Time
Pure Taboo
Wicked
Girlsway
many affiliate studios/platforms
Founded by Karl Bernard who is jewish
Movies/TV/News
Warner Brothers Discovery owns:
Warner Bros. Pictures
HBO
CNN
DC Studios
Cartoon Network
Discovery Channel
TNT
TBS
Max (formerly HBO Max)
Adult Swim
HGTV
Food Network
Animal Planet
Warner Brothers is run by David Zaslav who is jewish
Disney owns:
ESPN
ABC
Marvel Studios
Lucasfilm
Pixar
20th Century Studios
Disney+
Hulu (major controlling stake)
National Geographic
Disney is run by Bob Iger who is jewish
Paramount Global owns:
Broadcast & News
CBS
CBS News
CBS Sports
Local CBS stations
Film Studios
Paramount Pictures
Paramount Animation
Paramount Players
Cable Networks
MTV
Nickelodeon
Comedy Central
BET
VH1
CMT
TV Land
Smithsonian Channel
Logo TV
Pop TV
Streaming & Premium
Paramount+
Showtime
Pluto TV
Major franchises/IP
Top Gun
Mission: Impossible
Star Trek
South Park (licensing/streaming arrangements)
SpongeBob SquarePants
Transformers
Teenage Mutant Ninja Turtles
Paramount Global is controlled by Sheri Redstone, who is jewish
Comcast owns:
* NBCUniversal
* NBC
* Universal Pictures
* Peacock
* MSNBC
* CNBC
* Telemundo
* Sky (Europe)
* DreamWorks Animation
* Xfinity
Comcast is controlled by Roberts family who is Jewish
AI/Data Centers
OpenAI/ChatGPT
Run by Sam Altman who is jewish
Palentir provides advanced data integration, surveillance, AI, and analytics infrastructure used by military, intelligence, law enforcement, and major corporations. Its platforms help organizations combine massive amounts of fragmented data into real-time operational intelligence for warfare, policing, logistics, cybersecurity, manufacturing, and decision-making, making it one of the most strategically influential data and defense technology companies in the world.
Owned and operated by Peter Thiel and Alex Karp both jewish
Oracle owns:
Oracle Database
Java
MySQL
NetSuite
Cerner
Sun Microsystems technologies
It’s important because it owns core infrastructure software that powers governments, banks, hospitals, corporations, and large parts of the internet. Its control of technologies like Oracle Database, Java, MySQL, and Cerner gives it enormous influence over the backend systems modern society depends on.
Owned by Larry Ellison who is jewish
Seekor kakatua yang dipelihara ilegal bisa membuat orang dipenjara.
Tapi ketika alat berat masuk ke hutan, pohon tumbang tanpa ampun, suara alam hilang, dan satwa kehilangan tempat hidupnya, pelakunya justru dipuji. Disebut investor. Bahkan kadang disebut pahlawan pembangunan.
Jaringan alfamart dan Indomaret itu jumlahnya 23 - 24 ribuan.
Menampung tenaga kerja hingga 400 ribu.
Dan jaringan Alfamart Indomart itu sistemnya franchise. Pemiliknya rakyat kecil. Alfa dan Indomart menjual brand dan manajemen.
Satu unit alfa atau indomaret butuh modal minimal 500 juta. Itu duit rakyat, bukan konglomerat.
Tumbuh dari bawah. Dengan memeras keringat selama bertahun-tahun.
Membunuh jaringan alfa dan indomart demi proyek politik bernama KDMP yang juga pakek duit rakyat..
Adalah tindakan khas rejim populis otoriter: mengadu domba antar rakyat.
Guys, Mahfud MD baru bicara sesuatu soal pernyataan Prabowo tentang rupiah yang menurut gue paling jujur dan paling menampar yang pernah gue dengar dari mantan pejabat setingkat dia.
Dan Mahfud bukan ekonom.
Dia sendiri bilang itu.
Tapi justru itu yang membuat kata-katanya jauh lebih mematikan.
Apa yang Mahfud katakan soal pernyataan Prabowo:
"Dari keseluruhan statement presiden selama menjadi presiden ini yang paling banyak menimbulkan olok-olok."
Pernyataan mana?
"Mau dolar berapa ribu kek
kalian di desa kan enggak pakai dolar."
