Bripka Dedy Wiratama atau "Sniper", oknum polisi yang menjadi beking kampung narkoba di wilayah Samarinda, Kalimantan Timur, digelandang oleh Tim Tengkorak Subdit IV Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri, Jakarta Jumat (5/6).
Bripka Dedy Wiratama yang bertugas di Satbrimob Polda Kaltim, dibawa ke Gedung Bareskrim Polri untuk menjalani pemeriksaan terkait perannya yang menjadi beking kampung narkoba.
Sebelum diterbangkan ke Jakarta dan menjalani pemeriksaan, "Sniper" telah menjalani sidang etik dan profesi, dan divonis PTDH atau Pemberhentian Tidak Dengan Hormat. Karena terbukti terlibat dalam sindikat narkoba di Gang Langgar, Samarinda, Bripka Dedy Wiratama berperan sebagai "sniper" atau pengawas yang bertugas mengawasi gerak-gerik aparat kepolisian dan memantau orang yang mencurigakan.Ia memegang alat komunikasi (Handy Talky) dan berjaga di titik-titik tertentu untuk memberi peringatan kepada jaringan pengedar jika ada potensi penggerebekan.
Saat ini bareskrim juga tengah mendalami keterlibatan oknum-oknum lain dalam peredaran atau penyalahgunaan narkotika.
"Untuk semua oknum yang terlibat dalam peredaran narkotika, sesuai perintah dan petunjuk pimpinan, akan semua kita tangkap. Pungkas Kompol Drago, Kanit 3 Subdit IV Dit Tipid Narkoba Bareskrim Polri.
🚨🇮🇹 Ultras Lazio have just announced that will not buy season tickets or attend any home matches in either the Serie A or the Coppa Italia next season.
The Major fan group is staging this total boycott to protest club president "Claudio Lotito". The ultras are deeply frustrated with what they see as a lack of ambition, poor investment in the squad during transfer windows, and skyrocketing ticket prices. By leaving the Curva Nord empty, they aim to hit the club financially and pressure Lotito into selling the team.