"Jangan biarkan bibirmu banyak bicara tentang cahaya, sementara hatimu gelap gulita".
- KH Taufik Damas -
Selamat pagi sobat tuips๐๐โ
Semoga kalian sehat selalu
Dan tetap dlm lindungan Alloh
@jakardoding@vanc1Bozz@ListyoSigitP Ngeri ya hidup di negri ini, polisinya sdh gk ada kepercayaan di masyarakat, banyak kriminal yg dilakukan aparat, hukum jalanan spt keroyokan, di massa, genk motor....
Miriiis sekali negri ini
2. Wartawan Tribrata TV Rico Sempurna Pasaribu dan keluarganya tewas saat kebakaran menghanguskan rumahnya di Jalan Nabung Surbakti, Kecamatan Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumatera Utara, pada Kamis dinihari pukul 03.15 WIB. Empat orang penghuni rumah, yakni Rico, istri dan anak serta cucu tidak sempat menyelamatkan diri. Mereka tewas di dalam rumah yang terbakar itu.
Saya memilih untuk tidak bikin SIM dan/ atau memperpanjang SIM.
Instruksi Presiden @jokowi yg dituangkan dalam Peraturan Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2023 ttg Perubahan atas Peraturan Kepolisian Negara Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 2021 ttg Penerbitan dan Penandaan Surat Izin Mengemudi, seperti :
๐๐๐๐ ๐ฆ๐๐ ๐๐จ๐ก๐ ๐ก๐๐จ๐ก๐ฌ๐๐ ๐๐ข๐ง๐ข๐, ๐ก๐๐๐' ๐ก๐ฌ๐๐ ๐๐จ๐ก๐ ๐๐ข๐ ๐ง๐ข๐๐ข๐ !!
.
.
| @DivHumas_Polri https://t.co/2G9WolQ9FK
๐TERTANGKAPNYA HARVEY MOEIS MEMICU KETEGANGAN ANTARA KEJAGUNG DAN POLRI
Sebagaimana kita tahu Harvey Moeis adalah anak buah dari RBS (Robert Bono Susatyo pemilik PT RBT (Refind Bangka Tin). Bagaimana mungkin sosok HM bisa jalankan tugasnya tanpa perintah atasannya. Dan RBS di duga akrab dengan Jenderal bintang 4.
Jika benar ada tindakan pengintaian dari pihak Densus 88 jelas ini melanggar UU No 9/2013 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme.
Sebab, dalam tataran operasional, tugas Densusย 88 berada di bawah rezim UU Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pendanaan Terorisme, bukan menguntit aparat hukum, seperti pejabat Kejaksaan Agung.
Ada apa sigh dengan Densus 88??Di tunggu klarifikasinya.
https://t.co/TCUNgXks94
Kejagung bukan teroris, lantas mengapa ada pengintaian??
Kita susah payah bongkar siasat culas HTI dg Metamorfoshow-nya, sampai kepolisian akhirnya turun tangan dan menemukan keterkaitan acara tsb dg HTI, eh malah dg entengnya dibilang pengalihan isu sama bajer politik, miris!!!
Ada pemuda/i kurlen 1200 an orang, mahasiswa rt2 mereka, dg gobloknya bayar tiket untuk nnton negara kita sistemnya dijelek2in, di cuci otak bahwa solusi atas smua ini adl Khilafah, itu gimana ngeri efeknya? Iya kl satu tmpat, mreka rencana di banyak kota, kalikan sj brp puluh ribu yg akan terpapar, ingat mereka kelak yg akan mengisi negeri ini, mereka sbntr lg sarjana.
Siapapun anda, siapapun yg anda dkung dlm pilpres ini, saya harap, kita punya kegelisahan yg sama atas bahaya HTI. Jangan malah menggadaikan biang bahaya bangsa ini hanya demi pekerjaan anda sebagai buzzer politik.
Para pengasong khilafah tahririyah tertawa bahagua membaca cuitan anda ini.
Breaking News!!!
Ini Gila!!
1200-an pemuda Indonesia dicuci otak HTI, itu satu tempat, dan akan digelar di banyak kota di Indonesia.
Membongkar "Metamorfoshow : It's Time to be One Ummah." agenda besar HTI di Indonesia.
Yang lain boleh abai, but u`re on my eyes Brada!!!
Saat kita melakukan pesta demokrasi, HTI juga berpesta, mereka tidak mati, tidak juga tidak tidur, mereka tetap bergerak dalam ruang abu-abu untuk tetap membrain wash anak-anak muda kita, membingkainya dengan acara-acara anak muda.
Kemarin, 17 Februari 2024, bertempat di Teater Tanah Air ku, Taman Mini Indonesia Indah pukul 09.00 WIB - 12.00 WIB diadakan acara "Metamorfoshow : It's Time to be One Ummah." Tau ga yang dateng berepa orang? 1200 orang, gila ga? 1200 orang berjam-jam di brain wash agar sepakat pada bagaimana menegakkan Khilafah Tahririyah ala mereka.