Mahfud bilang:
Maaf kasar sekali olok-oloknya itu.
Dan itu masuk terus berkesinambungan.
Dari nenek, kakek, muda, putra putri di media sosial muncul terus diolok-olok betul presiden kita ini."
Seorang mantan Menko Polhukam.
Mantan Ketua MK.
Mantan anggota Komisi Reformasi Polri.
Orang yang hidupnya dihabiskan untuk menjaga martabat institusi negara harus dengan susah payah mengakui bahwa presiden kita sedang diolok-olok oleh rakyatnya sendiri karena satu pernyataan soal dolar.
Dan Mahfud langsung koreksi pernyataan Prabowo dengan sangat jelas:
"Memang ada benarnya bahwa masyarakat desa tidak pakai dolar.
Tapi apakah hanya itu kebutuhan orang?
Kita negara yang pinjam uang setiap hari berurusan dengan dolar.
Harga impor pangan kita dibayar dengan dolar. Pinjam ke luar negeri pakai dolar.
Formirinya pakai dolar.
Kalau pakai dolar di desa-desa mungkin orang secara subsistens makan dari berasnya sendiri sayurnya sendiri.
Tapi masa cuma itu kebutuhan orang?"
Ini bukan analisis ekonom.
Ini akal sehat yang Mahfud sebut sendiri public common sense.
Dan kalau pernyataan presiden tidak lolos uji akal sehat paling dasar itu masalah yang jauh lebih serius dari sekadar pilihan kata yang kurang tepat.
Dan soal Purbaya Mahfud juga tidak menyimpan kata-kata:
Purbaya bilang urusan rupiah itu urusan Bank Indonesia bukan urusan Menteri Keuangan.
Mahfud langsung potong:
Kalau begitu jangan jadi Menteri Keuangan.
Bu Sri Mulyani juga tahu itu urusan BI tapi dia diangkat agar bisa membuat BI-nya begitu, polisinya begitu, hakimnya begitu, semuanya tahu konteks.
Kalau sekarang penyelundupan bilang bukan urusan saya itu urusan polisi lalu apa fungsinya dia?"
Dan Mahfud kasih satu analogi yang sangat logis:
kalau Menteri Keuangan bilang itu urusan BI nanti BI bilang itu urusan presiden nanti presiden bilang loh urusan rakyat kenapa milih saya "Bubar kan negara ini."
Dan soal The Economist yang menulis Indonesia dalam kondisi berbahaya:
The Economist minggu ini menulis editorial khusus tentang Indonesia.
Penilaiannya buruk.
Kata yang dipakai:
"jeopardizing" membahayakan.
Boros dan otoriter.
Membahayakan demokrasi sekaligus ekonomi.
Mahfud bilang:
Mudah-mudahan ini disadari.
Dua kata.
Tapi di balik dua kata itu ada keprihatinan yang sangat dalam dari seseorang yang tahu betul bagaimana sebuah negara bisa rusak dari dalam karena dia pernah berada di dalam dan melihatnya langsung.
Dan soal solusi
Mahfud kasih dua poin yang sangat konkret:
Pertama:
restrukturisasi APBN.
MBG harus ditata ulang tata kelolanya.
Bukan dihapus tapi diefisienkan.
Mahfud bahkan mengutip penjelasan Prabowo sendiri bahwa kalau MBG dikelola langsung oleh Koperasi Merah Putih tanpa perantara bisa hemat 60%.
"Kalau itu bisa dilakukan ini jauh mungkin menyelamatkan dari peluncuran yang tidak akan bisa dihentikan kalau tidak ada restrukturisasi anggaran."
Kedua
dan ini yang paling penting:
presiden perlu tahu bahwa pernyataannya keliru. Bukan dari musuh politiknya.
Bukan dari oposisi.
Tapi dari orang-orang yang mau negaranya baik.
"Kesalahan itu bukan hanya ahli ekonomi yang bisa nyatakan salah."
Dan ini yang paling menggelitik dari seluruh diskusi:
Mahfud bilang dia sudah lama tidak pernah berpikir soal dolar naik atau turun karena bukan urusannya dan kebutuhannya sudah cukup.
Tapi dia tetap bicara.
Tetap merespons.
Tetap mengkoreksi.
