Ini kisah ayahku dan ke dua sahabatnya di masa kecil dulu, pada era 80an. Sebut saja dua sahabat ayahku ini, Pardi dan Kasroh. Mereka bersahabat erat banget karena kebetulah tinggal di kampung yang sama. Dari kecil sampai mereka masuk usia remaja selalu bersama. @bacahorror
Pabrik Kopi
Cerita ini berawal saat aku bekerja di pabrik kopi milik pak Karyanto. Sejak hari pertama aku langsung merasakan ada sesuatu yang aneh dengan pabrik itu. Suasanya terlalu sunyi untuk tempat yang seharusnya ramai orang. @bacahorror
Rumah Sakit Jiwa Suro
Tahun ini Naura menginjak usia kepala tiga. Bagi sebagian orang, itu bukan lagi usia muda untuk seorang perempuan yang masih memilih berjalan sendiri. Namun hidup tak pernah memberi Naura kemewahan untuk sekadar memikirkan pernikahan.
@bacahorror
ABDI DEDEMIT
Part 3 - Yudhaprana
Serangan gaib yang menghantam pendopo menjadi bukti bahwa Raden Argoyo tidak main-main dengan rencananya.
Lebih dari itu, kini jelas bahwa Trah Wangsapati telah bersekutu dengannya.
#bacahorror@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht
Tahun 2016, gue jaga malam di kantor rental kamera di daerah Klender, Jakarta Timur. Ruko tiga lantai, catnya mulai kusam, neon depan kedip-kedip tiap habis magrib. Lantai bawah display dan kasir, lantai dua gudang lensa, lantai tiga ruang servis. Malam cuma gue, bunyi kulkas pantry, dan dengung charger baterai yang nggak pernah benar-benar diam.
Di antara semua unit, ada satu kamera yang bikin gue nggak tenang. Body-nya mulus, shutter count rendah. Tapi tiap balik dari penyewaan, selalu ada satu file video baru di dalamnya.
Durasi konsisten: 01:00.
Padahal kartu memorinya sudah gue format sebelum disewakan.
Pertama kali gue buka, isinya bukan kantor. Tapi ruangan luas dengan cermin tinggi di satu sisi. Lantainya kayu. Lampunya temaram. Di pojok kiri, ada speaker tua. Kayak studio balet.
Kamera statis, menghadap ke tengah ruangan kosong.
Di detik ke-20, terdengar ketukan pelan. Bukan dari pintu. Dari lantai. Ritmis. Tok… tok… tok… seperti ujung sepatu pointe menghantam kayu.
Di detik ke-35, bayangan muncul di cermin. Sosok perempuan tinggi, sangat kurus, rambut disanggul ketat. Dia berdiri dalam posisi relevé, berjinjit sempurna. Tapi tubuh aslinya nggak ada di ruangan. Hanya pantulannya di cermin.
Wajahnya menunduk. Lehernya terlalu panjang. Saat dia mengangkat kepala, matanya hitam penuh, tanpa putih.
Video berhenti tepat di 01:00.
Besoknya gue tanya ke bos soal unit itu. Dia agak lama jawabnya. Katanya, dulu kamera itu pernah dipakai buat dokumentasi sanggar balet kecil di daerah Duren Sawit. Pemiliknya mantan guru les balet yang terkenal keras. Anak-anak sering pulang nangis. Ada isu dia suka “menghukum” murid yang gerakannya salah—disuruh berdiri jinjit berjam-jam sampai kuku kaki berdarah.
Sang guru itu ditemukan meninggal sendirian di studio. Kakinya patah di kedua pergelangan, tapi tubuhnya tetap dalam posisi berdiri berjinjit menghadap cermin.
Sejak itu sanggar tutup.
Malam berikutnya, kamera itu balik lagi. Gue sengaja nggak sentuh sampai lewat jam dua. Tepat 02:16, notifikasi bunyi sendiri. File baru muncul.
Kali ini angle-nya gudang lantai dua kantor gue.
Rak tripod berjajar. Box lighting tersusun rapi. Kamera merekam dari sudut atas, mustahil posisinya.
Di detik ke-10, terdengar suara gesekan kayu. Tok… tok… tok… makin dekat.
Di antara rak, muncul sosok perempuan itu. Dia berjinjit, tapi kakinya bengkok ke arah belakang. Setiap langkah, terdengar bunyi retak tulang halus. Tangannya terangkat anggun, seperti sedang mengoreksi murid.
Di detik ke-40, dia berhenti. Menghadap tepat ke arah kamera.
Pelan-pelan dia tersenyum. Mulutnya robek sampai ke pipi, seolah dipaksa tersenyum terlalu lebar.
Lalu layar berubah. Bukan lagi gudang.
Tapi ruang display lantai bawah. Gue terlihat duduk di kursi kasir, menatap kosong ke depan.
Sementara di belakang gue, di pantulan pintu kaca, dia berdiri berjinjit.
Sangat dekat.
Video berhenti di 01:00.
Masalahnya, saat itu gue lagi di lantai dua. Sendirian.
Dan dari bawah, gue mulai dengar ketukan pelan di lantai keramik.
Tok… tok… tok… mendekat ke arah tangga.
40 Hari diteror Pocong
Kisah ini terjadi di kampung halamanku, di pelosok kota reyog, dan masih terjadi sampai hari ini....
@bacahorror@ceritaht@ceritaht
-PESUGIHAN BERCUMBU DENGAN KUNTILANAK-
Tahun 2017, usiaku 34 tahun 2 bulan. Peluang terakhir ikut tes CPNS. Atas saran kawan, aku mendatangi dukun. Aku kemudian menjalani ritual pesugihan yang ekstrem.
MENCUMBU KUNTILANAK
#bacahorror@IDN_Horor
ABDI DEDEMIT
Part 2 - Lingkaran Iblis
Sudah beberapa kali coba upload dan berakhir error. Akhirnya saya coba upload dalam format Artikel untuk updatenya.
Semoga masih nyaman dibaca ya teman-teman..
Titip tinggalin komen di artikel ya biar nongol juga di teman-teman yang lain
#bacahorror @bacahorror@ceritaht@IDN_Horor
Apa kalian percaya hantu ?.
Coba deh baca cerita ini kemudian lihat apa yang terjadi.
Mereka akan benar-benar datang jika kita undang.
A thread.
@bacahorror
Perlintasan Maut di Jakarta
-Thread-
Gue denger cerita ini langsung dari Pak Dewo, warga yang udah tinggal di salah satu titik perlintasan kereta paling angker di Jakarta sejak tahun 80-an.
@bacahorror@IDN_Horor@ceritaht#bacahorror#malamjumat
ABDI DEDEMIT
Part 2 - Lingkaran Iblis
Segala kemewahan yang mereka miliki terikat pada kekuatan gaib. Dan di antara mereka, ada satu yang ingin menjadi paling berkuasa. Apakah masih ada tempat bagi mereka yang memilih berjalan di jalan yang lurus?
#bacahorror@bacahorror@ceritaht
Kesaksian Langsung: Sisa Tragedi '98 di Balik Beton Jakarta Utara.
- Thread -
Gue nggak bakal sebut nama Mall-nya, tapi warga Jakarta Utara pasti paham gedung mana yang gue maksud.
@bacahorror@ceritaht@IDN_Horor#bacahorror#malamjumat
PEMANDI JENAZAH
Mak Winah hanyalah seorang ibu rumah tangga biasa. Namun, belakangan ini ia juga menjalani pekerjaan yang tak semua orang sanggup melakukannya: pemandi jenazah.
Belum genap setahun ia menekuni pekerjaan itu.
@bacahorror