Yang dateng langsung dan mengisi acara, Ismail Yusanto, Jubir Eks HTI, Aab El Karami (Konten Kreator HTI), M Ihsan Akbar (Influencer Gen Z HTI), Akhmad Adiasta (Narrator, Producer Dokusinema Sejarah Islam "Jejak Khilafah di Nusantara"), Nicko Pandawa (Sutradara Dokusinema Sejarah Islam "Jejak Khilafah di Nusantara"), Subhan Nur Sobach (Standup comedy), Doni Riwayanto ( Musisi dan pegiat hijrah), Alif Ridho ( Pendongeng Muslim, Founder Komunitas Cintai Gaza).
HTI dibubarkan oleh negara iya, namun ibarat manusia, HTI hanya dilepas bajunya, namun badannya, otaknya, masih sangat sehat dan terus bergerak merongrong bangsa ini. Lalu mereka mengelak, ini bukan acara HTI, mana wong ga ada embel-embel HTI nya, tidak ada bendera HTI dsb, ini menjadi masalah bagi negara Indonesia, hanya melepas baju, namun membiarkan organnya menggerogoti pemuda-pemuda kita.
Rela mereka merongrong para pemuda masa depan bangsa ini? tentu tidak, jangan biarkan mereka merajalela seenaknya, tau kan Taman Islamil Marzuki itu milik siapa? Mereka menginjak-injak harkat martabat bangsa. Cara meleka licik, di E-Flyer mereka tidak menampilkan pemateri yang memang punya hubungan jelas dengan HTI, namun langsung hadir menjadi pemateri.
Apa isi "Metamorfoshow : It's Time to be One Ummah."? Propaganda bahwa negara ini bobrok, dunia ini bobrok, hanya Khilafah Islamiyah ala mereka yang menjadi solusinya, keluar dari acara tersebut, 1200 pemuda Indonesia akan punya semangat yang berbahaya, bahwa Khilafah Islamiyah harus diperjuangkan dan ditegakkan dengan segala cara di Indonesia bersama HTI. Dan lebih mengerikannya lagi, acara "Metamorfoshow : It's Time to be One Ummah." Akan digelar di banyak tempat di Indonesia. Masih akan diberi izin? Sama saja yang memberi izin menyerahkan harkat martabat bangsa ini untuk mereka injak-injak.
"OMON - OMON" DIRUJAK โข BOS TIM SUKSES 02 BEREAKSI | Namun, malah seperti lelaki yang berjalan di catwalk berkarpet merah, tanpa busana. ๐๐ธ
.
.
"Saya tahu pak Prabowo memiliki lahan yang sangat luas di Kalimantan Timur. Sebesar 220.000 hektare," kata Jokowi dalam Debat Capres Putaran 2 di Hotel Sultan, Jakarta, Minggu (17/2/2019).
Jokowi juga menyebutkan Ketua Umum Partai Gerindra tersebut juga memiliki lahan seluas 120.000 hektare di Aceh Tengah. Jokowi menegaskan pembagian lahan hingga ratusan ribu hektare untuk 1-2 orang tidak terjadi pada masa pemerintahannya saat ini.
"Saya hanya ingin menyampaikan bahwa pembagian-pembagian seperti ini tidak dilakukan masa pemerintahan saya," ujar Jokowi.
KETIKA SRI PADUKA @jokowi HILANG INGATAN DENGAN PERKATAANNYA SENDIRI TERHADAP PRABOWO.
Ah......
Sein kiri belok kanan, sein kanan belok kiri, lampu hijau berhenti, lampu merah malah "bablas".
JANGANKAN BICARA, DIAM DAN NYENGIRNYA PUN DUSTA.
.
.
#JokowiPredatorPemilu2024
https://t.co/GcVTyQi1j8
โ PERIODE PERTAMA ;
Penegak hukum dilibatkan untuk memastikan bahwa; para calon Menterinya bersih.
โ PERIODE KEDUA :
Aparat penegak hukum, tak dilibatkan seperti halnya periode pertama, terhadap para calon Menterinya.
Tampaknya, agar dia bisa menemukan dan menyimpan "kartu mati" Menteriยฒnya yg "nakal".
Bahwa ada yg terjerat, itu hanya tumbal, agar tampak mendukung pemberantasan korupsi.
โ SEMAKIN KOTOR KABINETNYA SEMAKIN MENGUNTUNGKAN DIRINYA.
.
.
Lalu mereka yg tersandera "dipaksa", untuk mengubur mimpi jutaan anak muda yang bukan siapa - siapa.
.
.
Semua direncanakan sedemikian sistematis pada periode kedua.
Meskipun dia juga terpeleset kulit pisang, yg dibuang sembarangan oleh anak biologisnya.
Tapi yg namanya Pinokio 4.0, selalu ada cara memuaskan birahi berkuasanya, dgn "menggadaikan" salah satu anaknya kepada kandidat yg di-endorse, dengan jaminan, ketika kandidat itu berkuasa, bisa mengamankan keluarganya.