Karena ada sesuatu yang mengganggu dia bukan sebagai ekonom,
bukan sebagai mantan pejabat tapi sebagai warga negara yang melihat presidennya diolok-olok rakyatnya sendiri karena satu pernyataan yang tidak lolos uji akal sehat.
Dan itu jauh lebih berbahaya dari sekadar angka rupiah di Rp17.700.
Karena angka bisa diperbaiki dengan kebijakan.
Tapi kepercayaan yang sudah hilang jauh lebih susah untuk dikembalikan.
Bottom line:
Mahfud bukan ekonom.
Dia sendiri bilang itu berkali-kali.
Tapi dia tidak perlu jadi ekonom untuk tahu bahwa pernyataan "mau dolar berapa ribu kek di desa kan enggak pakai dolar" adalah pernyataan yang keliru secara faktual dan berbahaya secara persepsi.
Dan ketika mantan Menko Polhukam harus bilang dengan malu-malu bahwa presiden kita sedang diolok-olok rakyatnya sendiri itu bukan tanda bahwa rakyatnya yang salah.
Itu tanda bahwa ada sesuatu yang sangat fundamental yang perlu segera diperbaiki sebelum olok-olok itu berubah menjadi sesuatu yang jauh lebih serius dari sekadar komentar di media sosial.
Habis ngelewatin masa berdarah, di tahun 1967 para bandit ini akhirnya sadar diri "Kalo negaranya hancur total, kita mau nyolong apa dong?"
Mereka pun nerapin strategi baru yang agak licik. Mereka berhenti sok tahu dan nyewa teknokrat (ahli ekonomi).
"Kita yang tolol ini diem aja deh. Biar si pinter yang kerja keras, kita duduk manis nunggu cuan, baru kita palak hasil kerjanya."
Jadi ibarat kayak ekonomi itu ayam. Jangan langsung dipotong. Biarin dia bertelur dan beranak-pinak dulu, baru hasil ternaknya kita sikat.
Nah, yang bikin miris, pelajaran emas dari tahun 1967 itu udah completely missed sama gerombolan elit sekarang.
Generasi bandit hari ini tuh belagu, sok tahu, dan rakusnya di luar nalar.
Proyek-proyek triliunan kayak sekarang jadi bukti nyata praktik bancakan ugal-ugalan.
Nyolong ratusan triliun tanpa planning yang jelas dan ngerobohin sistem dari dalam.
Bantah aja fakta di filmnya, malah ribut sumber dananya. Padahal jelas tuh disebutkan sumbernya di teks film itu. Ngomong-ngomong soal sumber dana, dari mana kekayaan tuan Rp64,9 miliar?
@kompascom Pengakuan yg benar2 TOLOL
Pemerintah memiliki segalanya. Pasukan, undang-undang, legislatif, eksekutif, yudikatif, uang rakyat dan kekuasaan
Eeeeh bilang kalah sama mafia
Lah kalau gini namanya pemerintah itulah mafianya
#NoDebate
Indo : 42K
Malay: 9K
https://t.co/XNEYgSOyuz
@FresnelG@MrOngDedy Hehe dengarkan kata orang yang udah pengalaman. Saya pun sarankan tinjau ulang dulu dan tanya2. Klaim sales memang selalu menggiurkan.
Woi @ID_MyRepublic, putus lagi. Bah baru satu bulan, sudah 4 kali putus dan selalu lama kembali normal. Ini ISP apa²an sih? Terus pengen tau aja @kemkomdigi@YLKI_ID ini ada fungsinya ngga sih ya?
@kumparan Search for open-source privacy tool that generates diverse synthetic browsing activity in the background. Flooding data brokers and ad-tech platforms with plausible off-demographic noise, makes your real behavioral signal statistically indistinguishable from fake data.
@kumparan Yuk rame² buat akun sosmed baru. No ponsel dan email silahkan pilih mau Humas lembaga mana. Pilihan pertama boleh komdigi. Saatnya aktifkan data poisoning. Lindungi data pribadi makin susah, ya udah kasih aja sebanyak-banyaknya.
@kumparan Create fake phone contacts, that will be stored on your phone along with your real contacts. The idea is to feed fake data to any apps or companies who are copying our private data to use or sell it. This is called "data-poisoning".