@HortenV2@changumss@pinkishdelight Dan industri juga pada kebelet otomasi (cloud dan AI included)
Ngapain hire banyak talent kalo cloud sama AI bisa ngerjain hal yang sama dengan harga lebih murah
@zarky86@ValuableBill Dikira Sumut itu sama kaya Jakarta yang bisa diadu lewat narasi ayat dan mayat?
Yang bisa ngadu Sumut itu ya narasi Batak vs Bukan Batak.
Edi Rahmayadi di 2010an berhasil mainin itu (sedangkan Djarot - Sihar cari aman)
@zarky86@ValuableBill 1. Public figure lintas generasi: ada Tiofanta Pinem, Anna Pinem, Dipha Barus, Bams Samsons, Lyodra, IDGITAF (dan bokapnya Adrianus Meliala), Minola Sebayang
2. Cara mudah menangin pemilu/pilkada di Sumut: deketin etnis Karo (makanya Edy Rahmayadi menang mudah di Sumut)
@sraived16@ValuableBill Ada alasan kenapa Edy Rahmayadi menang mudah di Sumatra Utara: Edy tempel komunitas Bukan Batak terbesar: orang Karo
Tokoh masyarakat pun juga banyak orang Karo: Minola Sebayang, Adrianus Meliala (ya, bokapnya IDGITAF), Bams Samsons, Lyodra, Dipha Barus, to name a few
@KenalKripto Sastra Inggris bukan keganti sama AI, tapi sama Mandarin.
Inget, kalo ga bisa Mandarin, siap-siap dah dikadalin pas teken kontrak
Apalagi Mandarin ini bakal ngegantiin Inggris sebagai lingua franca seperti Inggris ngeganti Français sebagai lingua franca
@inganggita Duka itu bisa merubah sikap seseorang, mungkin dulu dia ceria tbtb jadi murung, dulu vocal bisa jadi sudah bodoamat, apalagi kehilangan pasangan hidup itu gak sesimple kata2 “ikhlaskan”
@afs_2507@dreamtobemagus@Muhikhsan52 Caranya simpel:
Hanya bolehkan pernikahan sesama Tionghoa dan Tionghoa ke non-Tionghoa
Larang pernikahan non-Tionghoa ke non-Tionghoa
@NanaChaa__19@SuraaaD1979@Muhikhsan52 Ga cuma itu
Orang Singapore itu pragmatis karena mostly orang Tionghoa.
Mereka ga masalah kok buka kasino, tempat ngemplang pajak, nyari untung lewat perang dengan jadi makelar SDA