โ Kini ;
"JANGANKAN BICARA, DIAMNYA PUN DUSTA"
.
.
SU !!!
"Kenapa PKB tetap Besar tanpa Gus Dur?"
Kita sebenarnya tak ragu sedikit pun bahwa warga NU mayoritas lebih mendukung Gus Dur dibanding Cak Imin. Namun saat PKB menyingkirkan Gus Dur, kenapa PKB tetap besar?
Saat Cak Imin dinyatakan sebagai Ketua Umum PKB yang sah, maka dia memimpin orang-orang yang sudah "dinyamankan" oleh partai. Siapa itu? Para anggota DPR/DPRD.
Apakah para anggota dewan yang sudah duduk itu rela melepas kursinya untuk membuktikan mendukung Gus Dur? Tentu tidak.
Mereka lebih memilih mendukung Cak Imin dan tetap "bekerja keras" di kantong suara (baca: nahdliyin) bahwa PKB tetap partainya orang NU. Sesekali dibumbui cerita bahwa Gus Dur itu sengaja buat konflik dengan Cak Imin. Cerita bahwa Cak Imin berkonflik itu memang diutus Gus Dur.
Tambahan cerita ini pada akhirnya dikonfirmasi putrinya Gus Dur bahwa itu tidak benar.
Dengan posisi menjabat, tentu orang-orang PKB kubu Cak Imin lebih mudah memengaruhi konstituen.
Dengan berbagai program dari uang negara (program resmi), anggota dewan tentu bisa "membantu" banyak keperluan konstituen agar suara nahdliyin tidak pindah ke mana-mana.
Apalagi Cak Imin juga sempat jadi menteri, tentu banyak kemudahan yang bisa dikonversikan menjadi suara partai.
Saat ini banyak akun pengurus, caleg, ataupun yang sudah menjadi anggota legislatif dari PKB bersuara terus-menerus melindungi Cak Imin dari serangan pihak lain. Dari akun palsu dengan ava cewek cantik, hingga akun asli dan resmi (blue), semua sangat aktif.
Simpelnya: buzzer bayaran sampai buzzer yang rela keluarkan duit, semua bekerja melawan para pendukung Gus Dur yang (tampaknya) duitnya nggak banyak.
Mendirikan partai itu tidak gampang. Perlu dana besar dan "momentum" yang tepat untuk bisa membuatnya besar. Apalagi sekarang ada Praliamentary Threshold 4%, membangun partai baru dan masuk Senayan itu sangatlah sulit.
Mendirikan partai itu seperti mendorong truk besar mogok. Di awal perlu banyak tenaga (biaya) untuk mendorong truknya. Berat dan tidak sebentar untuk bisa buat mesin menyala (masuk Senayan).
Dan jika akhirnya mesinnya menyala, truk baru bisa buat mengangkut para pendorong menuju tempat yang diinginkan.
Gus Dur adalah orang yang memimpin jemaah NU mendorong truk mogok itu selepas reformasi hingga jalan. Lalu saat truk sudah berjalan lancar, Gus Dur didorong turun dari truk.
Penumpang truk lain, yang mungkin dulu dukung Gus Dur, juga tak berani berbeda pendapat sama sopir karena mereka bisa disuruh turun dari truk juga.
Gus Dur bersama beberapa penumpang yang diturunkan dari truk, berusaha bikin truk baru dan mendorongnya. Tapi momentum sudah tak ada.
Beda dengan saat Megawati membuat PDI Perjuangan yang justru momentumnya sangat tepat. Truk baru bernama PDIP itu dapat momentum dengan kondisi jalan yang agak menurun. Enteng. Tak perlu banyak biaya.
Sedangkan truk baru yang rencananya akan dibuat kubu Gus Dur, tak ada momentumnya. Warga nahdliyin banyak yang sudah nyaman di truk lama. Sedangkan sisanya, sudah lelah kalau harus dorong truk lagi.
Bagi Anda yang mendukung Gus Dur sampai sekarang, menurut saya akan kesulitan membendung truk PKB yang sudah melenggang dengan nyamannya.
Truk yang sudah jalan itu bisa keliling ke basis-basis suara (ponpes) dengan membantu segala kebutuhan mereka.
"PKB Perjuangan" (partai pendukung Gus Dur) hanya bisa mengalahkan PKB jika menemukan momentum yang tepat. Entah seperti apa dan kapan, kita tak bisa menebak.
Saya menulis ini karena melihat para pendukung Gus Dur diserbu oleh pendukung Cak Imin. Lihat saja akunnya mbak @AlissaWahid, mas @sahaL_AS atau mas @savicali.
Saya tak membela mereka dengan masuk ke bagian penyebab konfliknya, namun lebih membahas penyebab kubu Gus Dur akan tetap sulit melawan kubu Cak Imin setelah Gus Dur diusir dari PKB.